Sabtu, April 18, 2026
spot_img
BerandaBerita NasionalPemerasan Lewat VC Seks Masih Mengintai Korban, Ini Faktanya!

Pemerasan Lewat VC Seks Masih Mengintai Korban, Ini Faktanya!

Gerak News, Jakarta – Pelaku kejahatan pemerasan dengan modus Video Call Seks (VCS) masih mengintai korban. Tak sedikit korban menjadi takut dan stress mendapatkan ancaman pelaku pemerasan ini. Setidaknya ini diungkap salah satu korban yang bercerita kepada redaksi geraknews.id. Berdasarkan penuturan korban, redaksi tergerak mengungkap aksi kejahatan yang kerap menggunakan media sosial ini.

Selasa (28/5/2024) tim geraknews.id mulai menyelusuri bagaimana para pelaku menjalankan modus kejahatannya ini. Melalui platform facebook, satu diantara media sosial yang diminati penggunanya. Benar saja dalam waktu dua hari investigasi kecil ini mulai, tim mendapatkan permintaan konfirmasi pertemanan di inbox messenger.

Pemilik akun facebook “Putri Aldesa” mulai menyapa dan terang-terangkan mengajak VC melalui Whaatshap. “Mas, saya kesepian nih. Sudah setahun ditinggal suami. Tolong ya. Ini nomor saya,” begitu isi pesannya pemilik akun FB yang mencantumkan status di profil sebagai seorang janda. Tim geraknews merespon ajakan pemilik akun tersebut.

Percakapan via whatshapp pun terjadi. “Ini kamu ya mas. Tolong saya ya. Saya kesepian nih,” balas pesan whatsapp itu.

Kemudian tim geraknews pun menanyakan syarat apa bila ingin Video Call. Perkiraan kami mesti membayar sejumlah uang terlebih dulu atau lainnya. Rupanya tidak. “Ga ada syaratnya mas. Bantu saya saja sampai klimaks,” jawabnya.

Timpun mengiyakan ajakan ini. Kemudian, akun “Putri Aldesa” ini pun kembali mengirimkan pesan: “Sebentar saya kunci kamar dulu ya“.

Tak lama berselang, panggilan videocall berdering. Terlihat seorang perempuan muda telah membuka sebagian busananya (sambil memperlihatkan adegan tak pantas) melaui videocall. Tim masih meladeni aksi si perempuan itu. Namun tak selang kurang satu menit, videocall tiba-tiba diputus. Kemudian datang pesan lanjutan, meminta tim melakukan hal yang sama. “Buka juga dong. Lihatkan ke saya juga. Biar saya makin cepat klimaks,” begitu isi pesannya. Berkali-kali akun “Putri Aldesa” ini merayu. Sepertinya ia mulai jengkel. Pasalnya, tim geraknews tidak menuruti ajakan yang tak wajar itu. Lalu tim geraknews memblokir nomor whatshapp tersebut.

Baca juga :  PBNU Akan Peroleh Tambang Bekas Grup Bakrie

Keesokkan harinya, Rabu (29/5/2024) beberapa pesan whatshapp masuk dari sebuah nomor baru. Dan ini sesuai perkiraan setelah nomor whatshapp sebelumnya kami blokir. Bermodalkan video yang berhasil direkam sehari sebelumnya, sipemeras itu mulai melakukan aksinya. Di pesan-pesan yang masuk itu, isinya bernada mengancam.

Mau dihapus itu video, apa mau disebar. Saya tahu kamu. Saya janji akan hapus videonya setelah kamu bantu. Saya butuh uang buat tebus obat ibuk. 250 ribu. Bagaimana,” ancam pelaku. Mendapatkan ancaman itu, Tim pun mengertak pelaku. “Silahkan. Saya sudah tau lokasi kamu,” pesan tim terkirim ke pelaku pemerasan.

Tak lama berselang. Terkirim sebuah voice note. Nah, tabir mulai terbuka. Rupanya sipelaku pemerasan adalah seorang pria. “Oh silahkan. kalau itu cara anda pak. Saya minta seratus ribu saja. Anda pertimbangkan,” begitu pesan singkat voice note. Selanjutnya terjadi percakapan ancam-mengancam antara tim geraknews.id dengan si pelaku pemerasan itu.

Mendapati perkembangan tersebut, tim geraknews pun mencoba menelusuri nomor whatsapp yang dilakukan pelaku. Bermodal aplikasi pengidentifikasi nomor kontak “Getcontact“, tim geraknews melakukan penyelusuran informasi nomor tersebut.

Sementara tim berhasil mendapati identitas sipemeras melalui aplikasi yang kami gunakan itu. Didapat pemilik nomor whatshapp yang digunakan tersebut berinisial “IS”. Asumsi awal dan mengacu pada asas praduga tak bersalah, bisa jadi nomor yang digunakan sipemeras adalah milik orang lain. Namun, hingga tulisan ini dimuat, tim geraknews masih terus menelusuri identitas pelaku pemerasan bermodus VCS ini.

Berdasarkan data yang dihimpun geraknews, telah terungkap modus pemerasan serupa di beberapa daerah. Di November 2023 misalnya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kutai Timur berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pemerasan dengan modus Video Call Sex (VCS). Keberhasilan penangkapan pelaku ini menjadi langkah awal dalam memberantas kejahatan cinta maya yang semakin meresahkan masyarakat. Agaknya, kasus seperti ini menjadi peringatan bagi semua orang untuk lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan dengan orang yang ditemui di dunia maya.

Baca juga :  Tokoh NU: Bila Cari Kesalahan Agama Lain, Zakir Naik Serakah!

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments