Energi Juang News, Lombok Timur- Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD Unram), melaksanakan program kerja pengolahan limbah organik menjadi pupuk bokashi dan pupuk organik cair (POC) di kantor Desa Sikur Selatan, Lombok Timur, baru-baru ini.
Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan masyarakat Desa Sikur Selatan, terutama kelompok tani akan pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk
Kegiatan ini sejalan dengan tujuan SDGs (Sustainable Development Goals), yaitu: SDGs 8 – Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (Decent work and economic growth) program ini membuka peluang usaha berbasis pengelolaan limbah hasil pertanian bagi masyarakat setempat, yang nantinya pupuk yang dibuat tidak hanya dimanfaatkan sendiri tetapi juga memberikan peluang usaha untuk dijual yang bernilai ekonomis tinggi.
Dengan edukasi ini diharapkan masyarakat paham akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. SDGs 15 – Kehidupan di darat (life on land). Melalui program kerja pengelolaan sekam padi dan akar bambu menjadi pupuk bokashi dan pupuk organik cair, diharapkan memberikan solusi berkelanjutan untuk mengelola limbah yang sebelumnya tidak terpakai di lingkungan.
Program ini bertujuan agar masyarakat Desa Sikur Selatan terutama kelompok tani mampu memanfaatkan limbah sekam padi dan akar bambu menjadi pupuk organik untuk pertanian dan mengurangi penggunaan pupuk kimia sehingga kondisi tanah tetap subur dan sehat.
Acara yang berlangsung di Balai Desa Sikur Selatan ini dibuka dengan penuh semangat oleh Linda Safitri sebagai Master of Ceremony (MC). Setelah pembukaan, Linda mempersilakan Ketua Kelompok KKN, Wawan Dharmawan, untuk memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Wawan menyampaikan pentingnya pengelolaan limbah pertanian menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Sikur Selatan, khususnya dalam meningkatkan hasil pertanian secara ramah lingkungan,” ujar Wawan Dharmawan.
Teknik Pembuatan Pupuk Bokashi dan POC Muhammad Munir, S.P., seorang ahli pertanian organik, hadir sebagai pemateri utama, didampingi oleh Ibu Liana Suryaningsih, B.Sp., M.Sc., yang membantu dalam memandu praktik langsung. Munir menjelaskan pentingnya pupuk organik dalam menjaga kesuburan tanah dan keberlanjutan ekosistem.
Ia menjabarkan teknik pembuatan pupuk Bokashi yang menggunakan bahan utama sekam padi, molase, dan EM4 (Effective Microorganisms), yang difermentasi selama dua minggu. Sementara itu, pupuk cair dibuat dengan merendam akar bambu yang dihancurkan bersama gula merah, menghasilkan cairan kaya nutrisi yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hasil panen.
“Teknologi sederhana seperti ini sangat cocok diterapkan di desa. Selain mudah dan murah, ini juga membantu mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia,” kata Muhammad Munir, S.P.
Ibu Liana, sebagai pendamping materi, memastikan bahwa seluruh peserta memahami langkah-langkah pembuatan dan penggunaan pupuk tersebut di lahan pertanian mereka. Peserta juga diajak untuk langsung mempraktikkan cara pembuatan pupuk organik ini.
Antusiasme Warga Desa Sikur Selatan Peserta kegiatan tampak antusias mengikuti penyuluhan. Salah satu petani, Pak Ahmad, mengungkapkan bahwa program ini memberikan wawasan baru tentang pemanfaatan limbah organik.
“Kami sering membuang sekam padi begitu saja. Sekarang, kami tahu cara mengolahnya menjadi pupuk yang bisa meningkatkan hasil panen. Saya juga ingin mencoba pupuk cair dari akar bambu,” ungkap Pak Ahmad.
Kepala Desa Sikur Selatan turut menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa KKN atas inisiatif mereka.
“Program ini sangat bermanfaat untuk petani di Desa Sikur Selatan. Kami berharap ini dapat diterapkan secara berkelanjutan,” ujar Kepala Desa bapak M. Habibuddin Hasbullah.
Kegiatan ini dipimpin oleh M. Naufal Dhaifullah selaku ketua panitia dalam program kerja KKN ini, dengan didampingi oleh Wawan Dharmawan sebagai ketua kelompok KKN PMD Sikur Selatan, Nurulfadilah sebagai Sekretaris dan Anggi Putri Meylita sebagai bendahara dalam kelompok KKN PMD Sikur Selatan.
Para anggota KKN lainnya yang terlibat adalah Linda Fitrianti dan Aan Syanhabi sebagai PDD, Intan dan Dei Handayani selaku bagian Konsumsi dan Muhammad Taufan sebagai Humas. Mereka berkolaborasi dengan masyarakat Desa Sikur Selatan, Kepala Dusun dari 6 dusun, serta tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dari masyarakat Desa Sikur Selatan dilihat dari antusiasme masyarakat yang hadir pada kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan pembuatan pupuk bokashi dari sekam padi dan pupuk organik cair dari akar bambu. Dengan kegiatan ini, Desa Sikur Selatan diharapkan dapat menjadi desa percontohan dalam penerapan pertanian organik yang ramah lingkungan, sekaligus mendorong kemandirian petani lokal dalam pengelolaan sumber daya alam.
Redaksi Energi Juang News




