Selasa, Juni 2, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaSetan Budek, Mitos Perenggut Nyawa di Rel Kereta Api

Setan Budek, Mitos Perenggut Nyawa di Rel Kereta Api

Energi Juang News, Jakarta– Saidi, seorang pengemudi truk tua berusia lima puluhan, tidak pernah membayangkan malam itu akan menjadi malam terakhirnya melihat langit. Ia baru saja menurunkan muatan pupuk dari gudang di Nganjuk dan hendak mengantar sisanya ke Ngawi, melewati jalur Kediri yang dikenal sunyi namun sering dijadikan jalan pintas oleh para sopir. Di tengah malam yang pekat, ketika kabut turun menggulung aspal, truk yang dikemudikannya mendadak berhenti mendadak di atas rel kereta api. Tak ada kereta yang lewat, namun mesin truknya mendadak mati seolah ada sesuatu yang menghalanginya untuk melanjutkan perjalanan.

Beberapa warga yang tinggal di sekitar rel mengatakan bahwa mereka mendengar suara dentuman keras di malam itu. Penjaga perlintasan sudah memperingatkan namun seolah supir tidak mengindahkanya. Menurut Pak Tarto, warga RT 03 yang rumahnya hanya berjarak 200 meter dari rel, suara itu bukan seperti tabrakan biasa. “Saya dengar suara kayak jeritan… bukan manusia, tapi lebih mirip binatang yang kesakitan,” katanya dengan wajah serius.

Mendengar suara keras itu warga keluar rumah membawa senter, dan menemukan truk Saidi hancur tak jauh dari perlintasan.

Beberapa jam setelahnya, tubuh Saidi ditemukan di ditumpukan bagian depan truk dekat rel itu. Tubuhnya patah-patah dan penuh luka, dan ada darah yang keluar. Polisi yang datang pun heran karena truknya terlihat ringsek parah, namun posisi rel dan kondisi sekitarnya tidak menunjukkan bekas tabrakan kereta. Seorang petugas sempat berkata, “Ini seperti dia terlempar dar truknya terlebih dahulu, kemudian tertimpa badab truk di sini.” Suara burung hantu malam itu terus berbunyi, seolah menjadi pertanda bahwa ada yang tak beres.

Baca juga :  Punden Desa Ketangi Dihormati, Tapi Simpan Teror Mistik

Kejadian ini memunculkan kembali mitos lama yang telah lama dikenal oleh warga sekitar rel Kediri hingga Blitar, yaitu tentang keberadaan makhluk gaib bernama Setan Budek. Sosok ini diceritakan sebagai makhluk tuli yang menghantui rel-rel tua dan muncul pada malam hari ketika suara kereta jarak jauh sering melintasi. Konon, karena ia tuli, ia tidak tahu bahwa kereta telah lewat atau belum, sehingga ia akan menyambar siapa pun yang berada di rel karena mengira mereka akan mati tertabrak. “Kalau kau diam di rel terlalu lama, dia akan muncul dan menyeretmu,” ujar Bu Jum, seorang nenek sepuh yang mengaku pernah melihatnya saat muda.

Menurut cerita Bu Jum, Setan Budek berwujud seperti manusia besar berbadan hitam legam, namun matanya buta dan telinganya tidak berlubang. Ia berjalan dengan meraba-raba tanah, mengendus bau besi rel dan tubuh manusia. “Dulu ada anak kecil hilang juga di sekitar sini, katanya sih ditarik makhluk itu. Orang-orang sini tak berani bicara keras kalau melintas rel malam-malam,” sambungnya. Warga percaya, jika kau bicara keras atau membuat bunyi, Setan Budek akan langsung mendekat. Tapi justru jika kau terlalu diam, ia juga akan datang mengira kau adalah hantu sepertinya.

Cerita semakin menyeramkan ketika salah satu pemuda desa bernama Doni mengaku melihat bayangan besar melintasi rel dua malam setelah kejadian Saidi. “Aku pikir itu sapi, tapi langkahnya berat dan tidak ada suara sama sekali. Pas aku senter, tidak ada apa-apa,” kata Doni. Pemuda itu sampai sekarang masih takut jika harus melintasi rel, apalagi jika sendirian. Ia bahkan mengaku sering mendengar bisikan lirih dari arah rel ketika ia pulang larut malam.

Baca juga :  Misteri Penghuni Kelok Sembilan Sumatera Barat Yang Melegenda

Kepala desa setempat, Pak Samin, sudah lama tahu tentang legenda itu, namun tidak bisa berbuat banyak. “Mitos seperti ini sudah hidup sejak jaman Belanda. Dulu katanya penjaga rel pernah kesurupan dan berteriak-teriak minta telinganya dikembalikan,” katanya. Banyak warga yang kini memilih menghindari jalur rel tersebut, terutama pada malam Jumat atau malam tanggal satu, karena percaya malam-malam itu adalah waktu di mana Setan Budek berkeliaran mencari korban.

Kasus Saidi menjadi sorotan karena secara logika tak masuk akal. Truknya ditemukan dalam kondisi seperti dilempar dari langit, tapi tidak ada saksi mata yang melihat kereta lewat. Lebih ganjil lagi, tak ada kamera CCTV atau alat pelacak kereta yang menunjukkan keberadaan kereta malam itu. Petugas hanya bisa menyimpulkan “kecelakaan tunggal tertabrak kereta api”. Namun warga yakin, Saidi bukan mati karena mesin rusak atau kelalaian. Ia menjadi korban makhluk yang tak bisa mendengar dan tak bisa melihat sosok Setan Budek sang penjaga rel yang tersesat.

Hingga kini, tempat itu menjadi lokasi yang dihindari. Banyak sopir yang memilih memutar jauh ketimbang mengambil jalur melintasi rel. Beberapa bahkan menempelkan daun kelor di dashboard mereka sebagai penolak bala. Meskipun zaman sudah berubah, teknologi berkembang, dan jalur rel sudah diperbaiki, satu hal tetap tak bisa dihapus: rasa takut mendalam pada sesuatu yang tak bisa dijelaskan oleh logika. Dalam sunyi malam, Setan Budek tetap melangkah, mengendus korban baru, tanpa pernah mendengar suara jeritan mereka.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments