Oleh Hiski Darmayana
(Pemimpin Redaksi Energi Juang News)
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberi instruksi agar Indonesia membantu pengobatan bagi sekitar 2.000 warga Palestina yang menjadi korban agresi Israel di Gaza.
Rencananya, Pulau Galang di Kepulauan Riau yang dipersiapkan pemerintah untuk menampung rakyat Gaza guna diberikan perawatan.
Rencana itu tampak mulia, namun mengandung banyak masalah. Membawa ribuan warga Gaza ke Pulau Galang, bukanlah hal mudah.
Faktor jarak dan transportasi bisa menghambat niat mulia itu. Sejatinya membawa 2.000 warga Gaza untuk berobat ke Indonesia kurang efisien, karena jarak yang terlalu jauh. Dan harus dipikirkan pula dampak dari jarak yang jauh itu terhadap kondisi warga Gaza yang sakit.
Kesiapan fasilitas layanan medis juga harus betul-betul dipikirkan oleh pemerintah. Kesiapan fasilitas layanan medis di Pulau Galang, harus dipastikan pemerintah.
Status 2.000 orang Gaza itupun harus dipastikan pemerintah, apakah mereka berstatus pengungsi atau warga biasa yang hanya datang ke Indonesia untuk berobat, hingga kemudian kembali ke Gaza dikala sudah sembuh.
Pemerintah juga harus memikirkan potensi krisis sosial domestik, khususnya bila muncul tekanan fasilitas serta konflik budaya akibat keberadaan ribuan warga Gaza di Pulau Galang. Konflik sosial-budaya sebagai akibat dari keberadaan pengungsi Rohingya hendaknya dijadikan pelajaran oleh pemerintah.
Komitmen bangsa Indonesia yang tinggi terhadap kemerdekaan rakyat Palestina, tak boleh hilang. Namun, komitmen tersebut harus diiringi dengan kalkulasi rasional. Jangan sampai komitmen itu mengganggu bangsa ini dari aspek ekonomi, sosial dan budaya.
Yang juga harus diingat Pemerintah, penempatan warga Gaza jauh dari tanah air mereka bisa membuat kita justru terjebak dengan skenario Israel.
Negeri Zionis itu akan dengan mudah mengatakan ditampungnya warga Gaza di Indonesia sebagai manifestasi eksodus warga Palestina, sesuatu yang sangat didamba Israel.
Jadi sekali lagi, menampung warga Gaza di Pulau Galang memang tampak mulia, namun mengandung banyak masalah.
Redaksi Energi Juang News



