Selasa, September 1, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaPendem Mayit: Arwah Korban Kecelakaan yang Menghantui

Pendem Mayit: Arwah Korban Kecelakaan yang Menghantui

Energi Juang News, Jakarta– Malam itu hujan gerimis mengguyur jalan raya Madiun ketika Firman memutuskan pulang dari berdagang. Udara dingin menyelimuti tubuhnya yang lelah, sementara jalan terlihat basah dan licin. Di tikungan tajam, dari arah berlawanan, sebuah mobil box melaju kencang, oleng tak terkendali. Firman kaget dan menginjak rem sekuat tenaga. “Woy!!” teriaknya sambil menghindar dari mobil itu yang hampir menghantamnya. Namun, suara dentuman keras terdengar lebih dulu—“BRAKK!”—sebelum ia bisa benar-benar bereaksi.

Dengan panik, Firman menepikan mobil dan melihat dari kaca spion bahwa kendaraan tadi telah menabrak pembatas jalan. Ia segera berlari menuju mobil itu dengan niat menolong, namun sesampainya di sana, ia hanya mendapati pengemudi dalam keadaan mengenaskan. Kepala sopir itu penuh luka dan darah menetes dari pecahan kaca yang menancap. Tak ada denyut nadi. Dia sudah tak bernyawa. Tapi anehnya, bukan itu yang membuat Firman merinding—melainkan reaksi orang-orang di sekitarnya.

“Cepat panggil polisi!” teriak Firman pada kerumunan. Namun yang terjadi malah di luar dugaan. Bukannya panik atau merasa kasihan, orang-orang di sekitar lokasi justru tertawa. Tawa mereka kaku, menggema, dan tidak wajar. Mereka tertawa seperti menikmati kematian pengemudi tersebut. Firman menatap mereka satu per satu. “Kalian ini waras tidak?” serunya. Tapi tak ada yang menjawab, hanya senyuman menyeramkan yang ditinggalkan sebelum mereka perlahan menghilang di gelapnya malam.

Beberapa hari kemudian, suasana jalan itu berubah drastis. Setiap kali Firman melintas, ia merasa ada yang mengawasinya. Hari kedua pasca kecelakaan, ia melihat sesosok putih berdiri kaku di spion tengah mobilnya. Sekilas tampak seperti pocong yang mengenaskan, dengan wajah lebam dan mata melotot. Bahkan mata sebelah kirinya sudah tidak ada bola mata, dan hanya darah mengucur. Saat ia menoleh ke belakang, sosok itu hilang. Namun jantung Firman berdetak cepat, dan keringat dingin mulai membasahi lehernya.

Baca juga :  Rahasia Ruang Bawah Tanah Terlarang

Hari ketiga tak kalah menyeramkan. Genangan darah tampak jelas terkena lampu mobilnya di lokasi kecelakaan, padahal hujan sudah berkali-kali turun. Firman menghentikan mobil dan memeriksa. Aroma anyir darah segar tercium, dan wewngian kembang makam bercampur ketika ada angin berhembus. Anehnya, darah itu tak terlihat lagi hilang atau hanya halusinasi Firman saja. Seolah hanyalah ilusi, tapi menempel jelas di matanya. Ia mulai bertanya-tanya, apakah ini hanya halusinasi, atau memang ada yang belum tenang di tempat itu?

Hari keempat, ketika Firman melaju pelan karena rasa takut yang makin mengendap, pocong itu kembali muncul. Tapi kali ini, berada di jok belakang mobilnya. Ia dapat melihat dari spion, pocong itu tersenyum menyeringai, menampakkan gigi penuh darah. “Ampun, jangan ganggu saya…” lirih Firman sembari memeluk setir mobil erat-erat. Setelah membaca doa-doa pelan, sosok itu menghilang.

Beberapa warga setempat mulai membicarakan kejadian ganjil di jalan itu. “Mas Firman bukan satu-satunya yang lihat pocong itu. Sudah ada tiga orang ngaku melihat juga,” ujar Pak Jatmiko, pemilik warung di dekat tikungan. Ia juga berkata bahwa dulu di tempat itu pernah ada kejadian tragis serupa, dan dipercaya arwah korban belum pernah dipendem dengan layak. “Jasadnya katanya dibawa pergi diam-diam. Nggak ada tahlilan, nggak ada doa,” lanjutnya.

Aroma wangi kembang dan bau amis darah mulai jadi langganan di jalan tersebut setiap malam. Beberapa pengemudi bahkan mengaku seperti melihat seseorang berdiri di tengah jalan, mengenakan pakaian serba putih, sebelum menghilang seketika. “Waktu itu saya rem mendadak, karena kayak ada orang. Eh, begitu turun, kosong mas. Tapi kok bau wangi kembang kuburan,” cerita tukang ojek bernama Rudi kepada Firman. Mereka yakin itu adalah arwah korban yang menuntut penguburan layak.

Baca juga :  Kisah Mistis Sesaji Panen: Sawah, Santet, dan Rahasia

Puncaknya terjadi di hari ketujuh. Sebuah tabrakan beruntun mengguncang jalan itu. Polisi yang menyelidiki mendapati bahwa para pengemudi sama-sama menghindari sosok putih di tengah jalan. Semua kendaraan oleng ke kiri dan menghantam pembatas, tepat di lokasi kejadian awal. Tak ada korban jiwa, tapi semuanya mengaku melihat sosok yang sama—berdiri dengan kepala bersimbah darah, tangan menggantung, dan membuat siapapun tak berani menanyakan apa yang baru saja dilihat.

Sejak malam itu, warga sekitar mengadakan tahlilan dan menggali kembali informasi tentang identitas korban. Mereka menyebut peristiwa itu sebagai “Pendem Mayit”, merujuk pada arwah yang menolak dikubur sebelum ada yang mengingat dan mendoakannya. Hingga kini, jalan tikungan itu masih dianggap angker, dan tak sedikit yang memilih memutar arah demi menghindarinya. Firman sendiri tak pernah melintasi jalan itu lagi—trauma akan tawa hantu dan pocong berdarah di balik kaca spionnya.

Redaksi Energi Juang News

Kb
Kbhttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments