Selasa, Maret 17, 2026
spot_img
BerandaSainsPVMBG: Gempa Gunung Kerinci Meningkat, Warga Diminta Menjauh dari Kawah

PVMBG: Gempa Gunung Kerinci Meningkat, Warga Diminta Menjauh dari Kawah

Energi Juang News, Jambi- Gunung Kerinci di perbatasan Kabupaten Kerinci, Jambi, dan Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, menunjukkan peningkatan aktivitas gempa vulkanik sejak Rabu malam (31/12/2025) pukul 18.00 WIB. Status gunung setinggi 3.805 meter di atas permukaan laut itu tetap berada pada Level II atau Waspada.

Plt. Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Lana Saria, menyampaikan hingga pukul 20.25 WIB tercatat 29 gempa vulkanik dangkal dan enam gempa vulkanik dalam. “Pengamatan lebih intensif akan dilakukan untuk antisipasi kenaikan jumlah gempa vulkanik dalam dan vulkanik dangkal yang lebih signifikan,” ujar Lana dalam keterangan resminya, Rabu (31/12/2025).

Lonjakan Data Kegempaan

Laporan periode 16-30 Desember 2025 memperlihatkan aktivitas kegempaan yang sudah tinggi sebelum lonjakan terbaru terjadi. Dalam rentang waktu itu, terekam 327 gempa embusan, 425 gempa low frequency, 870 gempa hybrid/fase banyak, 10 gempa vulkanik dangkal, lima gempa vulkanik dalam, satu gempa tektonik lokal, 32 gempa tektonik jauh, serta tiga episode tremor menerus dengan amplitudo 0,1-0,3 mm, dominan 0,2 mm.

​Baca juga : Gempa Dangkal Guncang Bekasi, Getaran Terasa hingga Karawang

Grafik real-time seismic amplitude measurement (RSAM) menggambarkan energi gempa yang berfluktuasi dan menunjukkan pola kenaikan pada akhir periode pengamatan. Nilai (S-P) gempa vulkanik dalam yang lebih dari satu detik mengindikasikan pergerakan fluida dominan gas di kedalaman relatif besar di bawah tubuh Gunung Kerinci.

Kondisi Visual di Puncak

Pengamatan visual ke arah kawah puncak pada periode 16-30 Desember 2025 menunjukkan kawah tampak jelas hingga sesekali tertutup kabut. Saat cuaca cerah, asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis dan ketinggian sekitar 50-100 meter di atas puncak.

Warna embusan gas yang putih menandakan dominasi uap air tanpa material batuan atau abu yang terangkat ke permukaan. “Pengamatan visual pada 31 Desember pukul 21.22 WIB tidak teramati adanya embusan gas dari arah kawah puncak,” kata Lana.

Dibanding Peningkatan Sebelumnya

Peningkatan jumlah gempa vulkanik pada 31 Desember 2025 dinilai masih lebih rendah dari episode kenaikan aktivitas terakhir pada 3 November 2025. Meski begitu, pemantauan tetap dilakukan secara intensif untuk mendeteksi perubahan pola aktivitas dalam waktu dekat.

PVMBG memberi perhatian khusus pada kemungkinan pemendekan nilai (S-P), kenaikan bertahap pada grafik RSAM, kemunculan tremor dengan amplitudo membesar, dan munculnya anomali visual di kawah. Indikator-indikator ini bisa menjadi tanda meningkatnya tekanan dan pergerakan fluida menuju permukaan.

Imbauan PVMBG untuk Warga dan Wisatawan

PVMBG merekomendasikan agar masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak mendekati serta tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak Gunung Kerinci. Potensi bahaya saat ini berupa gas vulkanik berkonsentrasi tinggi dan lontaran batuan pijar jika erupsi terjadi secara tiba-tiba.

“Masyarakat agar mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui PVMBG, serta tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak benar dan tidak bertanggung jawab mengenai aktivitas Gunung Kerinci,” ujar Lana. Imbauan ini ditujukan untuk mengurangi risiko bagi warga sekitar dan pendaki yang biasa beraktivitas di jalur menuju puncak.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments