BerandaHukumBareskrim Sita 6,4 Ton Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label

Bareskrim Sita 6,4 Ton Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label

Energi Juang News, Jakarta – Bareskrim Polri bersama Satgas Pangan mengungkap dugaan tindak pidana perlindungan konsumen dalam produksi dan perdagangan beras fortifikasi yang kandungan gizinya diduga tidak sesuai dengan informasi pada label kemasan. Penyidik menyita 1.194 kemasan beras dengan berat total 6.405 kilogram senilai sekitar Rp 155,29 juta serta satu lini mesin produksi yang diperkirakan bernilai Rp 1 miliar.

Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol. Suhasto menjelaskan, pengungkapan kasus berawal dari tindak lanjut laporan terkait permasalahan beras fortifikasi. Bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas). Penyidik menyelidiki dan menguji di laboratorium terhadap sejumlah produk yang diduga tidak memenuhi klaim mutu dan kandungan gizi pada label kemasan.

Hasil pemeriksaan menemukan lima merek beras yang diduga tidak sesuai dengan label, yakni Idola Hijau Fortifikasi, Idola Merah Fortifikasi, Raja Lele, Cantik Manis, dan Wijaya Kusuma. Penyidik telah memeriksa 12 saksi, meminta keterangan ahli, serta meningkatkan perkara ke tahap penyidikan setelah menemukan sekurang-kurangnya dua alat bukti.

Berdasarkan hasil penyelidikan, perusahaan terkait diketahui memproduksi sekitar 2,5 juta kilogram beras fortifikasi selama April hingga Agustus 2026, dengan estimasi nilai ekonomis mencapai Rp 69,99 miliar. Penyidik masih mendalami perkara dan melengkapi alat bukti sesuai prosedur hukum.

Polri menegaskan komitmennya melindungi masyarakat dari dugaan praktik perdagangan pangan yang berpotensi merugikan konsumen. Penanganan perkara dilakukan bersama Bapanas, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pertanian untuk memperkuat pengawasan pangan serta memastikan informasi pada label produk sesuai dengan mutu dan kandungannya, dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments