Energi Juang News, Jakarta – Untuk mengatasi krisis BBM di Bali PT Pertamina Patra Niaga telah meningkatkan stok BBM hingg tanggal 17 Oktober 2026 mencapai 48.000.000 liter. Stok tersebut tersedia di Terminal/depo BBM Manggis, Karangasem dan Sanggaran, Denpasar. Jumlah stok ini mampu memenuhi kebutuhan selama 14 sampai 15 hari kedepan.
Area Manager Communication Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Reg. Jatimbalinus, Ahad Rahedi menjelaskan, penambahan stok terus dilaksanakan mengikuti kebutuhan, sehingga stok BBM dalam kondisi terjaga. Hal tersebut hasil rapat koordinasi antara Gubernur Bali bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero) dan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga beserta jajaran, hari Kamis (15/10/2026) pukul 23.00 WITA hingga Jumat (15/10/2026) dini hari.
Rakor tersebut dilaksanakan dalam menyikapi kesediaan stok, pendistribusian, dan pelayanan BBM (Pertalite) di SPBU di Bali. Langkah lainnya adalah PT Pertamina Patra Niaga meningkatkan percepatan dengan menyediakan layanan pengisian di SPBU selama 24 jam di 66 SPBU: sebanyak 42 SPBU di wilayah Denpasar dan 24 SPBU di wilayah Badung.
Dalam rangka percepatan pengisian BBM di SPBU, dilakukan pengaturan yakni
- Pengisian BBM untuk kendaraan Roda 4 maksimum sebanyak 20 liter dan untuk kendaraan Roda 2 maksimum sebanyak 3 liter berlaku sampai situasi normal kembali, sesuai dengan arahan Gubernur Bali.
- Pengisian BBM dengan menerapkan nomor polisi kendaraan ganjil/ genap, selama tiga hari, dimulai hari Sabtu tanggal 17 Oktober 2026 hingga hari Senin tanggal 19 Oktober 2026, mulai dengan plat nomor ganjil pada hari Sabtu tanggal 17 Oktober 2026 sesuai Surat Gubernur Bali No. B.21.500.1/16673/V/DISNAKER.ESDM.
Ahad menambahkan, untuk percepatan pengisian BBM juga dilakukan berbagai upaya antara lain penambahan sebanyak 16 mobil tangki, dukungan 100 personel TNI Kodam IX/Udayana sebagai operator SPBU di malam hari, dan dukungan pengawalan patwal Polda Bali untuk kelancaran distribusi mobil tangki.
PT Pertamina Patra Niaga Reg. Jatimbalinus mengimbau Masyarakat Bali agar tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan.




