Energi Juang News, Jakarta- Malam di kawasan elite Jakarta Selatan selalu terlihat tenang. Jalan-jalan lebar, pepohonan rindang, dan rumah-rumah mewah seolah menyembunyikan banyak cerita yang tak diketahui orang. Namun di antara kemewahan itu, ada satu kisah yang terus bertahan dari generasi ke generasi, menjadi bisik-bisik menakutkan yang masih dibicarakan hingga sekarang.
Rumah Pondok Indah dikenal sebagai salah satu legenda urban paling menyeramkan di Jakarta. Meski bangunannya telah dihancurkan pada tahun 2008, cerita tentang rumah tersebut tak pernah benar-benar hilang. Banyak warga percaya bahwa sesuatu masih tertinggal di lokasi yang pernah menjadi saksi tragedi mengerikan itu.
Menurut cerita yang beredar, pada era 1980-an terjadi perampokan sadis yang merenggut nyawa satu keluarga asing beserta seorang asisten rumah tangga. Dikarenakan aksi brutal perampok membawa korban jiwa dan kepulangan yang tak sempurna membuat tempat itu didiami berbagai sosok astral yang membuat bulu kuduk berdiri. Sejak saat itu, suasana di sekitar rumah berubah. Warga mulai merasakan keanehan yang sulit dijelaskan dengan logika.
“Setelah kejadian itu, daerah sini jadi beda,” ujar Pak Darto, warga yang mengaku tinggal di sekitar lokasi sejak muda. “Kadang malam-malam terdengar suara langkah kaki bersepati dan diiringi suara anak kecil tertawa riang dari dalam rumah padahal kosong.”
Tidak lama setelah itu, muncul kisah lain yang membuat bulu kuduk merinding. Dimana seorang penjual nasi goreng dikabarkan menerima pesanan dari seseorang yang memanggilnya dari dalam rumah. Tanpa curiga ia masuk membawa dagangannya. Saat memasuki gerbang itu seolah ia memasuki dunia gelap aneh dari dunia lain yang tak tersentuh oleh orang awam. Namun setelah ia selesai saat menuju gerbang keluar dari rumah itu , menurut saksi mata ia disebut tak pernah terlihat lagi.
“Saya dengar sendiri cerita dari orang-orang tua di sini,” kata Bu Sari dengan wajah tegang. “Katanya si penjual nasi goreng masuk lewat gerbang depan. Tapi tidak pernah keluar lagi.” Hingga beberapa hari kemudian si penjual nasi goreng itu ditemukan warga dipojok taman dalam lokasi rumah dalam keadaan linglung.
Seiring waktu, berbagai laporan penampakan mulai bermunculan. Pak Wardi seorang warga mengaku melihat bayangan hitam berdiri di jendela lantai atas.Padahal semua orang tahu rumah itu telah kosong lama. Menghindari bertemu dengan sosok itu, warga yang melintas lebih baik menunduk dan tak usah melihat rumah tua itu.
Ada pula Bu Nyai mendengar ia mendengar suara tangisan perempuan menjelang tengah malam, seolah berasal dari ruangan yang sudah lama kosong. Tangis samar dan perih menyayat hati tersiksa seolah terpenjara,membuat warga melangkah lebih cepat tak berani lama lama berada didepan rumah itu.
Suatu malam, sekelompok remaja konten kreator berusaha nekat mendekati lokasi rumah tersebut. Saat sedang berbincang, mereka mendengar suara pintu berderit dari arah bangunan yang gelap. “Siapa di sana?” teriak salah seorang dari mereka. Namun yang menjawab hanyalah suara tawa pelan yang membuat mereka berlari ketakutan.
Setelah keluar ia menceritakan ke semua orang yang masih berada didepan rumah itu. Nafasnya terengah engah tak beraturan, dan memperingatkan siapa saja yang melewatu rumah tua itu.
Rumah megah yang sempat beberapa kali berpindah pemilik itu anehnya tidak ada penghuni yang bertahan lama. Hampir semua mengaku mengalami gangguan serupa, mulai dari mendengar suara langkah kaki tanpa sumber, melihat sosok asing di lorong, hingga kesurupan oleh salah sato makluk penghuni tempat itu..
Sudah beberapa paranormal atau ahli supranatural berusaha mengusir atau memindahkan dari tempat itu, tap tak satupun berhasil. Dan pengalaman mencekam inilah yang membuat reputasi rumah tersebut semakin menyeramkan.
Kisah Rumah Pondok Indah bahkan begitu terkenal hingga diangkat menjadi film horor pada tahun 2006. Meski bangunannya telah rata dengan tanah, banyak orang percaya bahwa misterinya belum berakhir. Hingga kini, saat malam turun dan angin berembus di kawasan itu, sebagian warga masih memilih mempercepat langkah mereka, khawatir mendengar suara tangisan yang konon berasal dari arwah-arwah yang belum menemukan ketenangan.
Redaksi Energi Juang News



