Senin, Mei 25, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 11

Presiden Amerika Serikat Donald Trump Berjalan Bersama Alien!

Washington, Energi Juang News – Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan bersama alien! Hal itu tampak di platform media sosial milik Trump, Truth Social.

Postingan tersebut langsung viral pada Minggu (17/5/2026) dan menyebar luas ke berbagai platform seperti X, Instagram, hingga Reddit.

Netizen pun dibuat bingung sekaligus penasaran, apakah foto itu nyata, hasil editan, atau sepenuhnya dibuat menggunakan artificial intelligence (AI)?

Dalam gambar yang beredar, Trump tampak berjalan di tengah pengawalan ketat agen keamanan dan personel militer. Yang bikin heboh, di sampingnya terlihat sosok alien berkepala besar dengan kulit mengilap sedang diborgol.

Nuansa lokasi pada foto itu disebut-sebut mirip fasilitas rahasia seperti Area 51, lokasi yang selama puluhan tahun dikaitkan dengan teori konspirasi UFO dan makhluk luar angkasa.

Meski terlihat realistis sekilas, banyak pengguna internet dan pengamat visual menduga gambar tersebut merupakan hasil generative AI.

Beberapa ciri yang dianggap mengarah ke AI antara lain tekstur kulit alien yang terlalu glossy, pencahayaan yang sangat dramatis, hingga detail bayangan yang tampak tidak konsisten.

Selain itu, komposisi foto dinilai terlalu “sempurna” layaknya gambar sinematik yang umum dibuat oleh tools AI image generator modern.

Trump sendiri memang dikenal kerap memposting konten bernada humor, satire, hingga trolling politik di Truth Social. Karena itu, sebagian netizen menganggap unggahan tersebut hanyalah meme untuk memancing reaksi publik.

Postingan Trump muncul hanya beberapa hari setelah pemerintahannya merilis batch pertama dokumen UFO/UAP terbaru.

Sebelumnya, pemerintahan Trump memang membuka lebih dari 160 file terkait unidentified anomalous phenomena (UAP), extraterrestrial life, dan UFO sebagai bagian dari janji transparansi pemerintah.

Karena itulah, sebagian komunitas penggemar UFO menganggap unggahan tersebut sebagai “kode” atau sinyal halus bahwa proses disclosure sedang berlangsung.

Teori liar pun bermunculan di media sosial. Kelompok pro-disclosure meyakini Trump sengaja memberi petunjuk bahwa pemerintah AS memang menyimpan informasi terkait alien.

Di sisi lain, kubu skeptis menilai unggahan itu hanya strategi marketing digital khas Trump untuk mengalihkan perhatian publik sekaligus menjaga namanya tetap viral di internet.

Ada pula netizen yang melihatnya sekadar hiburan. “Entah AI atau bukan, postingan ini sukses bikin orang bahas UFO lagi,” tulis salah satu pengguna X.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih maupun tim Trump terkait gambar viral tersebut.

Namun satu hal yang pasti, unggahan itu kembali memanaskan diskusi global soal UFO, alien, dan teori konspirasi yang selama ini selalu menarik perhatian publik.

Fenomena ini juga menunjukkan bagaimana teknologi AI kini makin sulit dibedakan dari foto asli, terutama ketika digunakan untuk membuat konten viral di media sosial.

Redaksi Energi Juang News

Penyesuaian Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Dilakukan Secara Terukur

Jakarta, Energi Juang News – Penyesuaian tarif batas atas tiket pesawat dilakukan secara terukur karena mempertimbangkan kondisi masyarakat dan kenaikan harga energi dunia imbas konflik Timur Tengah. Demikian ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Memang tidak selalu mudah untuk menghadapi dinamika dunia seperti ini, tetapi mudah-mudahan ada perbaikan situasi dan sekaligus juga (harga tiket pesawat) tidak terlalu memberatkan masyarakat,” kata AHY di Jakarta, Minggu.

Dia menekankan hal itu saat ditemui usai menghadiri kegiatan Patriot Move 2026 yang digelar Kementerian Transmigrasi (Kementrans) dan dirangkaikan dengan lari bersama peserta Ekspedisi Patriot pada momentum Car Free Day di Bundaran HI Jakarta.

AHY menuturkan tekanan geopolitik global masih mempengaruhi berbagai sektor ekonomi termasuk transportasi dan industri penerbangan di Indonesia saat ini.

Menurut dia, konflik dan ketegangan dunia berdampak langsung terhadap kenaikan harga energi global yang kemudian mempengaruhi biaya operasional sektor transportasi udara dan layanan penerbangan nasional secara keseluruhan.

Ia menjelaskan pemerintah memahami kekhawatiran masyarakat terkait potensi kenaikan harga tiket pesawat menjelang masa libur sekolah dan perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, yang biasanya meningkatkan mobilitas perjalanan nasional.

Sebagai Menko yang membawahi Kementerian Perhubungan, AHY mengatakan penyesuaian tarif penerbangan merupakan langkah yang tidak mudah karena pemerintah harus menjaga keseimbangan antara keberlangsungan industri penerbangan dan kemampuan ekonomi masyarakat Indonesia secara luas.

“Oleh karena itu negara-negara di dunia termasuk Indonesia harus melakukan langkah-langkah yang tidak mudah tapi penyesuaian dan memang ini akan berdampak pada masyarakat, tetapi ini yang memang harus diambil,” bebernya.

Menurut dia, pemerintah terus melakukan pembahasan bersama Kementerian Perhubungan mengenai berbagai opsi kebijakan untuk memastikan penyesuaian harga tiket tetap berada dalam batas yang wajar dan terukur.

Ia menambahkan pemerintah juga berkoordinasi dengan maskapai penerbangan yang beroperasi di Indonesia guna mencari solusi terbaik menghadapi tekanan biaya operasional akibat kenaikan harga energi dunia saat ini.

AHY berharap kondisi geopolitik global terutama konflik di kawasan Timur Tengah dapat segera membaik sehingga tekanan terhadap pasar energi dunia dan sektor penerbangan dapat berangsur menurun secara bertahap.

Menurut dia, pemerintah terus memantau perkembangan situasi global sekaligus memastikan kebijakan transportasi udara nasional tetap memperhatikan kepentingan masyarakat serta keberlangsungan industri penerbangan Indonesia.

“Karena semakin meningkatnya harga energi dunia termasuk untuk sektor penerbangan dan menjadi atensi kita semuanya, kita juga berharap situasi krisis di Timur Tengah ini bisa semakin membaik dari waktu ke waktu,” kata AHY.

Diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyesuaikan besaran fuel surcharge angkutan udara guna merespons fluktuasi harga avtur dan menjaga keseimbangan biaya operasional maskapai serta keterjangkauan tarif penerbangan.
“Penyesuaian fuel surcharge dilakukan berdasarkan mekanisme dan formulasi yang telah ditetapkan dalam regulasi,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (16/5).

Pemerintah telah menetapkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 1041 Tahun 2026 tentang Besaran Biaya Tambahan (Surcharge) sebagai dampak adanya Fluktuasi Bahan Bakar (Fuel Surcharge) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Kebijakan tersebut dilakukan menyikapi perkembangan harga bahan bakar penerbangan (avtur) yang mengalami kenaikan, sekaligus untuk menjaga keberlangsungan industri penerbangan nasional dengan tetap memperhatikan perlindungan konsumen dan keterjangkauan tarif angkutan udara.

Dalam Keputusan Menteri tersebut disebutkan besaran fuel surcharge ditetapkan berdasarkan rata-rata harga avtur yang ditetapkan oleh penyedia bahan bakar penerbangan.

“Adapun persentase surcharge tertinggi berkisar antara 10 persen hingga 100 persen dari tarif batas atas dengan menyesuaikan fluktuasi harga avtur yang berlaku,” ujar Lukman.

 

Redaksi Energi Juang News

Tekuk PSM Makassar, Persib Banding Hampir Rebut Gelar Juara

Makassar, Energi Juang News – Persib Bandung tak lama lagi menjadi juara setelah meraih kemenangan 2-1 atas PSM Makassar pada pekan ke-33 Super League 2025/26 di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Minggu.

Persib membuka keunggulan melalui Thom Haye sebelum PSM menyamakan kedudukan lewat gol Yuran Fernandes. Julio Cesar muncul sebagai penentu kemenangan lewat gol pada menit ke-90+7.

Hasil ini membuat Persib tetap kukuh di puncak klasemen sementara dengan koleksi 78 poin. Tim asuhan Bojan Hodak kini unggul dua angka atas Borneo FC yang hanya bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara, dengan satu laga tersisa.
Sementara itu, PSM Makassar masih tertahan di posisi ke-14 dengan raihan 34 poin dan belum sepenuhnya aman dari ancaman papan bawah, demikian yang dilansir laman resmi ileague.

PSM langsung tampil agresif sejak awal pertandingan di hadapan pendukung sendiri. Rizky Eka Pratama sempat mengancam lewat tendangan keras pada menit ke-5, tetapi lini belakang Persib masih mampu menghalau bola.

Persib mencoba keluar dari tekanan dengan memanfaatkan kecepatan Uilliam Barros dan Berguinho di sektor sayap. Namun, tuan rumah kembali menciptakan peluang melalui Victor Dethan dan Ramon Tanque, meski belum mampu membuahkan gol.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-32. Berawal dari umpan terobosan Eliano Reijnders kepada Berguinho, bola kemudian diteruskan kepada Thom Haye.
Haye melakukan satu gerakan tipu sebelum melepaskan tembakan keras ke pojok kanan atas gawang yang gagal dijangkau Hilman Syah.

Persib hampir menggandakan keunggulan di awal babak kedua melalui Adam Alis. Akan tetapi, sepakan first time sang gelandang masih mampu ditepis Hilman Syah.

PSM akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-53. Memanfaatkan situasi bola mati, Yuran Fernandes sukses menanduk umpan Ananda Raehan untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Persib justru mencuri kemenangan di masa injury time. Julio Cesar mencetak gol penentu lewat sundulan memanfaatkan umpan Thom Haye pada menit ke-90+7.

Gol tersebut memastikan Persib membawa pulang kemenangan penting sekaligus menjaga peluang besar meraih gelar juara Super League musim ini.

Redaksi Energi Juang News

Bantahan untuk Presiden: Dolar Menguat, Desa Tetap Menanggung Beban

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang dolar menguat bahwa masyarakat desa tidak menggunakan dolar Amerika Serikat dalam transaksi sehari-hari mungkin dimaksudkan untuk menenangkan publik di tengah pelemahan rupiah.

Secara kasat mata, pernyataan itu memang tampak logis. Warga desa membeli beras dengan rupiah, membayar ongkos ojek dengan rupiah, dan berbelanja di warung pun menggunakan rupiah.

Namun dalam perspektif ekonomi politik modern, pandangan tersebut terlalu menyederhanakan persoalan. Ketika nilai tukar dolar AS menembus Rp17.600—jauh di atas asumsi APBN 2026 sebesar Rp16.500—dampaknya tidak berhenti di ruang-ruang perdagangan internasional atau pusat-pusat bisnis perkotaan. Pelemahan rupiah pada akhirnya akan menjalar hingga ke desa-desa, karena ekonomi Indonesia telah semakin terintegrasi dengan sistem global.

Desa memang tidak memakai dolar secara langsung, tetapi desa mengonsumsi efek dari dolar setiap hari. Dalam teori ekonomi terbuka, nilai tukar memiliki efek transmisi terhadap harga barang domestik melalui mekanisme imported inflation atau inflasi impor. Ekonom Rudiger Dornbusch menjelaskan bahwa depresiasi mata uang akan meningkatkan harga barang impor, lalu mendorong kenaikan biaya produksi dan harga konsumsi di dalam negeri.

Indonesia yang masih bergantung pada impor bahan baku, energi, pangan tertentu, hingga produk teknologi, otomatis rentan terhadap gejolak kurs.

Masalahnya, ketergantungan itu tidak hanya dirasakan masyarakat kota.

Desa hari ini bukan lagi entitas ekonomi tertutup seperti beberapa dekade lalu. Modernisasi ekonomi telah membuat kehidupan desa terhubung dengan rantai pasok nasional dan global.

Pupuk, pestisida, pakan ternak, alat pertanian, telepon genggam, onderdil kendaraan, hingga bahan bakar yang digunakan masyarakat desa memiliki keterkaitan dengan komponen impor atau harga global. Ketika rupiah melemah, biaya impor meningkat. Kenaikan itu lalu diteruskan ke distributor, pedagang, dan akhirnya konsumen akhir di desa.

Petani mungkin tidak membeli dolar, tetapi harga pupuk yang mereka beli bisa naik akibat dolar. Nelayan mungkin tak pernah memegang valuta asing, tetapi harga solar dan suku cadang mesin perahu tetap dipengaruhi kurs internasional. Bahkan pedagang kecil di pasar desa akan terdampak karena harga barang kebutuhan harian ikut meningkat.

Dalam perspektif teori ketergantungan (dependency theory) yang dikembangkan Andre Gunder Frank dan Fernando Henrique Cardoso, negara berkembang sering berada dalam posisi rentan terhadap dinamika ekonomi global karena struktur ekonominya masih bergantung pada pusat-pusat kapital internasional. Indonesia belum sepenuhnya mandiri dalam sektor industri strategis dan pangan.

Akibatnya, fluktuasi dolar memiliki daya tekan besar terhadap stabilitas ekonomi domestik, termasuk ekonomi rakyat kecil.
Karena itu, pernyataan bahwa masyarakat desa tidak menggunakan dolar berpotensi menyesatkan bila dipahami secara literal.

Pernyataan tersebut seolah membangun kesan bahwa pelemahan rupiah hanyalah persoalan elite ekonomi atau pelaku pasar. Padahal, dampak kurs justru paling berat sering kali dirasakan kelompok berpendapatan rendah yang daya belinya terbatas.

Dalam teori ekonomi kesejahteraan, inflasi merupakan “pajak tidak terlihat” bagi rakyat kecil. Kelompok miskin paling rentan karena sebagian besar pendapatannya habis untuk konsumsi dasar.

Ketika harga pangan, transportasi, dan kebutuhan produksi naik akibat depresiasi rupiah, masyarakat desa memiliki ruang adaptasi yang lebih sempit dibanding kelompok menengah atas.

Lebih jauh, pelemahan rupiah juga bisa berdampak pada anggaran negara. Pemerintah harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk pembayaran utang luar negeri, subsidi energi, dan impor strategis.

Bila tekanan fiskal meningkat, bukan tidak mungkin belanja sosial atau pembangunan desa ikut terpengaruh. Artinya, desa terkena dampak secara langsung maupun tidak langsung.

Pemerintah tentu perlu menjaga optimisme publik agar kepanikan pasar tidak semakin membesar. Namun optimisme harus dibangun di atas komunikasi ekonomi yang jujur dan realistis.

Publik perlu diberi pemahaman bahwa stabilitas nilai tukar bukan sekadar urusan pasar uang, melainkan berkaitan erat dengan harga kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari.

Alih-alih meremehkan dampak dolar terhadap desa, pemerintah seharusnya menjadikan momentum pelemahan rupiah sebagai alarm untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Ketergantungan impor harus dikurangi melalui penguatan industri domestik, hilirisasi yang nyata, serta pembangunan sektor pangan dan energi yang berdaulat. Desa juga perlu diperkuat sebagai basis produksi nasional, bukan sekadar pasar konsumsi.

Di era globalisasi ekonomi, batas antara desa dan pasar internasional semakin tipis. Masyarakat desa mungkin tidak menyimpan dolar di dompet mereka. Tetapi ketika rupiah melemah, merekalah yang sering kali pertama merasakan mahalnya kebutuhan hidup.

Oleh Hizkia Darmayana
(Pemimpin Redaksi Energi Juang News)

Pemerintah Thailand Selidiki Penyebab Tabrakan Kereta di Bangkok

Bangkok, Energi Juang News – Pemerintah Thailand akan menyelidiki secara menyeluruh penyebab tabrakan kereta dan bus di Bangkok. Pemerintah pun berkomitmen membantu para korban luka, kata Perdana Menteri (PM) Anutin Charnvirakul pada Sabtu (16/5) malam waktu setempat di lokasi kecelakaan.

Sekitar pukul 15.40 waktu setempat, sebuah kereta yang melaju dari Provinsi Chachoengsao menuju Bang Sue di Bangkok bertabrakan dengan sebuah bus di perlintasan kereta di pusat Bangkok, memicu kebakaran yang disertai suara ledakan kecil.
Sejumlah mobil dan sepeda motor lainnya juga terlibat dalam insiden tersebut.
Tim penyelamat bergegas menuju lokasi untuk memadamkan api dan melakukan operasi penyelamatan.

Kobaran api telah sepenuhnya dipadamkan, dan seluruh korban luka telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan delapan orang tewas dan 32 lainnya terluka, kata Kementerian Transportasi Thailand dalam sebuah pernyataan.
Seluruh korban tewas merupakan penumpang bus tersebut.

Dilaporkan bahwa seorang warga negara China yang mengalami luka ringan dalam kecelakaan tersebut dan sempat dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan telah meninggalkan rumah sakit dalam keadaan selamat.

Redaksi Energi Juang News

Libur Panjang, Pertamina Patra Tambah Penyaluran LPG 3 kilogram

Jakarta, Energi Juang News- PT Pertamina Patra Niaga menambah penyaluran sebanyak 5,8 juta tabung LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh tanah air selama libur panjang pekan ini.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, mengatakan penambahan fakultatif tersebut disalurkan secara bertahap di berbagai wilayah dengan mempertimbangkan tren konsumsi dan kebutuhan masyarakat.

“Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjaga ketahanan dan keandalan pasokan energi, khususnya LPG subsidi bagi masyarakat yang berhak,” ujarnya.

Roberth mengatakan penambahan penyaluran dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi LPG khususnya rumah tangga selama momentum libur panjang.

“Pertamina Patra Niaga menambah penyaluran LPG 3 kg secara nasional sebanyak 5,8 juta tabung. Langkah ini kami lakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan distribusi LPG subsidi berjalan lancar di seluruh wilayah,” sebut Roberth.

Ia menambahkan masyarakat diimbau untuk membeli LPG 3 kg sesuai peruntukannya dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi dapat merata dan tepat sasaran.

“LPG 3 kg merupakan produk subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, usaha mikro, nelayan sasaran, dan petani sasaran. Kami mengajak masyarakat mampu untuk menggunakan LPG nonsubsidi Bright Gas agar subsidi energi lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Pertamina Patra Niaga juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta agen dan pangkalan LPG untuk memastikan distribusi tambahan berjalan optimal selama masa libur panjang.

Redaksi Energi Juang News

Jokowi Melakukan Yoga Didepan Rumahnya

Solo, Energi Juang News – Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) melakukan olahraga yoga di depan rumahnya. Jokowi sempat mengikuti Yoga sekitar 5 menit.

Kegiatan itu diikuti sekira 20 orang yang didominasi perempuan. Jokowi tiba di kediaman sekira pukul 08.10 WIB dan ikut bergabung yoga.

Dengan memakai setelan jaket berwarna abu-abu, Jokowi mengikuti gerakan yang dipimpin oleh instruktur Woro Mogli. Jokowi memulai gerakan dengan meletakkan kedua tangannya di atas kaki yang bersila sembari menutup mata dan membuang napas.

Selanjutnya, Jokowi mengikuti gerakan dengan mengatupkan kedua tangan di dada dan menarik napas sebelum akhirnya meninggalkan matras.

Jokowi mengaku bahwa sering melakukan yoga di rumah. Setelah mengikuti yoga, Jokowi merasa lebih segar.

“Oh, saya sering kok, segar, setelah yoga, segar,” kata Jokowi sembari menuju mobilnya, Minggu (17/5/2026).

Sebelum mobilnya melaju, Jokowi sempat berseloroh mengucapkan 1-0.

“Maturnuwun, satu nol,” seloroh Jokowi.

Sementara itu, Founder Heloria Devi Putri mengatakan ada sekira 20-an yang mengikuti Yoga. Ia memilih tempat yoga di depan rumah Jokowi lantaran kawasan tersebut masih sejuk dan asri.

“Karena tempatnya asri, nyaman, dan kalau masih pagi udaranya masih bagus,” katanya ditanya soal memilih Gang Kutai sebagai lokasi yoga.

Redaksi Energi Juang News

Cristiano Ronaldo dan Al Nassr Gagal Sabet Gelar Juara

Riyadh, Energi Juang News- Gelar juara tampaknya tak juga diraih Cristiano Ronaldo bersama Al Nassr. Hal itu terjadi usai kekalahan di final AFC Champions League 2.

Ronaldo menolak mengambil medali runner-up. Pemain ikonik Portugal itu jadi starter Al Nassr saat menghadapi raksasa Jepang, Gamba Osaka, di Riyadh pada Minggu (17/5/2026). Penyerang Swedia Deniz Hummet jadi momok Al Nassr usai mencetak gol penentu kemenangan Gamba di babak pertama.

Setelah peluit panjang tanda permainan berakhir, Ronaldo berpisah dengan rekan-rekan setimnya dan berjalan menuju lorong pemain. Diwartakan Metro, pemain terbaik dunia lima kali itu tidak muncul lagi ketika pelatih Al Nassr Jorge Jesus memimpin para Al Nassr ke podium dalam pengalungan medali perak.

Tak bisa dipungkiri, kekalahan Al Nassr di final AFC Champions League 2 ini jadi pukulan lain bagi Cristiano Ronaldo. Sebelumnya, Al Nassr melewatkan peluang mengunci titel juara Liga Arab Saudi lebih cepat setelah ditahan Al Hilal 1-1.

Namun, Ronaldo masih berpeluang besar untuk akhirnya meraih gelar bergengsi perdana bersama Al Nassr. Pasalnya, Al Nassr masih unggul dua poin dari Al Hilal (2) di klasemen liga, dan kompetisi tinggal menyisakan satu pertandingan alias laga penentu.

Cristiano Ronaldo dan Al Nassr dijadwalkan menghadapi tim gurem Damac sedangkan Al Hilal akan melawan Al Fayha pada 21 Mei.

 

Redaksi Energi Juang News

Elvi Diana: Kinerja Positif Perbankan Nasional Tunjukkan Fundamental Yang Kuat

Elvi Diana CFP menilai kinerja intermediasi perbankan nasional tetap resilien

Jakarta, Energi Juang News – Elvi Diana CFP menilai kinerja intermediasi perbankan nasional tetap resilien di tengah tekanan ekonomi global. Menurutnya, fundamental sektor perbankan Indonesia masih relatif kuat, khususnya pada bank-bank besar milik negara seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa kinerja intermediasi perbankan domestik tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga di tengah gejolak ekonomi global yang memicu lonjakan harga energi dan meningkatnya volatilitas pasar keuangan internasional. OJK mencatat kredit perbankan tumbuh 9,49 persen yoy pada Maret 2026 dan mencapai Rp8.659,05 triliun. Angka ini meningkat dibanding Februari 2026 yang tumbuh 9,37 persen yoy. Kelompok Bank Umum Milik Negara (BUMN) menopang pertumbuhan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Elvi Diana menyatakan struktur bisnis yang kuat, dukungan negara, serta kemampuan menjaga kepercayaan publik membuat bank BUMN mampu menjaga pertumbuhan kredit dan profitabilitas di tengah ketidakpastian global.

Dominasi Dana Murah Kuatkan BRI

“Dalam teori intermediasi keuangan, bank yang memiliki basis dana murah kuat dan jaringan pembiayaan luas, sehingga bisa lebih adaptif menghadapi tekanan ekonomi eksternal. Bank-bank BUMN seperti BRI memiliki keunggulan itu,” ujar Elvi dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).

Elvi menjelaskan, salah satu faktor utama yang membuat BRI mampu mempertahankan kinerja positif adalah dominasi dana murah atau current account saving account (CASA) yang memperkuat efisiensi biaya dana. Kondisi tersebut membuat margin bunga bersih tetap terjaga meski terjadi tekanan suku bunga global.

Menurut Elvi, hal itu sejalan dengan teori bank efficiency structure yang Demsetz (1973) kemukakan. Lembaga keuangan dengan efisiensi operasional tinggi cenderung memiliki profitabilitas dan daya tahan lebih baik dibanding kompetitor dalam situasi krisis maupun ketidakpastian ekonomi.

“BRI memiliki kekuatan pada sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi domestik. Ketika ekonomi global bergejolak, permintaan kredit berbasis konsumsi dan usaha rakyat di dalam negeri masih mampu menopang pertumbuhan intermediasi,” katanya.

Ia menambahkan, diversifikasi portofolio kredit juga menjadi faktor penting yang menjaga kualitas aset perbankan tetap terkendali. Dengan sebaran kredit yang luas, bank meminimalkan risiko konsentrasi pembiayaan sehingga profil risiko tetap sehat.

Elvi juga menyoroti keberhasilan transformasi digital perbankan BUMN yang meningkatkan efisiensi layanan dan memperluas inklusi keuangan. Menurutnya, digitalisasi memperkuat kemampuan bank dalam menghimpun dana masyarakat sekaligus menekan biaya operasional.

“Teori financial resilience menjelaskan bahwa institusi keuangan yang mampu beradaptasi melalui inovasi teknologi dan penguatan manajemen risiko akan lebih mampu bertahan dalam tekanan ekonomi global,” ujarnya.

NII Tumbuh 11,9 Persen di Kuartal I-2026

Elvi menyebut BRI mencatat NII Rp40,155 triliun pada kuartal I-2026, naik 11,9% yoy. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan fungsi intermediasi BRI masih berjalan sangat baik di tengah volatilitas global.

“Kenaikan NII menunjukkan kemampuan bank menjaga keseimbangan antara penyaluran kredit dan penghimpunan dana masyarakat. Ini menjadi indikator penting bahwa fundamental bisnis perbankan masih solid,” kata Elvi.

Lebih lanjut, ia menilai kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap institusi keuangan milik negara memperkuat ketahanan bank-bank BUMN. Teori behavioral finance menyatakan: kepercayaan publik menjaga stabilitas keuangan, apalagi saat pasar global tak pasti.

Karena itu, Elvi optimistis perbankan nasional masih punya ruang tumbuh sepanjang 2026 jika makroekonomi stabil.

“Selama konsumsi domestik, UMKM, dan investasi pemerintah berjalan, bank BUMN seperti BRI tetap berpotensi jadi motor pertumbuhan intermediasi.” pungkasnya.

Redaksi Energi Juang News

Pengamat Sosial Hizkia Darmayana: Fitur Eksklusif Instagram, Relasi Dikomersialisasi dan Fans jadi Komoditi

Jakarta, Energi Juang News- Pengamat Sosial Hizkia Darmayana menilai fenomena fitur eksklusif para selebritis di media sosial Instagram merupakan gejala baru dari transformasi media sosial menjadi ruang ekonomi digital berbasis kedekatan emosional.

Menurutnya, fitur-fitur eksklusif seperti konten khusus pelanggan, “Close Friends” berbayar, hingga layanan langganan premium menunjukkan bahwa relasi antara publik dan selebritis kini semakin dikomersialisasi.

Tenaga Ahli Anggota DPR RI itu menyatakan, fenomena tersebut dapat dipahami sebagai bentuk perkembangan ekonomi kreator (creator economy) yang memberi peluang bagi figur publik untuk memperoleh penghasilan langsung dari pengikut mereka tanpa bergantung sepenuhnya pada iklan dan sponsor. Instagram sendiri diketahui tengah mengembangkan layanan premium dan fitur langganan eksklusif bagi kreator serta pengguna.

“Fenomena ini menunjukkan media sosial telah berkembang dari sekadar ruang interaksi menjadi ruang ekonomi atensi. Selebritis tidak lagi hanya mendapat uang dari brand atau korporasi, kini mereka juga mencari uang dari fans atau penggemarnya,” ujar Hizkia ketika diwawancarai oleh jaringan televisi swasta nasional, baru-baru ini.

Ia mengatakan, dalam perspektif teori ekonomi politik media yang dikembangkan Vincent Mosco, media digital saat ini bekerja dengan logika komodifikasi. Bukan hanya konten yang menjadi komoditas, tetapi juga hubungan sosial, perhatian publik, dan rasa kedekatan emosional antara penggemar dengan tokoh publik.

“Maknanya, fans pun menjadi komoditi melalui fitur eksklusif Instagram ini,” ujarnya.

Hizkia pun mengingatkan terdapat sisi kritis dari fenomena tersebut. Ia menilai eksklusivitas digital berpotensi memperlebar kesenjangan sosial di ruang virtual, di mana akses terhadap interaksi personal dengan figur publik menjadi sesuatu yang harus dibeli.

“Ketika akses terhadap perhatian selebritis hanya diberikan kepada mereka yang mampu membayar, media sosial perlahan bergerak dari ruang publik digital menuju ruang privat berbayar. Ini bisa melahirkan stratifikasi sosial baru di dunia maya,” katanya.

Hizkia mengaitkan fenomena tersebut dengan teori simulakra dari Jean Baudrillard yang menyebut masyarakat modern semakin hidup dalam realitas semu. Menurutnya, fitur eksklusif kerap menciptakan ilusi kedekatan antara selebritis dan penggemar, padahal relasi tersebut tetap bersifat transaksional dan dikendalikan algoritma platform.

Karena itu, Hizkia menilai masyarakat perlu tetap bersikap kritis terhadap berbagai fitur eksklusif di media sosial. Menurutnya, tidak semua bentuk kedekatan digital merupakan hubungan sosial yang autentik.

“Media sosial memang memberi ruang kreativitas dan peluang ekonomi, tetapi publik juga harus sadar bahwa algoritma bekerja untuk mengubah perhatian manusia menjadi keuntungan ekonomi,” tutup Hizkia.

 

Redaksi Energi Juang News