Kamis, April 30, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaBandalungan: Sosok Hantu Kuno Berwujud Kepala Dengan Kobaran Api yang Muncul Kembali

Bandalungan: Sosok Hantu Kuno Berwujud Kepala Dengan Kobaran Api yang Muncul Kembali

Energi Juang News, Karang Anyar –Di tengah malam yang sunyi, sebuah cerita mengerikan mulai menyebar dari mulut ke mulut di desa Karang Anyar. Banyak warga yang membicarakan sosok menyeramkan berwujud kepala manusia yang terbakar api, melayang di antara pepohonan di tepi hutan. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa makhluk itu telah disebutkan ratusan tahun lalu dalam Kitab Sutasoma. Dulu dikenal sebagai Bandalungan, makhluk ini dipercaya sebagai roh jahat penjaga alam yang bangkit saat batas antara dunia manusia dan arwah terganggu. Kini, wujudnya kembali, menebar teror yang sama, namun di zaman yang berbeda.

Kisah ini berawal dari Gito dan ketiga temannya yang pada malam itu hendak memancing di tepi hutan. Mereka melihat cahaya aneh dari balik pepohonan, menyala-nyala seperti obor. Saat mereka mendekat, mereka melihat dengan jelas—sosok itu adalah kepala manusia, mengambang, dibalut api yang menyala tanpa henti. Matanya kosong, tapi tajam seakan memperhatikan mereka. “Kita mundur aja, Git,” ucap Bowo dengan suara gemetar. Namun Gito yang penasaran malah mengambil tongkat dan mencoba menyentuh sosok itu. Seketika, api di kepala tersebut membesar, menyulut udara di sekitarnya, lalu terbang ke atas dan meledak dengan suara yang memekakkan telinga.

Keesokan paginya, desa Karang Anyar digegerkan oleh berita duka yang tak masuk akal. Calon lurah desa yang selama ini dikenal ramah dan berjiwa sosial, ditemukan tewas di belakang rumahnya dengan kondisi tubuh hangus terbakar. Tidak ada api di sekitarnya, tidak ada sumber kebakaran, dan rumahnya tidak terbakar sama sekali. “Saya pertama kali yang lihat mayatnya, Pak. Kayak tubuhnya meleleh tapi sekelilingnya masih dingin,” ujar Pak Darto, tetangga korban, kepada warga yang berkumpul. Banyak yang mulai mengaitkan peristiwa ini dengan penampakan aneh yang dilihat Gito dan kawan-kawannya malam sebelumnya.

Baca juga :  Kesaksian Seorang Sahabat Tentang Suatu Malam Mengerikan

Sosok Bandalungan ini memiliki keunikan yang membedakannya dari hantu lain. Ia hanya muncul di malam-malam tertentu dan konon, hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang pernah melanggar pantangan atau yang memiliki niat jahat di dalam hati. Kepala manusia yang terbakar itu tampak mengambang tanpa tubuh, dengan rambut terbakar yang berkobar, dan bola matanya kadang berubah menjadi bara merah menyala. Bau hangus yang menyengat sering kali menjadi pertanda bahwa makhluk ini tengah berada di dekat seseorang.

Warga mulai panik dan mendesak kepala desa untuk melakukan ruwatan dan ritual pengusiran roh jahat. Namun, sebagian lainnya percaya bahwa ini bukan sekadar kejadian mistis, melainkan peringatan terhadap seseorang yang mencoba bermain kotor dalam pemilihan kepala desa. “Kalau Bandalungan muncul lagi, itu tandanya ada yang tidak beres. Mungkin ada yang pakai ilmu hitam buat rebut kekuasaan,” kata Mbah Warto, juru kunci makam tua di desa tersebut.

Meski begitu, tidak semua warga berani bicara secara terang-terangan. Banyak yang memilih diam dan mengunci pintu rumah lebih awal. Anak-anak tidak lagi dibiarkan keluar saat malam. Sementara itu, Gito sendiri masih mengalami trauma mendalam. Ia mengaku sering mimpi buruk sejak kejadian itu. “Saya sering lihat kepala itu di mimpi saya, terbang dan nyaris menabrak saya,” ujarnya kepada wartawan lokal yang datang mewawancarai. Bahkan tongkat yang digunakannya untuk menyentuh makhluk tersebut kini disimpan oleh keluarganya dalam kondisi terbungkus kain putih karena dianggap membawa sial.

Kepercayaan akan Bandalungan memang hampir hilang dari ingatan masyarakat modern. Namun kisah kemunculan sosok ini justru membuka kembali lembaran legenda yang nyaris punah. Dalam Kitab Sutasoma, Bandalungan dikisahkan sebagai makhluk penjaga dunia arwah, muncul dari pohon-pohon besar dan membakar siapa pun yang merusak keseimbangan alam. Kini, di zaman di mana manusia mulai lupa batas antara dunia nyata dan gaib, Bandalungan seolah menuntut pengakuan kembali.

Baca juga :  Teror Kosan Dua Lantai: Misteri Penunggu yang Tak Pernah Pergi

Warga Karang Anyar akhirnya sepakat untuk mengadakan ritual tolak bala yang dipimpin oleh tiga dukun sepuh dari tiga dusun berbeda. Malam itu, api unggun dinyalakan dan dupa dibakar di setiap sudut desa. “Bandalungan bukan makhluk biasa. Dia adalah cermin dari dosa manusia. Jangan remehkan,” ucap dukun tua dari dusun Gunungjati. Ketika ritual berlangsung, beberapa warga mengaku mendengar bisikan samar dan bau daging terbakar kembali muncul. Suasana desa pun kian mencekam.

Meskipun ritual telah dilakukan, bayang-bayang teror Bandalungan masih menggantung di udara. Tidak ada yang benar-benar yakin bahwa makhluk itu telah pergi. Sebaliknya, beberapa warga melaporkan melihat kilatan cahaya merah di balik pepohonan di malam hari. Sementara sebagian lain percaya, Bandalungan akan terus muncul selama masih ada orang yang berniat jahat. Legenda lama yang bangkit kembali ini kini bukan lagi sekadar cerita untuk menakuti anak-anak, tapi menjadi bagian nyata dari ketakutan masyarakat Karang Anyar.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments