Sabtu, April 18, 2026
spot_img
BerandaSainsBibit Siklon Tropis 95B Berevolusi, Waspada Cuaca Ekstrem!

Bibit Siklon Tropis 95B Berevolusi, Waspada Cuaca Ekstrem!

Energi Juang News, Jakarta- Bibit Siklon Tropis 95B di kawasan Selat Malaka, bagian timur Aceh ternyata telah berevolusi menjadi Siklon Tropis Senyar per 26 November 2025 pukul 07.00 WIB.

Awalnya, bibit siklon tropis itu terpantau sejak Jumat 21 November 2025.

Perubahan Siklon Tropis 95 B menjadi Siklon Tropis Senyar berpotensi pada kondisi cuaca ekstrem. Hal itu akan berdampak pada kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Aceh serta Kepulauan Riau dan Sumatera Barat.

 “Dalam 24 jam ke depan, Siklon Tropis Senyar bergerak ke arah barat hingga barat daya dan masih di daratan Aceh dengan kecepatan 4 knot (7 km/jam), sedangkan dalam 48 jam kedepan Siklon Tropis Senyar diperkirakan akan menurun intensitasnya menjadi Depresi Tropis,” terang Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani,saat memberikan keterangan pers di Gedung Command Center MHEWS, BMKG, Jakarta Rabu 26 November 2025.

Dikatakan Teuku Faisal Fathani, BMKG memantau Bibit Siklon 95B di kawasan Selat Malaka, bagian timur Aceh telah berevolusi menjadi Siklon Tropis Senyar per 26 November 2025 pukul 07.00 WIB. Berdasarkan pemantauan terakhir, siklon ini bergerak ke arah barat menuju wilayah daratan Aceh dengan kecepatan sekitar 10 km/jam.

Evolusi Siklon Tropis 95B menjadi Siklon Tropis Senyar menurut Teuku Faisal Fathani, dapat berdampak signifikan terhadap potensi terjadinya hujan sangat lebat hingga ekstrem. Cuaca ekstrem juga  dapat disertai angin kencang di wilayah sekitarnya.

Evolusi Siklon Tropis 95B menjadi Siklon Tropis Senyar menurut Teuku Faisal Fathani, terjadi akibat meningkatkan suplai air di perairan hangat Selat Malaka. Hal ini  memicu pertumbuhan awan konvektif di bagian utara Sumatra.

“Saat ini Siklon Tropis Senyar berpusat di sekitar 5.0° LU dan 98.0° BT dengan tekanan udara minimum di pusat mencapai sekitar 998 hPa. Sementara kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 43 knot  atau 80 km/jam,” kata  Teuku Faisal Fathani.

Baca juga :  Para Astronom Saksikan Dua Planet Bertabrakan

Cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi akibat evolusi Siklon Tropis 95B menjadi Siklon Tropis Senyar menurut Teuku Faisal Fathani, berpotensi terjadi sebagai dampak lanjutan. “Sehingga potensi dampak bencana hidrometeorologi masih harus diwaspadai terjadi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatra Barat dan sekitarnya pada 2-3 hari ke depan,” kata Teuku Faisal Fathani.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments