BerandaEkonomi & BisnisPrabowo vs MSCI: Pro Kontra Sikap Tegas RI di Tengah Ancaman Pasar...

Prabowo vs MSCI: Pro Kontra Sikap Tegas RI di Tengah Ancaman Pasar Saham

Energi Juang News, Jakarta – Pernyataan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dalam menanggapi peringatan MSCI (Morgan Stanley Capital International) kepada Indonesi terkait bursa saham mendapat banyak tanggapan di dalam dan luar negeri. Media keuangan ternama asal AS, Bloomberg menulis, Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pesan pada hari Rabu kepada penyedia indeks global, MSCI Inc.: Indonesia tidak akan gentar.

“Saya hanya ingin mengatakan kepada MSCI bahwa bangsa Indonesia tidak takut kepada siapa pun dan tidak akan diintimidasi,” ujar Prabowo kepada para anggota kabinet dalam sebuah rapat yang disiarkan di televisi di Jakarta. Demikian tulisan Bloomberg dalam salah satu artikelnya, 21 Oktober 2026.

Sedangkan Profesor Ekonomi dari JohnsHopkins University, Steve Hanke menyebut pernyataan Prabowo sebagai delusional. Sejumlah kalangan di dalam negeri menyebut MSCI sebenarnya bukan menakut-nakuti atau mengancam Indonesia melainkan meminta transparansi kepemilikan, free float, & dugaan coordinated trading.

Sementara akun @aik_arif di platform X menulis, masalahnya pasar modal bukan medan perang, dan investor bukan lawan yang bisa dikalahkan dengan pidato nasionalisme. Mereka tidak membeli keberanian Presiden, melainkan kepercayaan pada transparansi, kepastian aturan, dan tata kelola yang sehat.

Menurutnya jika penilaian MSCI keliru, hendaknya dibantah dengan data. Kalau kepemilikan saham tidak transparan dan pasar diduga dimainkan segelintir pihak, maka harus dibereskan. Jangan sampai pemerintah sibuk melawan intimidasi asing sampai lupa memeriksa siapa yang sebenarnya mempermainkan pasar di dalam negeri.

Namun Founder & CEO Astronacci, Gema Goeryadi menilai banyak kalangan tidak memahami pernyataan Prabowo soal MSCI. Karena latar belakangnya bukan hanya mengerjakan “PR” dari MSCI semata. Yang disampaikan Prabowo menurut Gema adalah Indonesia tidak takut ditekan seperti itu.

Baca juga :  Jahja Setiaatmadja Jual Saham di BCA, Untuk Apa?

“Kalau skenarionya adalah seperti yang saya ceritakan. Artinya jangan diaanggap secara harafiah. Kita bangsa Indonesia, market kita jauh lebih baik dari Zimbabwe. Tidak bisa secara apapun disamakan. Kalau sampai MSCI keluarkan kita dan bener ditaruh di sana standalone maka catat kata-kata saya, yang tidak bisa dipercaya bukan Indonesia tapi MSCI yang tidak dipercaya orang,” ujar Gema.

Pernyataan Prabowo hari Rabu (21/10/2026) disampaikan terkait dengan MSCI yang akan menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market (Pasar Berkembang) ke Standalone Market (Pasar Mandiri) terkait beberapa masalah tata Kelola. Antara lain soal transparansi struktur kepemilikan saham, dugaan perdagangan terkoordinasi dan kurangnya bukti reformasi konsisten di pasar.

Redaksi Energi Juang.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments