Selasa, Agustus 11, 2026
spot_img
BerandaSainsSeorang Fisikawan Telah Menemukan 'Lokasi Tuhan'

Seorang Fisikawan Telah Menemukan ‘Lokasi Tuhan’

Energi Juang News, Jakarta- Seorang fisikawan mengklaim dirinya telah menemukan ‘lokasi Tuhan’ di alam semesta. Fisikawan sekaligus penulis sains Dr. Michael Guillén mengatakan lokasi Tuhan berada di tepi alam semesta teramati (observable universe).

Guillén menjelaskan bahwa jarak lokasi Tuhan dengan Bumi sekitar 439 miliar triliun kilometer, setara dengan kira-kira 46 miliar tahun cahaya.

“Jika ingin membayangkan di mana Tuhan berada, itu ada di tepi alam semesta yang dapat kita amati,” ujarnya seperti dikutip dari IFL Science, Selasa (11/8/2026).

Tapi ternyata, Guillén menekankan bahwa istilah tersebut hanyalah metafora untuk membantu menjelaskan konsep kosmologi yang sangat abstrak, bukan pernyataan teologis. “Ini bukan klaim teologis, melainkan cara menggambarkan batas dari apa yang bisa kita amati,” ujarnya.

Dengan kata lain, lokasi Tuhan yang ia maksud adalah garis batas pengetahuan manusia tentang alam semesta. Batas alam semesta teramati muncul karena cahaya memiliki kecepatan terbatas. Sejak Big Bang sekitar 13,8 miliar tahun lalu, hanya cahaya dari wilayah tertentu yang sempat mencapai Bumi. Namun, karena alam semesta terus mengembang, objek-objek tersebut kini berada jauh lebih jauh dari jarak tempuh cahaya semata.

“Karena ruang terus mengembang, apa yang kita lihat sekarang jauh melampaui jarak sederhana yang kita bayangkan,” ujarnya.

Di luar batas tersebut, ilmuwan meyakini masih ada galaksi dan struktur kosmik lain. Namun, semuanya tidak dapat diamati dengan teknologi saat ini karena cahayanya belum pernah mencapai Bumi.

Konsep ini menjadi salah satu dasar penting dalam kosmologi modern, sekaligus menunjukkan keterbatasan manusia dalam memahami alam semesta secara utuh. Pada akhirnya, klaim Guillén bukanlah tentang menemukan Tuhan secara harfiah, melainkan cara menarik untuk menggambarkan satu hal penting dalam sains, yakni ada batas sejauh mana manusia bisa melihat dan memahami alam semesta.

Baca juga :  BMKG: Indonesia Dikepung Tiga Sistem Siklon

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments