Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaBerita NasionalPemerintah Perketat Standar Pendakian Rinjani Imbas Insiden Turis Asing

Pemerintah Perketat Standar Pendakian Rinjani Imbas Insiden Turis Asing

Energi Juang News, Jakarta– Menanggapi insiden jatuhnya wisatawan asal Brasil di kawasan Gunung Rinjani, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Budi Gunawan menegaskan bahwa pemerintah akan memperketat prosedur operasional standar (SOP) pendakian gunung, khususnya bagi wisatawan mancanegara.

“Kami melakukan evaluasi menyeluruh dari kasus ini. SOP untuk pendakian gunung akan diperketat, khususnya menyangkut wisatawan asing,” ujar Budi saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (7/7/2025).

Lebih lanjut, Budi menekankan pentingnya peningkatan sistem keamanan dan keselamatan dalam setiap jalur pendakian. “Tidak hanya SOP-nya, tapi juga standar keamanannya. Harus lebih ketat lagi ke depan,” tambahnya.

Evaluasi Kesiapan Pemandu
Dalam evaluasi tersebut, pemerintah turut mempertimbangkan aspek kesiapan para pemandu wisata yang bertanggung jawab mendampingi pendaki. Budi menyebut, standar kompetensi bagi para pemandu harus diperjelas dan diperkuat agar kejadian serupa tak terulang.

“Kesiapan pemandu juga jadi perhatian. Tidak bisa sembarangan. Harus ada standarnya. Jangan sampai pemandu tidak jelas latar belakang dan kemampuannya,” tegas Budi.

Respons Pemerintah Terkait Gugatan
Terkait kemungkinan adanya gugatan hukum dari pihak korban, Budi mengungkapkan bahwa hal tersebut kemungkinan diajukan oleh keluarga korban atau organisasi non-pemerintah, bukan oleh otoritas resmi pemerintah Brasil.

“Sejauh ini, kalau pun ada gugatan, bukan dari pemerintah Brasil secara langsung. Melainkan dari keluarga atau NGO yang menangani kasus ini di sana,” katanya.

Kronologi Kejadian di Rinjani
Budi juga mengisahkan ulang kronologi insiden yang menimpa Juliana Marins, turis asal Brasil tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban merasa tidak sanggup melanjutkan pendakian saat berada di ketinggian 600 meter. Namun, rekan-rekannya justru meninggalkannya sendirian.

“Korban sempat menyampaikan bahwa ia tidak kuat naik lagi. Tapi teman-temannya meninggalkannya di jalur, meminta ia menunggu sendiri. Dari situ, dia terjatuh ke jurang sedalam 600 meter,” papar Budi.

Baca juga :  RUU TNI Resmi Disahkan, Simak Perubahan Pentingnya!

Menurutnya, situasi tersebut seharusnya tidak terjadi apabila solidaritas antarpendaki dan tanggung jawab pemandu dijalankan secara benar.

Upaya Diplomatik Pemerintah Indonesia
Meski demikian, pemerintah Indonesia tetap berupaya menjaga hubungan bilateral dengan Brasil. Menko Polhukam memastikan bahwa komunikasi antarnegara terus berlangsung, termasuk melalui Presiden Prabowo Subianto yang tengah berada di Brasil dalam kunjungan kenegaraan.

“Kita terus menjaga hubungan baik dengan Brasil. Presiden juga sudah berbicara dengan pemimpin di sana. Kita komunikasikan semuanya dengan transparan,” jelas Budi.

Ia juga menegaskan bahwa proses identifikasi dan autopsi jenazah telah dilakukan sesuai prosedur, dan semua pihak yang terlibat telah memberikan bantuan maksimal, termasuk aparat dan relawan lokal.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments