Eergi Juang News,Sidoarjo- Misteri Candi Lemah Duwur telah lama menjadi cerita turun-temurun yang masih dipercaya hingga kini. Situs peninggalan Majapahit yang menghadap langsung ke Gunung Penanggungan itu dikenal bukan hanya karena nilai sejarahnya, tetapi juga karena berbagai kisah gaib yang menyelimuti keberadaannya. Banyak warga mengaku mengalami kejadian aneh setelah melanggar pantangan yang berlaku di sana.
Menurut cerita warga, larangan paling terkenal adalah membawa pulang bata merah dari area candi. Bata-bata berukuran besar khas Majapahit itu pernah diambil beberapa orang pada masa lalu. Namun tak lama kemudian mereka mengalami kejadian yang sulit dijelaskan. “Dulu ada yang membawa satu bata buat pondasi rumah,” ujar Pak Karman, warga setempat. “Malamnya dia mimpi didatangi sosok tua yang menyuruh mengembalikan bata itu.”
Kisah tersebut bukan satu-satunya. Seorang warga bernama Suyatno mengaku pernah mendengar suara langkah kaki di sekitar candi saat tengah malam. Padahal lokasi itu berada di tengah sawah dan jauh dari permukiman. “Saya kira ada orang lewat,” katanya. “Begitu saya senter ke arah suara, tidak ada siapa-siapa. Tapi langkah itu tetap terdengar mendekat.”
Suasana semakin mencekam karena di bagian atas candi terdapat sebuah batu lingga yang berada di bawah pohon tua. Banyak warga percaya tempat itu memiliki energi yang berbeda. Pada malam tertentu, beberapa orang mengaku melihat bayangan hitam berdiri diam di dekat pohon tersebut sebelum perlahan menghilang ke dalam gelap.
“Jangan datang ke sana sendirian kalau malam Jumat Legi,” kata Mbah Wiryo, sesepuh desa. Sejumlah pemuda yang sedang berkumpul langsung menoleh penasaran. “Kenapa, Mbah?” tanya salah satu dari mereka. Dengan suara pelan, ia menjawab, “Karena kadang ada yang melihat sosok berpakaian hitam berjalan mengelilingi candi tanpa meninggalkan jejak.”
Cerita yang paling sering dibicarakan warga adalah tentang orang-orang yang nekat membawa pulang benda dari area situs. Konon, selain mimpi buruk, ada yang mendadak jatuh sakit tanpa sebab jelas. “Tetangga saya dulu pernah mengalami itu,” ujar seorang ibu warga Pamotan. “Setelah batanya dikembalikan, barulah kondisi badannya membaik.”
Pada suatu malam yang berkabut, seorang petani yang pulang dari sawah mengaku melihat cahaya redup muncul dari arah candi. Cahaya itu bergerak perlahan di antara pepohonan sebelum lenyap begitu saja. “Saya pikir ada orang membawa lampu,” katanya. “Tapi setelah saya dekati, tidak ada siapa-siapa di sana.”
Keangkeran tempat itu semakin terasa karena posisi candi yang berdiri di titik paling tinggi dibanding area sawah di sekitarnya. Saat angin bertiup dari arah Gunung Penanggungan, suara dedaunan sering terdengar seperti bisikan manusia. “Dengar itu?” bisik seorang warga kepada temannya. “Seperti ada yang memanggil dari atas candi.” Temannya langsung mengajak pulang tanpa banyak bicara.
Hingga kini, Candi Lemah Duwur tetap menjadi salah satu situs paling unik dan misterius di Sidoarjo. Meski para sejarawan melihatnya sebagai peninggalan berharga Kerajaan Majapahit, masyarakat setempat masih meyakini adanya penjaga gaib yang melindungi kawasan tersebut. Saat senja berubah menjadi malam dan kabut mulai turun dari arah persawahan, bangunan bata merah itu kembali menyimpan rahasia yang belum berhasil diungkap siapa pun.
Redaksi Energi Juang News




