Sabtu, Mei 30, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisIsu Mundur Sri Mulyani dan Lesunya Ekonomi Picu IHSG Jatuh

Isu Mundur Sri Mulyani dan Lesunya Ekonomi Picu IHSG Jatuh

Energi Juang News, Jakarta– Para analis menilai pasar saham Indonesia tengah diguncang gelombang sentimen negatif, baik dari dalam maupun luar negeri, hingga menyebabkan IHSG anjlok lebih dari 5%. Salah satu faktor utama yang melemahkan pasar hingga siang ini adalah mencuatnya isu pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menurut Research Analyst Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani, rumor tersebut memicu ketidakpastian dan mengguncang kepercayaan investor, memperburuk tekanan di pasar modal.

“Ada juga isu dan rumor Sri Mulyani mau mundur itu juga membuat pasar mengalami gejolak,” ucap Arjun pada Selasa (18/3/2025).

Adapun Arjun menjelaskan, secara rinci tiga faktor penekan IHSG selain karena isu Sri Mulyani.

Pertama, kekhawatiran perang dagang dan arus keluar dana asing yang menyebabkan ketidakpastian global masih menjadi faktor utama yang mendorong investor asing keluar dari pasar saham Indonesia. Risiko tarif impor, pembatasan perdagangan, serta potensi ketegangan baru antara negara-negara besar membuat investor lebih berhati-hati dan cenderung mengalihkan dana ke aset yang lebih aman.

Kedua, pelemahan ekonomi domestik dan ketidakpastian regulasi. Perlambatan ekonomi dalam negeri semakin terasa, tercermin dari turunnya penerimaan pajak yang menunjukkan lemahnya aktivitas bisnis. Selain itu, muncul kekhawatiran terhadap dampak pembentukan holding BUMN media Danantara, yang dinilai berpotensi mempengaruhi industri dan regulasi di Indonesia.

Ditambah lagi, lonjakan jumlah PHK dan banyaknya pabrik yang tutup menandakan lemahnya daya beli masyarakat serta tekanan terhadap sektor manufaktur dan tenaga kerja.

Ketiga, penurunan harga komoditas dan dampaknya terhadap pendapatan negara : Melemahnya harga komoditas global, seperti batu bara, minyak sawit (CPO), dan nikel, memberikan tekanan pada sektor yang selama ini menjadi salah satu pendorong ekonomi Indonesia. Harga komoditas yang lebih rendah tidak hanya berdampak pada pendapatan emiten di sektor pertambangan dan perkebunan, tetapi juga mengurangi penerimaan negara dari ekspor dan royalti.

Baca juga :  Gus Falah Dukung Pemberian Izin Pertambangan Bagi Ormas

Sementara Head of Equity Trading Mitra Andalan Sekuritas (Mitra Pemasaran Mandiri Sekuritas) Arwendy Rinaldi Moechtar juga mengungkapkan bahwa rumor Sri Mulyani menyebabkan arus dana asing keluar dari pasar, sebab investor asing percaya dengan kinerja Sri Mulyani.

“Iya itu indikasi cukup significant, karena asing percaya Sri Mulyani, ucap Arwendy pada Selasa (18/3/2025).

Senada, Andyka Pradana dari Jasa Utama Capital Sekuritas menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini juga menjadi sorotan, termasuk nilai tukar rupiah saat ini jadi penekan IHSG.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments