Energi Juang News, Jakarta-Bank asal Inggris, Barclays akan memangkas 5.000 karyawan. Angka itu mencapai sekitar 5% dari total tenaga kerjanya.
Hal itu dilakukan sebagai bagian dari upaya efisiensi seiring penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam perusahaan.
Kepala Eksekutif Barclays Group, CS Venkatakrishnan, mengatakan pengurangan jumlah karyawan merupakan dampak dari investasi besar-besaran yang dilakukan perusahaan di bidang teknologi untuk menyederhanakan serta meningkatkan bisnisnya.
“AI memiliki peran penting dan mungkin akan memegang peran yang jauh lebih krusial di masa depan. Kami akan menerapkan AI dalam skala luas, namun AI hanyalah pelengkap, bukan inti utamanya,” kata Venkatakrishnan, Jumat (23/10/2026).
Barclays menyebut sekitar 60% dari pengurangan tenaga kerja akan terjadi di fungsi-fungsi pendukung termasuk di kalangan pengembang (developer). Sebanyak 1.000 karyawan telah dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), sementara 4.000 lainnya ditargetkan akan rampung pada akhir tahun ini.
Meskipun tidak semua pengurangan posisi disebabkan oleh AI, skala pemangkasan ini memicu kekhawatiran mengenai dampak dari teknologi baru tersebut. Pengeluaran perusahaan untuk AI terus meningkat seiring dengan klaim bahwa perangkat baru tersebut dapat menggantikan sejumlah tugas dasar yang saat ini dikerjakan manusia seperti pekerjaan administratif dan pemrograman.
Dari sisi laporan keuangan, laba sebelum pajak Barclays pada kuartal III-2026 sebesar 2,3 miliar euro atau sekitar Rp 5,5 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, namun sedikit di bawah perkiraan.
Redaksi Energi Juang News




