Minggu, Mei 31, 2026
spot_img
BerandaBudayaTradisi dan Asal Usul Mudik

Tradisi dan Asal Usul Mudik

Gerak News, Jakarta – Mengenai kapan dimulainya tradisi mudik, ini tidak diketahui secara pasti. Hanya saja, ada referensi yang menerangkan bahwasanya tradisi kembali ke kampung halaman ini sudah ada bahkan sejak zaman Majapahit serta zaman Mataram Islam. 

Pada masa itu, Majapahit menguasai banyak sekali wilayah di Indonesia bahkan hingga mencapai Sri Lanka serta Semenanjung Malaya. Karenanya, kerajaan kemudian mengirim para pejabatnya ke berbagai wilayah kekuasaan tersebut.

Tetapi pada suatu ketika, para pejabat ini akan kembali menuju pusat kerajaan. Tujuannya tidak lain untuk berkunjung ke kampung halaman sekaligus menghadap raja. Hal inilah yang kemudian di dengan fenomena mudik. 

Selain cerita tentang para pejabat kerajaan ini, dikisahkan bahwa orang-orang yang hidup di masa tersebut akan melakukan perjalanan pulang ke kampung halamannya, tujuannya ialah untuk membersihkan makam leluhur sekaligus juga meminta keselamatan serta rezeki dari leluhurnya. 

Sejarah mudik tentunya juga berhubungan dengan asal mula istilah tersebut. Dalam bahasa Betawi, di kenal istilah milir, perjalanan menuju ke hilir. Kemudian, ada pula yang menyebutkan bahwasanya mudik itu asalnya dari bahasa Jawa Ngoko. Singkatan dari mulih dilik yang maksudnya adalah pulang sebentar setelah merantau. 

Antrolog Universitas Gajah Mada (UGM), Prof. Heddy Shri Ahimsa-Putra, mengatakan, bahwa istilah mudik mulai di kenal secara luas pada tahun 1970-an.

Setelah Orde Baru melakukan pembangunan pusat di pertumbuhan di sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan.

Kondisi ini menyebabkan sebagian orang melakukan urbanisasi atau pergi ke kota untuk mencari pekerjaan ataupun usaha. Setelah sukses atau punya pekerjaan tetap di kota, sebagian besar mereka kemudian menetap di kota.

Setelah lama hidup di kota dan jauh dari kerabatnya, rasa rindu akan kampung halaman begitu besar. Namun, kebanyakan masyarakat kota tak punya banyak waktu luang untuk mudik.

Baca juga :  Mengenal Imam Bukhari Lebih Dekat

Karena itu, tak jarang masyarakat yang merantau dan hidup di perkotaan, menunggu waktu libur panjang atau mengambil cuti agar bisa kumpul bersama keluarga dan kerabat di kampung halamannya.

Tradisi itu terus berlangsung turun temurun hingga sekarang.

Redaksi Gerak News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments