Energi Juang News, Jakarta- Fenomena langit tahunan kembali hadir dan bisa dinikmati dari Indonesia pada Rabu (22/4/2026) dini hari. Kilatan cahaya akan melintas di angkasa dengan potensi hingga 20 meteor per jam jika cuaca mendukung.
Puncak Aktivitas Terjadi Malam Ini
Laporan pemantauan langit internasional yang dikutip Space.com menyebut waktu terbaik untuk mengamati terjadi pada malam ini, meski aktivitas masih berlangsung hingga 25 April. Peristiwa ini muncul saat Bumi melintasi sisa debu dari Komet Thatcher, komet periode panjang yang terakhir mendekat pada 1861.
“Meskipun hujan meteor ini berlangsung hingga 25 April, malam ini menawarkan kesempatan terbaik Anda untuk menyaksikannya saat mencapai puncak,” tulis laporan pemantauan langit internasional, Rabu (22/4/2026), dikutip Space.com.
Lokasi Radian dan Waktu Terbaik
Meteor tampak berasal dari rasi Lyra yang berada dekat bintang terang Vega. Rasi ini muncul dari arah timur laut dan naik semakin tinggi menjelang fajar. Kondisi ini membuat waktu sebelum matahari terbit jadi momen paling ideal karena gangguan cahaya bulan lebih minim.
Cara Melihat Meteor Lebih Dramatis
Pengamat tidak perlu menatap langsung ke titik asal meteor. Justru, pandangan sebaiknya sedikit dialihkan agar lintasan meteor terlihat lebih panjang dan jelas di langit.
“Arahkan pandangan sedikit menjauh dari radian di sinilah meteor akan tampak lebih panjang dan lebih dramatis,” tambah laporan tersebut.
Tips Mengamati dari Indonesia
Pilih lokasi gelap yang jauh dari lampu kota untuk hasil terbaik. Mata butuh waktu sekitar 20–30 menit agar terbiasa dengan kondisi gelap. Hindari melihat layar ponsel karena cahaya biru bisa mengganggu penglihatan malam.
Pengamatan bisa dilakukan tanpa alat bantu. Mata telanjang justru memberi sudut pandang lebih luas. Jika cuaca tidak mendukung, siaran langsung dari lembaga astronomi bisa menjadi alternatif untuk tetap menyaksikan fenomena ini.
Redaksi Energi Juang News



