Energi Juang News, Jakarta – Para pejabat tinggi Amerika Serikat bertemu di Camp David, Maryland, untuk membahas langkah selanjutnya terkait Iran dan kelompok Ansarallah di Yaman. Menurut Axios, Seorang pejabat menyatakan bahwa sejumlah keputusan telah diambil atau setidaknya dibahas secara mendalam.
Wakil Presiden JD Vance memimpin pertemuan tersebut dihadiri para pejabat utama pemerintah Trump. Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, Direktur CIA John Ratcliffe, serta Utusan Khusus untuk Timur Tengah Steve Witkoff turut hadir. Pertemuan serupa terakhir kali diadakan pada bulan Juni 2025, sebelum Israel melancarkan Perang 12 Hari.
AS Kepung Iran dari Segala Sisi
Melalui jalur darat, seluruh pangkalan militer di negara-negara Teluk telah beroperasi dan pasukan disiagakan untuk memasuki wilayah Iran. Melalui jalur laut, kapal induk ketiga telah dikerahkan. Melalui jalur udara, pesawat pengebom B-1B dan pesawat tempur telah dikerahkan sebelumnya. Ini akan menjadi salah satu episode paling mengerikan dalam sejarah konflik antara Iran dan AS:
Sebelumnya AS dilaporkan bersiap untuk melakukan invasi darat ke Iran. Sekelompok amfibi AS berada di Pulau Makin, sebuah atol berupa rangkaian pulau, yang terletak di negara kepulauan Kiribati di Samudra Pasifik. Pentagon mengirimkan lebih dari 4.000 Marinir dan pelaut dengan tiga kapal perang ke Timur Tengah. Kapal serbu amfibi USS Makin Island terlihat meninggalkan San Diego pada hari Senin, kemungkinan menuju Timur Tengah. USS Anchorage dan USS John P. Murtha juga meninggalkan San Diego pada hari yang sama.




