Kamis, April 16, 2026
spot_img
BerandaGoresan PenaIstilah Orde Lama Dihapus, Pikiran Bias Soeharto Turut Terhapus

Istilah Orde Lama Dihapus, Pikiran Bias Soeharto Turut Terhapus

Oleh Hiski Darmayana

(Pemimpin Redaksi Energi Juang News)

Tak lama lagi, kita tak akan menemukan istilah Orde Lama dalam sejarah Indonesia yang sedang ditulis ulang pemerintah.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkap dalam judul 10 jilid buku hasil penulisan ulang sejarah nasional, istilah Orde Lama dihilangkan lantaran selama ini pemerintahan Sukarno atau sebelum Orde Baru tidak pernah menyebut pemerintahannya sebagai Orde Lama.

Perubahan istilah itu juga dilakukan agar perspektif yang digunakan dalam sejarah nasional yang ditulis ulang, lebih netral dan inklusif.

Ķeputusan meniadakan istilah Orde Lama itu tepat.

Sebab, sejatinya kemunculan istilah Orde Lama dan Orde Baru berakar pada pikiran bias Soeharto dan para pendukungnya sejak 1966.

Sebagaimana diungkapkan oleh buku Indonesia Poenja Tjerita, beberapa pihak mengungkapkan istilah Orde Lama dan Orde Baru muncul ketika aksi mahasiswa yang turun ke jalan untuk melakukan  demonstrasi anti PKI, dan kemudian anti-Sukarno, mulai masif.

Soeharto pun menggunakan istilah orde baru untuk membedakan masa kekuasaannya dengan pemerintahan Sukarno, yang kemudian disebut sebagai orde lama.

Bagi Soeharto dan para pendukungnya, orde baru merupakan koreksi total terhadap masa sebelumnya yang penuh penyimpangan terhadap Pancasila dan UUD 1945.

Dan masa yang penuh penyimpangan itu, kemudian dilabeli istilah Orde Lama. Disinilah manifestasi dari pikiran bias Soeharto dan para pendukungnya.

Sukarno sendiri tak sepakat dengan istilah Orde Lama maupun Orde Baru. Sebagaimana terungkap dalam buku Indonesia Poenja Tjerita, Sukarno menegaskan tidak tahu makna dari orde lama atau orde baru.

Sang Proklamator menegaskan dirinya lebih sepakat dengan istilah orde asli. Orde asli, menurut Sukarno adalah pokok tujuan sumber daripada revolusi.

Maka, keputusan Pemerintah menghapus istilah Orde Lama sudah tepat. Hal itu berarti menghapus warisan dari pikiran bias Soeharto dan para pendukungnya.

Baca juga :  Anak Politisi Miliki Puluhan Dapur MBG: Bukti MBG Jadi Bancakan Politisi

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttp://energijuangnews.com
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments