Energi Juang News, Meksiko- Pasukan pemerintah melakukan operasi keamanan di kawasan barat laut Mexico. Langkah ini menargetkan jaringan kejahatan terorganisir yang selama ini memicu ketegangan di wilayah tersebut.
Penggerebekan Basis Kartel Sinaloa
Militer Meksiko menggempur sejumlah properti yang diduga menjadi markas kelompok kartel Sinaloa. Dalam operasi itu, 11 anggota kartel dilaporkan tewas setelah terjadi baku tembak sengit.
Dilansir Agence France-Presse, Jumat (20/3/2026), penggerebekan berlangsung pada Kamis (19/3) waktu setempat. Marinir bergerak cepat menyisir rumah-rumah yang terkait dengan faksi kartel yang bersekutu dengan gembong narkoba Ismael Zambada.
Konflik Internal Antar Faksi Kartel
Kelompok loyalis Zambada diketahui terlibat konflik dengan kubu yang berafiliasi dengan putra-putra Joaquín Guzmán alias “El Chapo”. Kedua tokoh kartel itu saat ini sama-sama menjalani hukuman penjara di Amerika Serikat.
Ketika marinir tiba di salah satu lokasi target, para anggota kartel langsung melepaskan tembakan. Pertempuran singkat pun terjadi. “Jumlah korban tewas sementara sebanyak 11 orang,” demikian pernyataan sekretariat keamanan setempat. Tidak ada laporan korban luka dari pihak aparat dalam operasi tersebut.
Penahanan Sementara dan Situasi Mencekam
Petugas sempat menahan seorang perempuan yang diduga merupakan putri pemimpin faksi yang dikenal sebagai “Mayiza.” Namun, ia kemudian dibebaskan setelah penyelidikan memastikan tidak ada kaitan dengan aktivitas kriminal.
Pascapenggerebekan, aparat memperkuat kehadiran di wilayah tersebut. Insiden ini memicu reaksi dari kelompok kriminal yang melakukan blokade jalan raya serta membakar sejumlah tempat usaha.
Tekanan Politik dari Amerika Serikat
Pemerintah Meksiko meningkatkan upaya penangkapan dan penyitaan narkoba dalam beberapa waktu terakhir. Langkah ini sejalan dengan tekanan yang datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar otoritas Meksiko lebih tegas menindak jaringan kartel.
Operasi terbaru ini menegaskan bahwa perang melawan kartel narkoba masih menjadi tantangan besar bagi stabilitas keamanan kawasan.
Redaksi Energi Juang News



