Energi Juang News, Jakarta- Paus Leo XIV, pemimpin baru Gereja Katolik Sedunia, menegaskan kesiapannya untuk menjadi penengah antara para pemimpin dunia yang terlibat konflik.
Hal itu ingin dilakukan Paus demi menghentikan peperangan.
Dalam pidatonya yang disampaikan di Aula Paulus VI di Vatikan, paus asal Amerika Serikat ini menegaskan bahwa dirinya akan melakukan segala upaya untuk mewujudkan perdamaian.
“Takhta Suci selalu siap untuk mempertemukan pihak-pihak yang bermusuhan, agar mereka dapat duduk bersama, berbicara, dan menemukan harapan baru,” ujar Paus Leo.
“Bangsa-bangsa di dunia mendambakan perdamaian. Kepada para pemimpin, saya mohon dengan sepenuh hati, mari kita bertemu, berbicara, dan bernegosiasi,” imbuhnya.
Paus Leo XIV juga mengajak umat Kristen di Timur Tengah agar tidak meninggalkan tanah kelahiran mereka, meskipun menghadapi kekerasan dan tekanan.
“Saya berterima kasih kepada Tuhan untuk orang-orang Kristen, baik di Timur Tengah maupun Latin, yang tetap bertahan dan tinggal di tanah air mereka, menolak godaan untuk meninggalkan negara mereka,” ujarnya.
Ia memuji keteguhan umat Kristen yang tetap bertahan di wilayah penuh konflik.
Menurutnya, mereka harus diberikan hak-hak nyata untuk hidup aman di tanah asal mereka.
“Siapa yang lebih baik dari kalian untuk menyanyikan lagu harapan di tengah jurang kekerasan?” katanya, seraya menyebut berbagai wilayah konflik seperti Ukraina, Lebanon, dan Suriah.
“Orang Kristen harus diberi kesempatan untuk tetap tinggal di tanah air mereka dengan semua hak yang dibutuhkan dalam menjalani hidup yang aman,” tambahnya.
Pidato ini disampaikan Paus Leo XIV dalam rangkaian acara Tahun Yubelium 2025, yang khusus memperingati dan menyatukan 23 Gereja Katolik Timur dari Eropa Timur, Timur Tengah, India, dan Afrika.
Redaksi Energi Juang News



