Rabu, April 29, 2026
spot_img
BerandaInternasionalRusia Anggap Vatikan Tak Tepat Jadi Tempat Perundingan Damai Dengan Ukraina

Rusia Anggap Vatikan Tak Tepat Jadi Tempat Perundingan Damai Dengan Ukraina

Energi Juang News, Jakarta-Vatikan dipandang sebagai tempat yang tidak tepat untuk menggelar perundingan damai antara Rusia dengan Ukraina.

Demikian pandangan Pemerintah Rusia.

Selain karena statusnya sebagai pusat Gereja Katolik, lokasi Vatikan yang berada di tengah negara anggota NATO dan Uni Eropa, Italia, membuatnya dianggap kurang netral. Itulah pandangan tiga sumber senior Rusia kepada Reuters.

Salah satu sumber yang memahami pandangan kalangan elite Kremlin menyebutkan, Vatikan tidak dianggap sebagai kekuatan serius yang mampu menyelesaikan konflik besar seperti perang Rusia-Ukraina.

“Vatikan jelas tidak terlihat di Rusia sebagai kekuatan serius yang mampu menyelesaikan konflik yang rumit seperti itu,” kata sumber tersebut dengan syarat anonim, mengingat sensitifnya isu ini.

Kendala logistik juga menjadi pertimbangan. Sejak perang dimulai pada 24 Februari 2022, penerbangan langsung dari Moskwa ke banyak negara Eropa, termasuk Italia, telah dibatalkan.

Selain itu, sanksi dari Uni Eropa membuat banyak pejabat Rusia tidak bisa melakukan perjalanan ke wilayah tersebut.

“Bagi sebagian besar pejabat senior Rusia, akan sangat sulit untuk pergi ke Vatikan dari Moskwa karena penerbangan langsung dibatalkan dan banyak sanksi berlaku terhadap mereka,” kata salah satu sumber, sebagaimana diberitakan Reuters pada Senin (26/5/2025).

Pihak Kremlin dan Vatikan belum memberikan tanggapan resmi terkait isu ini. Ketika ditanya pekan lalu mengenai kemungkinan Vatikan menjadi tuan rumah perundingan damai, Kremlin menyatakan bahwa belum ada keputusan apa pun yang diambil.

Vatikan hingga kini juga belum memberikan komentar terbuka mengenai peran dalam proses perdamaian. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan Paus Leo XIV sebagai mediator perundingan setelah melakukan panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyatakan, Paus Leo XIV, paus pertama yang berasal dari AS, telah menyampaikan kesediaannya menjadi tuan rumah pembicaraan damai.

Baca juga :  Baku Tembak di Basis Kartel Sinaloa, 11 Tewas dalam Operasi Militer Meksiko

Namun, tanggapan dari pihak Rusia tampak skeptis. Seorang pejabat Rusia bahkan menyampaikan komentar sarkastik bahwa lokasi yang “lebih baik” dari Vatikan untuk pembicaraan damai mungkin adalah Den Haag, markas Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) yang telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Putin atas dugaan kejahatan perang. Kremlin sendiri menganggap surat perintah ICC tersebut tidak sah dan sangat politis, mengingat Rusia bukan negara yang meratifikasi statuta ICC

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menilai gagasan menjadikan Vatikan sebagai tuan rumah perundingan perdamaian “agak tidak elegan” karena Rusia dan Ukraina didominasi oleh pemeluk Ortodoks Timur.

Seperti diketahui, Gereja Ortodoks Rusia adalah yang terbesar dalam komunitas Ortodoks Timur, yang memisahkan diri dari Gereja Barat dalam Skisma Besar 1054.

Berdasarkan data Institut Sosiologi Internasional Kyiv, mayoritas warga Ukraina mengidentifikasi diri sebagai penganut Ortodoks Timur, meski sejak pecahnya perang pada 2022, dukungan terhadap Gereja Ortodoks Ukraina yang tidak berpihak pada Rusia meningkat tajam. Alih-alih Vatikan, sumber-sumber Rusia menyebut, negara-negara seperti Turkiye, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, dan Oman lebih mungkin menjadi tuan rumah perundingan damai.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments