Energi Juang News, Solo- Kisah mistis Lapangan Kadipolo hingga kini masih menjadi perbincangan warga Solo. Lapangan yang berada di kompleks bekas Rumah Sakit Kadipolo itu menyimpan banyak cerita yang membuat bulu kuduk meremang, terutama saat malam mulai turun dan suasana berubah sunyi.
Dari luar, kawasan tersebut tampak terbengkalai. Bangunan tua yang mulai rapuh berdiri di antara semak liar dan pepohonan besar. Angin yang berembus pelan sering menimbulkan suara berderit dari bangunan kosong, seolah ada penghuni tak kasat mata yang masih bertahan di sana.
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, beberapa orang pernah melihat penampakan sosok suster berjalan perlahan di sekitar kompleks. Sosok itu diyakini sebagai arwah pekerja rumah sakit yang meninggal secara tragis ketika bangunan tersebut masih beroperasi.
“Kalau lewat habis Magrib, saya sering dengar suara langkah dari dalam gedung kosong,” ujar Pak Sastro, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi. “Padahal waktu dicek, tidak ada siapa-siapa.”
Cerita lain yang lebih mengerikan datang dari mantan pemain Arseto Solo, Benny van Breukelen. Ia pernah mengaku melihat sesosok bayangan berjalan menunduk di tengah lapangan pada malam hari. Ketika diperhatikan, sosok itu perlahan bergerak menuju tembok tua dan tiba-tiba menembusnya sebelum menghilang begitu saja.
“Awalnya saya kira orang biasa,” tutur seorang warga yang mengaku mendengar langsung kisah tersebut. “Tapi kalau manusia bisa masuk tembok, itu jelas bukan manusia.”
Misteri Kadipolo semakin dikenal setelah beredar cerita tentang sekelompok pemuda yang bermain sepak bola di lapangan itu menjelang senja. Saat pertandingan berlangsung, salah satu pemain tiba-tiba terjatuh dan menunjukkan tingkah yang tidak wajar.
Pemuda tersebut konon berlari menggunakan kedua tangan dan kakinya seperti seekor kera. Ia memanjat pagar dengan lincah sambil mengeluarkan suara geraman yang membuat teman-temannya ketakutan. Beberapa orang berusaha menenangkannya, namun ia justru semakin agresif.
“Sumpah, matanya merah dan gerakannya bukan seperti manusia biasa,” kata seorang warga yang mengaku mendengar cerita itu dari saksi mata. “Semua orang yang ada di situ langsung panik.”
Meski kisah kesurupan itu belum pernah dibuktikan secara resmi dan lebih sering disebut sebagai urban legend, cerita tersebut terus hidup dari generasi ke generasi. Banyak warga memilih menghindari kawasan itu ketika malam tiba karena percaya ada sesuatu yang berbeda di sana.
Hingga kini, Lapangan Kadipolo tetap menjadi salah satu lokasi paling misterius di Solo. Di balik rumput liar dan bangunan tua yang membisu, tersimpan berbagai cerita yang sulit dijelaskan logika. Benar atau tidaknya kisah-kisah tersebut, satu hal yang pasti: nama Kadipolo masih mampu menghadirkan rasa merinding bagi siapa saja yang mendengarnya.
Redaksi Energi Juang News



