Rabu, Mei 27, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 48

Pin Emas Kapolri untuk Pengungkap 516 Kg Sabu

Pin Emas Kapolri untuk Pengungkap 516 Kg Sabu

Energi Juang News, Jakarta – Delapan anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menerima penghargaan bergengsi dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Penghargaan berupa pin emas itu diberikan setelah mereka berhasil membongkar jaringan narkotika internasional dengan barang bukti sabu seberat 516 kilogram.

Penghargaan Diserahkan Langsung oleh Kapolda

Pin emas tersebut disematkan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri dalam apel perwira menengah di halaman gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Rabu (22/4/2026). Sejumlah pejabat utama (PJU) turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Asep menilai para personel menunjukkan kinerja luar biasa dalam menjalankan tugas. Keberhasilan ini sekaligus mempertegas komitmen kepolisian dalam memerangi peredaran narkotika berskala internasional.

Apresiasi atas Kerja Tim dan Dedikasi

Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras anggota di lapangan.

“Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja luar biasa anggota dalam mengungkap jaringan narkotika internasional dengan barang bukti sabu seberat 516 kilogram. Saya mengucapkan selamat atas keberhasilan yang telah dicapai, dan saya minta agar prestasi ini dipertahankan bahkan terus ditingkatkan. Ini bukan hanya prestasi individu, tetapi juga hasil kerja keras dan sinergi tim,” ujar Kapolda.

Dampak Besar bagi Masyarakat

Asep menekankan, pengungkapan dalam jumlah besar ini membawa dampak luas bagi masyarakat. Upaya tersebut dinilai mampu menyelamatkan banyak generasi dari ancaman narkoba.

“Pengungkapan ini telah menyelamatkan banyak generasi bangsa dari bahaya narkoba. Saya harap ini menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus bekerja profesional, berintegritas, dan konsisten dalam memberantas peredaran narkotika. Jadilah Polisi yang bermanfaat.” tambahnya.

Daftar Penerima Penghargaan

Adapun delapan personel yang menerima pin emas tersebut yaitu Kombes Ahmad David, Kombes Dedy Anung, AKBP Ade Candra, AKP Abdul Muchzin Guntur Muarif, Ipda Hermanto, Aiptu Yanto, Briptu Nachroy Noer Arifin, dan Briptu Dava Rizki Aulia R.

Penghargaan ini diharapkan memicu semangat seluruh anggota kepolisian untuk terus meningkatkan kinerja serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Redaksi Energi Juang News

Rumput Tetangga Lebih Hijau Dari Pada Rumput Sendiri

Ngintip Viral
Ngintip Viral

Energi Juang News, Solo – Aneh juga kelakuan Penthol, 32, pria pengangguran dari Solo ini. Di rumah sudah punya istri sendiri, kok masih juga demen ngintip dan merekam bini tetangga mandi.

Ulahnya terungkap setelah Ny. Tutik, 28, tahu gara-gara gambar beradegan bugilnya masuk medsos.

Selidik punya selidik ternyata pelakunya Penthol, Ny Tutik segera lapor polisi.

Ternyata beberapa pakaian dalam Ny. Tutik juga banyak yang menjadi koleksi Penthol. Mungkin ia terobsesi hingga luar dalam, hingga dalaman Ny. Tutik.

Sudah menjadi sifat manusia, selalu mengagumi barang orang lain, meski dia sendiri di rumah juga punya itu barang. Karena mungkin rumput Ny. Tutik lebih lebat disbanding rumput dihalaman sendiri.

Kalau boleh meminjam istilah:  rumput tetangga lebih hijau dari pada rumput sendiri

Jika ada perbedaan, hanya karena suasana saja. Milik sendiri bisa dilihat kapan saja, sedangkan milik orang lain jika mau lihat harus nyolong-nyolong dengan segala resikonya.

Penthol adalah lelaki warga Lambeyan Solo termasuk yang senang menjelajah daleman orang berikut resikonya. Istri sendiri lumayan cantik, mandi kapan pun bebas mengintipnya tak direkam.

Melihat kemolekan tubuh Ny,Tutik tak heran ia masih pengin juga lihat tetangganya itusaat mandi dalam kondisi tanpa busana, sambal megangin sentolopnya.

Supaya dia bisa mengoleksinya, setiap bini tetangga itu mandi lalu ia merekam pakai HP, lewat ventilasi kamar mandi. Gambar itu tak hanya menjadi koleksi pribadi, tapi lalu diunggah di medsos, sehingga menjadi viral, dengan judul Tetangga STW.

Lama-lama resiko itu mulai tampak, Ny. Tutik mendengar bahwa foto bugilnya beredar di jagad maya dan viral.

Penasaran siapa pengunggahnya, Ny. Tutik melakukan investigasi mandiri. Usut punya usut, siapa cameramen sekaligus produser pelaksananya Tetangga STW? Ehh ternyata Penthol tetangga sendiri pelakunya.

Tutik segera lapor ke Polsek Lambeyan dan Penthol pun ditangkap.

Polisi pun geleng-geleng kepala, lha wong di rumah sudah punya sendiri kok masih dibela-belain ngintip punya orang dan merekamnya.

Dalam pemeriksaan terungkap, tak hanya merekam Ny. Tutik mandi, Penthol juga banyak koleksi celana dalam milik bini tetangganya itu.

Saksi korban kini baru tahu, celdamnya sering hilang dari jemuran, ternyata dicuri oleh Penthol.

Dikirinya hanya  terbang kebawa angin, ternyata baru sadar ada tetangga yang jadi kolektornya.

Redaksi Energi Juang News

 

Selis Teniwut dan Nafas Panjang Musik Saxophone dari Tanah Kei

Selis
Selis

Energi Juang News, Jakarta – Di tengah derasnya arus musik digital dan tren viral yang datang silih berganti, ada cerita-cerita sunyi namun kuat dari para musisi yang menapaki jalannya dengan penuh kesabaran. Salah satunya adalah Selis Teniwut atau yang lebih dikenal sebagai Pace saxophone seorang pemain saxophone yang membuktikan bahwa konsistensi dan kecintaan terhadap musik bisa menjadi fondasi karier yang kokoh.

Jejak Awal dan Inspirasi

Perjalanan Selis dimulai sejak tahun 2013, sebuah fase yang bagi sebagian orang mungkin masih tahap coba-coba, tapi bagi dirinya adalah titik awal keseriusan. Berbekal pendidikan musik di Salatiga, ia menemukan bukan hanya teknik, tetapi juga identitas musikalnya. Di sinilah musik bukan sekadar bunyi, melainkan bahasa jiwa.

Setiap musisi punya kompas artistik sosok yang menjadi panutan. Bagi Selis, inspirasi itu datang dari Kenny G, legenda saxophone dunia yang dikenal dengan gaya smooth jazz-nya yang khas.

Dalam sebuah wawancara, Selis pernah mengatakan bahwa Kenny G bukan sekadar idola, tetapi juga sumber motivasi untuk terus berkembang. Dari teknik pernapasan, penguasaan nada, hingga ekspresi panggung semuanya menjadi referensi penting dalam membentuk karakter musikalnya.

Namun, yang menarik, Selis tidak berhenti pada meniru. Ia mengolah inspirasi tersebut menjadi sesuatu yang lebih lokal, lebih personal, dan lebih membumi. Di sinilah letak kekuatan musisi daerah: mampu menggabungkan pengaruh global dengan identitas lokal.

Tantangan di Atas Panggung

Menjadi pemain saxophone bukan perkara mudah. Instrumen ini dikenal cukup kompleks tidak hanya secara teknis, tetapi juga secara fisik. Kontrol napas menjadi kunci utama, sementara sensitivitas terhadap suara membuat pemain harus benar-benar “menyatu” dengan alatnya.

Selis mengakui bahwa salah satu tantangan terbesar adalah ketika perform di panggung dengan sound system yang tidak mendukung. Bagi musisi lain mungkin masih bisa beradaptasi, tetapi bagi saxophonist, kualitas audio sangat krusial karena berkaitan langsung dengan intonasi dan dinamika permainan.

Bayangkan memainkan nada penuh emosi, tapi tidak terdengar jelas oleh audiens tentu itu menjadi pengalaman yang cukup menyakitkan bagi seorang musisi. Namun justru dari situ, mental dan profesionalisme diuji.

Salah satu pencapaian penting dalam karier Selis adalah ketika ia mendapat kesempatan untuk mengiringi Quino Big Mountain, vokalis dari band reggae internasional Big Mountain.

Pengalaman ini bukan hanya soal panggung besar, tetapi juga validasi bahwa kualitas musisi daerah mampu bersaing di level global. Tidak semua orang mendapat kesempatan seperti ini, dan bagi Selis, momen tersebut menjadi bukti bahwa kerja kerasnya tidak sia-sia.

Selain itu, ia juga sering mengiringi berbagai penyanyi baik dari dalam maupun luar negeri, menjadikannya sosok yang fleksibel dan adaptif dalam berbagai genre musik.n

Bagi sebagian orang, musik mungkin hanya hobi. Tapi bagi Selis, ini adalah sumber penghidupan. Profesi sebagai saxophonist telah membantu ekonomi keluarganya sebuah realitas yang sering luput dari romantisasi dunia musik.

Di sinilah kita melihat sisi lain dari industri musik: bukan hanya soal panggung gemerlap, tetapi juga tentang tanggung jawab dan keberlanjutan hidup. Selis menjalani semuanya dengan rasa syukur, tanpa kehilangan semangat untuk terus berkarya.

Visi Besar untuk Tanah Kei

Lebih dari sekadar karier pribadi, Selis memiliki visi yang lebih besar: memajukan musik di tanah Kei. Ia berharap semakin banyak anak muda yang tertarik mempelajari saxophone dan musik secara umum.

Ajakan sederhana namun kuat yang ia sampaikan “Mari kita berkarya melalui musik untuk memajukan tanah Kei” menjadi refleksi bahwa musik bisa menjadi alat perubahan sosial dan budaya.

Di era sekarang, ketika banyak anak muda lebih tertarik pada popularitas instan, cerita seperti ini menjadi penting. Bahwa berkarya membutuhkan proses, dedikasi, dan keberanian untuk tetap setia pada passion.

Kisah Selis Teniwut adalah pengingat bahwa musik bukan hanya tentang tren, tetapi tentang perjalanan. Di tengah dominasi algoritma dan platform streaming, masih ada ruang bagi musisi yang memilih jalur autentik.

Saxophone, dengan karakter suaranya yang hangat dan emosional, mungkin tidak selalu menjadi pilihan utama di industri pop saat ini. Namun justru di situlah letak keunikannya. Instrumen ini menawarkan kedalaman yang sulit digantikan oleh teknologi.

Selis adalah contoh nyata bagaimana seorang musisi bisa tetap relevan tanpa harus kehilangan jati diri. Ia tidak sekadar mengikuti arus, tetapi menciptakan arusnya sendiri pelan, namun pasti.

Redaksi Energi Juang News

Menimbang “Invasi” K-Pop dan Spirit Trisakti dalam Pembangunan Kebudayaan Nasional

Rencana Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk meningkatkan jumlah konser K-Pop di Indonesia, menyusul pertemuannya dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada 1 April lalu, patut dikaji secara kritis. Di tengah arus globalisasi budaya yang kian deras, kebijakan semacam ini tidak bisa dipisahkan dari kerangka ideologis bangsa, terutama ajaran Sukarno tentang Trisakti, yang menegaskan pentingnya “berkepribadian dalam kebudayaan”.

Dalam perspektif Trisakti, kebudayaan bukan sekadar ekspresi estetika, melainkan manifestasi jati diri bangsa. Sukarno menekankan bahwa bangsa yang merdeka harus mampu berdiri di atas kebudayaannya sendiri, bukan menjadi konsumen pasif budaya asing.

Di titik ini, peningkatan intensitas konser K-Pop—sebagai bagian dari gelombang Korean Wave (Hallyu)—berpotensi menggeser orientasi kebudayaan nasional ke arah ketergantungan simbolik.

Secara teoretis, fenomena ini dapat dibaca melalui konsep cultural imperialism yang dikemukakan oleh Herbert Schiller. Schiller menjelaskan bahwa dominasi budaya global oleh negara tertentu bukanlah proses netral, melainkan bagian dari ekspansi kekuasaan melalui medium simbolik.

Dalam konteks ini, K-Pop bukan sekadar hiburan, tetapi instrumen soft power yang secara sistematis membangun preferensi, selera, bahkan identitas generasi muda di negara lain.

Lebih jauh, Joseph Nye dalam teorinya tentang Soft Power menegaskan bahwa kekuatan suatu negara tidak hanya diukur dari militer atau ekonomi, tetapi juga dari kemampuannya memengaruhi pihak lain melalui daya tarik budaya.

Korea Selatan telah membuktikan keberhasilan strategi ini: K-Pop, drama, dan industri hiburannya menjadi alat diplomasi yang efektif untuk memperluas pengaruh global.

Masalahnya, ketika Indonesia justru membuka ruang yang semakin luas bagi penetrasi soft power negara lain tanpa strategi timbal balik yang kuat, maka posisi kita menjadi subordinat dalam ekosistem budaya global. Alih-alih menjadi produsen budaya, Indonesia berisiko terjebak sebagai pasar konsumsi.

Padahal, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa—dari musik tradisional, seni pertunjukan, hingga narasi lokal yang beragam. Dalam kerangka glocalization yang dikemukakan Roland Robertson, globalisasi tidak harus berarti homogenisasi. Justru, kekuatan lokal dapat menjadi daya tarik global jika dikemas dengan strategi yang tepat.

Dengan demikian, arah kebijakan kebudayaan seharusnya tidak berhenti pada membuka panggung bagi budaya asing, tetapi mendorong ekspansi budaya nasional ke tingkat global. Negara perlu berperan aktif sebagai fasilitator—melalui investasi, diplomasi budaya, hingga penguatan industri kreatif—agar produk budaya Indonesia mampu bersaing di pasar internasional.

Di sinilah relevansi Trisakti menjadi sangat penting. “Berkepribadian dalam kebudayaan” bukan berarti menutup diri dari pengaruh luar, melainkan memastikan bahwa interaksi global tidak menggerus identitas nasional. Keterbukaan harus disertai dengan kedaulatan kultural.

Oleh karena itu, kebijakan memperbanyak konser K-Pop seharusnya diimbangi—bahkan didahului—oleh strategi besar menjadikan budaya Indonesia sebagai soft power global. Tanpa itu, negara justru berperan sebagai fasilitator “invasi” budaya asing di ruang domestiknya sendiri.

Pada akhirnya, pertanyaan mendasarnya bukan apakah K-Pop boleh hadir di Indonesia, melainkan: di mana posisi Indonesia dalam pertarungan budaya global?

Jika Trisakti masih menjadi pijakan ideologis, maka jawabannya jelas—Indonesia harus menjadi subjek, bukan objek, dalam arus globalisasi kebudayaan.

 

Oleh Esteria Tamba
(Jurnalis Energi Juang News)

 

Redaksi Energi Juang News

Demo Kaltim Ricuh, Rudy Mas’ud Akhirnya Bersuara

Demo Kaltim Ricuh, Rudy Mas’ud Akhirnya Bersuara

Energi Juang News, Jakarta- Aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur berubah tegang hingga berujung kericuhan. Massa yang datang sejak siang hari kehilangan kesabaran setelah tak mendapat respons langsung dari pihak pemerintah.

Rudy Mas’ud Tanggapi Demo Lewat Video

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyampaikan respons melalui video di akun Instagram resmi Pemprov Kaltim. Pernyataan itu muncul setelah aksi yang berlangsung hingga jelang magrib pada Selasa (21/4/2026).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak. Adik-adik mahasiswa, lapisan masyarakat, TNI Polri yang menjaga, keamanan situasi kondusif, sampai berakhirnya penyampaian aspirasi di Bumi Etan,” katanya seperti dikutip Liputan6.com, Rabu (22/4/2026).

Ia juga mengapresiasi kritik dan masukan dari masyarakat. Menurutnya, peran publik penting dalam mengawasi jalannya pemerintahan.

“Kami sangat berharap adik-adik mahasiswa, masyarakat, dan seluruh lapisan bisa selalu menjadi mata telinga kami di dalam melaksanakan perbaikan dan evaluasi kinerja kerja pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Di dalam melaksanakan kontrol sosial serta evaluasi menyeluruh,” katanya.

Rudy menegaskan pihaknya akan mempercepat perbaikan kinerja melalui kolaborasi dan koordinasi lintas sektor.

“Pastinya di tangan kalianlah masa depan Kalimantan Timur, akhirnya akan ditentukan takdirnya. Sekali lagi terima kasih masukan dari adik-adik mahasiswa, lapisan masyarakat, dan seluruh elemen-elemen yang tetap menjadi kontrol sosial. Masukan hari ini sangat berarti dan sangat berkelas,” katanya.

“Semoga ke depan kami dan seluruh pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berakselerasi untuk bisa memperbaiki kinerja kerja kami ke depannya.”

Massa Kecewa, Gubernur Tak Temui Aksi

Aksi yang diikuti lebih dari 4.000 orang awalnya berjalan damai. Massa bergerak dari DPRD Kaltim dan menyampaikan orasi di depan kantor gubernur.

Namun situasi berubah ketika tidak ada perwakilan pemerintah yang menemui mereka hingga sore hari. Kekecewaan meningkat setelah muncul kabar bahwa Rudy Mas’ud berada di dalam kantor, tetapi tidak keluar.

Salah satu peserta aksi, Ray (22), menyampaikan kekecewaannya.

“Kami sudah menunggu lama, bahkan dengar beliau ada di dalam, tapi tidak ada yang keluar. Itu yang membuat suasana jadi panas,” ujarnya.

Aksi Berujung Ricuh, Aparat Turun Tangan

Ketegangan memuncak menjelang malam. Aparat kepolisian akhirnya membubarkan massa menggunakan water cannon sekitar pukul 18.30 WITA.

Sebagian peserta aksi memilih mundur. Namun, sejumlah massa tetap bertahan di sekitar kawasan dekat Bank Indonesia. Bentrokan kecil sempat terjadi, ditandai dorong-dorongan dan lemparan antara massa dan petugas.

Puncak kericuhan berlangsung sekitar pukul 19.30 hingga 20.00 WITA. Setelah itu, aparat berhasil memukul mundur massa dan kondisi perlahan kembali terkendali.

Redaksi Energi Juang News

Temuan Gas Raksasa RI Disorot Media Dunia

Temuan Gas Raksasa RI Disorot Media Dunia

Energi Juang News, Jakarta- Sorotan tajam datang dari media internasional terhadap kabar penemuan cadangan gas alam besar di Indonesia oleh perusahaan energi asal Italia, Eni. Kantor berita AFP mengangkat isu ini dalam laporan berjudul ‘Major’ Indonesian natural gas find announced pada Selasa (21/4/2026).

Potensi Besar di Lepas Pantai Kalimantan

Temuan tersebut berada sekitar 70 kilometer dari pesisir Kalimantan Timur. Eni memperkirakan cadangan mencapai 5 triliun kaki kubik gas dan sekitar 300 juta barel kondensat.

AFP menilai skala temuan ini sangat signifikan, terutama bagi kebutuhan energi global. Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyebut penemuan ini akan “membuka volume baru yang signifikan untuk pasar domestik dan internasional”.

Pemerintah Indonesia juga merespons positif kabar tersebut karena dinilai memperkuat posisi energi nasional.

Produksi Diproyeksi Melonjak Tajam

“Ini adalah penemuan raksasa. Selain gas, pada 2028 kita juga akan memproduksi sekitar 90.000 barel kondensat. Dan pada 2029-2030 jumlah itu bisa meningkat lebih lanjut menjadi 150.000 barel,” ujar laman itu mengutip Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.

“Temuan ini membuktikan bahwa Indonesia masih memiliki peluang signifikan untuk mengoptimalkan potensi minyak dan gasnya sebagai pilar keamanan energi nasional dan upaya mencapai swasembada energi,” tambahnya lagi.

Produksi gas Eni di Indonesia diperkirakan naik drastis. Dari kisaran 600-700 MMSCFD saat ini, angkanya bisa melonjak menjadi 2.000 MMSCFD pada 2028, lalu menembus 3.000 MMSCFD dalam dua tahun berikutnya.

Kenaikan produksi kondensat juga diharapkan dapat menekan ketergantungan impor minyak.

Dampak ke Situasi Energi Global

Media internasional mengaitkan temuan ini dengan kondisi energi global yang belum stabil akibat konflik di Timur Tengah. Harga minyak dunia saat ini berada di sekitar US$100 per barel, jauh di atas asumsi APBN Indonesia yang berada di angka US$70 per barel.

Dalam situasi seperti ini, penguatan pasokan energi domestik menjadi langkah strategis.

Presiden Prabowo Subianto juga aktif membuka peluang kerja sama energi dengan negara lain. Saat berkunjung ke Moskow, ia bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas potensi pengadaan minyak jangka panjang.

“Tidak ada angka spesifik yang kami miliki, tetapi ini akan menjadi jangka panjang untuk keamanan energi,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Achmad Mulachela.

Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Data International Energy Agency (IEA) menunjukkan gas alam menyumbang 15,6% dari total pasokan energi Indonesia dan 12,9% untuk pembangkit listrik pada 2023.

Dengan adanya temuan terbaru ini, peluang Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi semakin terbuka lebar. Selain memenuhi kebutuhan domestik, Indonesia juga berpotensi memainkan peran lebih besar di pasar energi global.

Redaksi Energi Juang News

Gus Falah: Pengesahan UU Perlindungan Saksi dan Korban Perkuat Posisi Hukum Korban

Gus Falah: Pengesahan UU PSdK Perkuat Posisi Hukum Korban

Energi Juang News, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Nasyirul Falah Amru (Gus Falah), menyatakan bahwa pengesahan Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban (UU PSdK) dalam Rapat Paripurna ke-17 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (21/4/2026), merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi hukum saksi dan korban dalam sistem peradilan pidana di Indonesia.

Jaminan Komprehensif Negara

Menurut Gus Falah, kehadiran regulasi ini menegaskan komitmen negara dalam memberikan jaminan perlindungan yang lebih komprehensif terhadap saksi dan korban tindak pidana.

“UU ini tidak hanya mempertegas hak-hak saksi dan korban, tetapi juga memastikan negara hadir secara nyata, termasuk dalam bentuk kompensasi yang dijamin oleh negara,” ujarnya, Selasa (22/4/2026).

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR itu melanjutkan, penguatan perlindungan saksi dan korban merupakan bagian integral dari perlindungan hak asasi manusia dalam sistem hukum modern. Gus Falah menegaskan bahwa perlindungan terhadap saksi dan korban adalah prasyarat penting bagi tegaknya keadilan, karena tanpa jaminan keamanan dan hak yang memadai, proses pembuktian dalam peradilan pidana akan rentan terganggu.

Hal ini sejalan dengan prinsip yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban beserta perubahannya, yang menempatkan perlindungan saksi dan korban sebagai bagian dari hak konstitusional warga negara .

Optimalisasi Hak Kompensasi

Lebih lanjut, Gus Falah menyoroti bahwa penguatan aspek kompensasi dalam UU PSdK menjadi bukti konkret keberpihakan negara kepada korban.

Dalam kerangka hukum sebelumnya, mekanisme kompensasi dan restitusi memang telah diatur, namun implementasinya dinilai masih belum optimal. Dengan pengesahan UU ini, negara diharapkan mengambil peran lebih aktif dalam menjamin pemulihan korban secara menyeluruh.

Perluasan Layanan ke Daerah

Selain itu, penguatan kelembagaan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban juga menjadi poin penting dalam UU tersebut. LPSK sebagai lembaga yang bertugas memberikan perlindungan dan pemenuhan hak saksi dan korban memiliki mandat yang semakin kuat, termasuk melalui perluasan jangkauan layanan hingga ke daerah.

Secara normatif, LPSK memang memiliki kewenangan memberikan perlindungan serta hak-hak lain kepada saksi dan korban sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan .

“Perluasan kantor perwakilan LPSK di daerah adalah langkah krusial agar akses terhadap perlindungan hukum tidak lagi terpusat di Jakarta, melainkan menjangkau seluruh wilayah Indonesia,” tegasnya.

Penguatan kelembagaan ini juga selaras dengan perkembangan sebelumnya dalam perubahan UU Perlindungan Saksi dan Korban, yang menitikberatkan pada peningkatan kewenangan, perluasan subjek perlindungan, serta penguatan koordinasi antar lembaga.

“Dengan disahkannya UU PSdK, Indonesia semakin mendekati sistem peradilan pidana yang berkeadilan, berperspektif korban, dan menjunjung tinggi prinsip due process of law. Kita harus mengawal agar implementasi UU ini dapat berjalan efektif dan konsisten, sehingga kepercayaan publik terhadap sistem hukum semakin meningkat,” pungkasnya.

Redaksi Energi Juang News

Prabowo-Luhut Bahas Strategi Ekonomi Nasional

Prabowo-Luhut Bahas Strategi Ekonomi Nasional

Energi Juang News, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka. Pertemuan ini berlangsung di tengah dinamika global yang terus berubah.

Bahas Kondisi Ekonomi dan Tekanan Global

Melalui akun Instagram @luhut.pandjaitan, seperti dilihat, Rabu (22/4/2026), Luhut mengungkapkan hasil simulasi terbaru dari Dewan Ekonomi Nasional. Ia menyebut kondisi ekonomi Indonesia dalam tiga bulan ke depan masih relatif stabil.

Namun, pemerintah tetap menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Fokus utamanya adalah menghadapi potensi dampak konflik global yang berkepanjangan.

“Namun, kami juga telah menyiapkan skenario usulan kebijakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan; terutama jika konflik global ini berlangsung lebih lama dari yang kita perkirakan. Salah satu yang kami cermati adalah lonjakan harga energi. Bukan hanya soal harga minyak mentahnya, tapi juga ‘gap’ harga antara minyak mentah dan produk BBM yang membesar,” ujar Luhut.

Ancaman Rantai Pasok dan Komoditas Strategis

Selain energi, perhatian juga tertuju pada gangguan rantai pasok global. Beberapa komoditas strategis dinilai rentan terdampak.

“Selain energi, kami juga mencermati gangguan rantai pasok komoditas strategis lainnya, seperti sulfur yang krusial bagi hilirisasi nikel dan baterai kendaraan listrik,” lanjutnya.

Meski ada tekanan, pemerintah masih optimistis. Berbagai indikator menunjukkan ekonomi nasional tetap bisa dikendalikan.

Defisit Dijaga, Deregulasi Dipercepat

Luhut memastikan defisit APBN tetap berada di bawah 3 persen. Pemerintah akan menekan belanja dan memaksimalkan penerimaan dari ekspor komoditas seperti batu bara dan sawit.

“Aktivitas ekonomi dijaga melalui percepatan deregulasi sebagai bentuk stimulus non fiskal bagi dunia usaha. Saya sampaikan kepada Presiden bahwa hambatan struktural di lapangan harus diselesaikan agar perizinan lebih sederhana dan dunia usaha tetap memiliki kepastian untuk bergerak,” tutur Luhut.

Dorong Transformasi Digital dan Arus Modal Global

Pemerintah juga melihat peluang di tengah tekanan global. Transformasi digital menjadi salah satu fokus utama.

“Melakukan percepatan dalam transformasi digital, serta mendorong pembangunan Indonesia Financial Center, mengingat kita perlu bersiap mengambil alih pergeseran arus modal global. Dengan langkah terukur dan kolaborasi yang solid, diharapkan Indonesia tidak hanya mampu menjaga stabilitas, tetapi juga mengambil kesempatan untuk melakukan lompatan kemajuan,” sambungnya.

Pertemuan tersebut diketahui berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (21/4). Luhut juga membagikan momen diskusi tersebut melalui unggahan fotonya.

Redaksi Energi Juang News

Kemenperin Perkuat Ekosistem Digital Nasional Melalui Proyek Apple

Energi Juang News, Jakarta- Ekosistem digital nasional akan diperkuat melalui kolaborasi strategis lewat pengembangan Apple Developer Academy dan Apple Developer Institute di Indonesia. Demikian upaya Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam keterangan dikutip di Jakarta, Rabu, menyatakan langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pengembangan talenta digital sekaligus memperkuat industri berbasis inovasi di dalam negeri.

Pihaknya, kata dia, terus mendorong penguatan industri telepon seluler dan komputer tablet nasional melalui kebijakan strategis serta kemitraan dengan pelaku industri global, termasuk Apple.

Adapun pada Selasa (21/4/2026), telah dilaksanakan peresmian Apple Developer Academy kelima serta lima Apple Developer Institute yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, dengan seremoni peresmian bertempat di Apple Developer Institute for Professionals, Jakarta.

Menurut dia, pembukaan fasilitas tersebut merupakan bagian dari komitmen yang telah disepakati bersama antara Pemerintah Indonesia, khususnya Kemenperin dengan Apple.

Pemerintah menilai perusahaan tersebut terus menjaga komitmennya dengan merealisasikan berbagai poin kerja sama secara bertahap sesuai substansi nota kesepahaman yang telah disepakati.

“Di dalam kesepakatan tersebut terdapat pengembangan Apple Academy, Apple Institute, kegiatan riset dan pengembangan, serta berbagai program lainnya. Pemerintah memberikan apresiasi atas konsistensi Apple dalam menjalankan seluruh komitmen tersebut. Ini menjadi sinyal positif bahwa Apple memiliki komitmen kuat terhadap pasar Indonesia,” ujar Menperin.

Berdasarkan keterangan resmi Apple, pembukaan institut pertama di Indonesia tersebut akan memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh keterampilan tingkat lanjut di bidang pengkodean, desain, pemasaran, serta teknologi mutakhir seperti pengembangan gim, kecerdasan buatan, dan development operations.

Seluruh akademi dan institut Apple di Indonesia ditargetkan dapat mendukung hampir 1.000 pelajar setiap tahun mulai 2026.

Menperin juga mengapresiasi kualitas peserta program yang dinilai sangat impresif. Menurutnya, salah satu kekuatan ekosistem pendidikan Apple adalah adanya kesinambungan pembinaan, di mana lulusan akademi dapat melanjutkan ke jenjang institut yang lebih spesifik dan berorientasi pada pengembangan program sesuai kebutuhan pasar.

Menperin menambahkan para alumni
program tersebut merupakan aset penting yang harus terus dipelihara dan dikembangkan.

“Pemerintah meyakini lulusan Apple Developer Academy maupun Apple Developer Institute telah memiliki nilai tambah yang kuat dan berpotensi besar mendukung pertumbuhan industri digital nasional,” tegasnya.

Selain itu, dalam rangkaian kegiatan tersebut turut dipaparkan berbagai inovasi karya anak bangsa di bidang manajemen energi, kecerdasan buatan untuk UMKM, serta pengembangan gim digital, yang mencerminkan potensi besar talenta Indonesia dalam menciptakan solusi yang adaptif dan berdaya saing.

 

Redaksi Energi Juang News

Kemenhut: Permenhut Nomor 6 Tahun 2026 Akomodir Kepentingan Masyarakat Lokal

Energi Juang News, Jakarta- Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Tata Cara Perdagangan Karbon Melalui Skema Offset Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Sektor Kehutanan mengakomodasi kepentingan masyarakat lokal. Demikian dinyatakan Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

“Satu lagi yang paling luar biasa adalah di sini kita memberikan kemudahan mengakomodir kepentingan masyarakat lokal, masyarakat sekitar hutan. Jadi sekarang untuk menyiapkan semacam proposal untuk developing karbon ini, masyarakat itu bisa di-support oleh tidak mesti konsultan perusahaan besar, tapi bisa juga oleh konsultan individual,” ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi di Jakarta, Selasa (21/4).

Menurut dia, harapannya ini bisa lebih terjangkau sehingga balik lagi dari penyiapan bisnis karbon bisa mencakup, mengakomodasi kebutuhan dari masyarakat Indonesia khususnya yang berada di sekitar kawasan hutan.

“Pemerintah Indonesia saat ini sesuai dengan arahan Presiden RI kita harus lebih terbuka dengan berbagai macam bentuk kolaborasi termasuk juga untuk pengembangan bisnis-bisnis, terutama kalau kami di sektor kehutanan adalah bisnis-bisnis yang ramah lingkungan yang bisa dikembalikan hasil bisnis usahanya untuk meningkatkan kualitas hutan,” katanya.

Pemerintah Indonesia memperkuat aturan perdagangan karbon hutan melalui Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Tata Cara Perdagangan Karbon Melalui Skema Offset Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Sektor Kehutanan.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam keterangan di Jakarta, Kamis, mengatakan aturan ini menjadi langkah penting dalam mendorong ekonomi hijau di Indonesia.

Ia menambahkan Permenhut 6/2026 merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 guna memperkuat pelaksanaan nilai ekonomi karbon (NEK) sekaligus mendukung target penurunan emisi Indonesia.

Melalui regulasi ini, pemerintah melakukan perubahan mendasar dalam pengelolaan perdagangan karbon di sektor kehutanan, salah satunya dengan menyusun peta jalan yang lebih jelas, mulai dari target pengurangan emisi, luas area yang terlibat, hingga strategi pencapaian agar selaras dengan komitmen nasional dalam penanganan perubahan iklim.

Selain itu, permenhut memperluas siapa saja pihak yang bisa ikut dalam perdagangan karbon, tidak hanya perusahaan, tetapi juga kelompok perhutanan sosial, masyarakat adat, pemilik hutan rakyat, hingga pengelola jasa lingkungan karbon kini bisa terlibat.

Redaksi Energi Juang News