Jumat, Juli 17, 2026
spot_img
BerandaGoresan PenaIndonesia Jadi Korban 'Imperialisme Sampah'

Indonesia Jadi Korban ‘Imperialisme Sampah’

Oleh Hiski Darmayana
(Pemimpin Redaksi Energi Juang News)

Ternyata Indonesia menjadi salah satu ‘tong sampah’ bagi Inggris. Ya, negeri ini adalah tujuan ekspor sampah plastik dari Black Country.

Ekspor sampah plastik dari Inggris ke Indonesia mengalami lonjakan signifikan sebesar 84 persen pada paruh pertama tahun ini, dibandingkan 2024.  The Last Beach Cleanup, mencatat peningkatan ekspor sampah plastik dari Inggris ke Indonesia naik menjadi 24.006 ton pada 2025, dari 525 ton pada 2024.

Ironis memang. Ditengah upaya global untuk memerangi sampah, Indonesia justru menjadi tujuan favorit bagi ekspor limbah dari Inggris, juga negara-negara Uni Eropa.

Data yang dihimpun dari Eurostat melalui Goodstats mengungkapkan,  Indonesia menjadi salah satu negara penerima kiriman sampah dalam jumlah besar dari Uni Eropa.

Hal itu juga terkonfirmasi oleh data Badan Pusat Statistik (BPS). Pada 2024, total impor sampah plastik Indonesia  tercatat sebesar 262,9 ribu ton dengan nilai mencapai US$105 juta. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 4% dibandingkan dengan tahun 2023.

Dan Belanda, salah satu negara Uni Eropa, tercatat sebagai negara yang paling banyak mengirimkan sampah plastik ke Indonesia dengan volume mencapai 107,5 ribu ton.

Sejatinya, dengan menjadi negara favorit tujuan ekspor sampah, Indonesia telah menjadi korban dari “imperialisme sampah”. Dan celakanya, situasi ini merugikan Indonesia.

Laporan dari Global Initiative Against Transnational Organized Crime tahun 2021 mencatat, banyak dari negara pengimpor sampah hanya memiliki fasilitas daur ulang dasar. Hal itu karena kebanyakan negara tersebut merupakan negara berkembang yang tidak memiliki fasilitas untuk mengolah sampah dengan aman.

Hal itu juga terkonfirmasi oleh laporan dan investigasi dari Yayasan Konservasi dan Lahan Basah (Ecoton) yang mengungkapkan, sebagian sampah yang diimpor ke Indonesia tidak dikelola dengan baik oleh perusahaan.

Baca juga :  Bergabung di Dewan Perdamaian AS: Pengkhianatan Terhadap Prinsip Anti-Imperialisme UUD 1945

Walhasil, hal itu menimbulkan persoalan lingkungan dan kesehatan bagi manusia di negeri ini. Lalu, apakah pemerintah menyadari hal tersebut.

Sudah saatnya kita melawan imperialis sampah, agar bangsa ini tak menjadi sampah.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments