Energi Juang News, Jakarta – AS, Inggris, Israel, Turki, Pakistan, Suriah semuanya membantu Arab Saudi dalam perang melawan Ansarallah (Houthi) namun pertempuran masih berlangsung sengit. Suriah sedang membahas bergabung dalam perang melawan Ansarullah di Yaman, kata sumber-sumber kepada Asharq News.
Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa mengunjungi Arab Saudi hari Rabu (7/10/2026). Beberapa pesawat militer Pakistan juga telah mendarat di Aden, ibu kota pasukan yang didukung Saudi di Yaman.
AS sudah membantu Arab Saudi dengan 200 instruktur yang mencari target untuk pesawat tempur dan mengisi ulang pesawat tempur Saudi dengan tanker udaranya. Inggris juga telah mengirim tanker udara untuk membantu Arab Saudi.
Media Israel telah melaporkan berkali-kali bahwa Israel secara aktif membantu Arab Saudi dalam perang dengan Ansarallah. Turki berencana mengerahkan pertahanan udara dan tentara untuk melindungi Riyadh dan situs-situs lain di Arab Saudi.
Sementara itu, menurut Al Jazeera, pasukan yang setia kepada pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyatakan telah merebut posisi-posisi pegunungan strategis di wilayah barat Taiz yang menghadap ke arah pantai, sebagai bagian dari operasi “Fajar Yaman” yang sedang berlangsung.
Di sisi lain Houthi mengklaim telah menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menggunakan sejumlah drone, serangan akurat menyebabkan gangguan lalu lintas udara di bandara tersebut.
Houthi juga melaksanakan dua operasi militer menggunakan rudal balistik dan drone terhadap Bandara Internasional Abha dan Pangkalan Udara Khamis Mushait. Serangan dilaporkan akurat, menyebabkan gangguan lalu lintas udara di Bandara Abha dan kerusakan struktural di Pangkalan Udara Khamis Mushait.
Redaksi Energi Juang News




