Kamis, Oktober 1, 2026
spot_img
BerandaEnergiTurunkan Harga Bahan Bakar, AS Tekan Jerman dan Prancis Gunakan Cadangan Diesel

Turunkan Harga Bahan Bakar, AS Tekan Jerman dan Prancis Gunakan Cadangan Diesel

Energi Juang News, Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah meminta Jerman dan Prancis untuk menggunakan sebagian cadangan diesel darurat mereka. Tujuannya untuk membantu menurunkan harga bahan bakar global, atau menghadapi larangan ekspor diesel dari AS.

Nampaknya Washington menggunakan diesel-nya sebagai alat tawar-menawar. Menurut Reuters mengutip 3 sumber.

-Sumber Eropa mengatakan permintaan itu adalah 120 juta barel selama enam bulan, sekitar 660 ribu barel per hari.

-Pejabat AS mengatakan Paris dan Berlin belum sepenuhnya memenuhi janji sebelumnya untuk melepaskan cadangan.

“Adalah kepentingan terbaik Eropa untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat,” kata seorang pejabat AS. “Kami kehilangan beberapa ekspor diesel dari Timur Tengah, meskipun kami sedang memulihkannya, dan kami kehilangan ekspor diesel dari China,” kata Menteri Energi Chris Wright.

Harga diesel AS mencapai rekor $6,53/galon minggu lalu, sekitar lima minggu sebelum pemilu paruh waktu. Gedung Putih sedang mempertimbangkan larangan ekspor selama 90 hari, batasan sukarela untuk penyulingan, dan opsi lainnya. Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan larangan ekspor tersebut untuk menurunkan harga bahan bakar di AS menjelang pemilu paruh waktu November.

Perang di Iran dan serangan berulang Ukraina terhadap kilang minyak Rusia telah mengganggu pasokan minyak global dan mendorong harga bahan bakar lebih tinggi.

Minyak mentah WTI naik 4% dalam dua jam terakhir, kembali mencapai $92 per barel. Dua alasan di balik pergerakan ini:

1. China baru saja menghentikan ekspor bahan bakar dari kilang-kilangnya.

2. AS mengancam akan melarang ekspor solar kecuali Prancis dan Jerman melepaskan cadangan darurat.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments