Minggu, April 19, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaMalam Terakhir di Sambeng: Teror Lidah Hantu dari Pohon Kelapa

Malam Terakhir di Sambeng: Teror Lidah Hantu dari Pohon Kelapa

Energi Juang News, Jakarta- Pada tahun 2018, saat liburan semester kuliah, Firman memutuskan mengunjungi pamannya yang tinggal di Sambeng, sebuah wilayah terpencil di Lamongan, Jawa Timur. Pamannya, Pak Pardi, sempat berpesan lewat WhatsApp agar Firman tiba sebelum malam turun. Namun, sengatan terik siang membuat Firman menunda keberangkatannya hingga menjelang senja.

Dalam perjalanan, ia sempat berhenti di sebuah warung kecil untuk membeli air dan rokok. Pemilik warung, seorang nenek tua, langsung menatapnya dengan raut khawatir.
“Mau ke mana, mas?”
“Ke Sambeng, Bu. Ke rumah paman saya.”
Si nenek mendadak tegang. “Malam-malam begini? Mas belum tahu ya? Sambeng lagi diganggu… makhluk perempuan dengan lidah panjang. Jangan datang malam, mas.”

Firman menelan ludah. Tapi dengan pikiran logisnya, ia menganggap cerita itu hanya mitos lokal.

Namun begitu memasuki jalan desa, suasana menjadi mencekam. Jalanan sunyi, kanan kiri dikepung pohon karet dan rumpun bambu pekat. Di tengah jalan, tawa lirih seorang perempuan terdengar dari balik pepohonan. Firman mencoba menenangkan diri. Tapi pandangannya terpaku pada pohon kelapa tinggi di ujung tikungan.

Di sana, melilit di batang pohon, ada sesuatu yang bergerak menjulur. Saat ia mendekat, Firman menyadari itu adalah… lidah. Panjang, basah, menjuntai seperti ular. Saat ia menengadah, tubuhnya membeku. Di atas pohon berdiri sosok perempuan mengenakan kain putih dekil, rambut menjuntai menutupi wajah, tubuhnya penuh tanah basah. Lidahnya menjulur hingga hampir menyentuh tanah.

Firman menjerit, kehilangan kendali. Motornya tergelincir dan ia pingsan di pinggir jalan.

Pagi harinya, Firman tersadar di rumah Pak Pardi. Di sana juga hadir Pak Darum, tetangga yang menemukannya pingsan. Setelah mendengar kisah Firman, keduanya tampak saling pandang dengan wajah muram.

Baca juga :  Teror Gaib dan Kutukan Santet: Tragedi Pernikahan Vita yang Berujung Malapetaka

Pak Pardi mulai bercerita. “Dua bulan lalu, Bu Sinden, seorang dukun santet, dan cucunya Irka, ditemukan terbakar di pondok mereka. Lidah keduanya menjulur keluar, seperti ditarik paksa. Sejak malam ketujuh kematian mereka, desa ini tak pernah benar-benar tenang. Selalu ada ketukan, penampakan, dan suara-suara…”

Malam itu, suasana Sambeng terasa mati. Semua rumah menutup pintu, mematikan lampu, dan meletakkan garam serta gula merah di depan pintu. Firman penasaran.

“Itu penangkal. Biar mereka gak bisa masuk,” ujar Pak Pardi singkat. “Kalau ada yang ketuk pintu, jangan buka. Jangan intip.”

Pukul sebelas malam, Firman gelisah di ranjang. Lalu terdengar suara aneh dari luar jendela. Seperti bisikan nenek-nenek bernyanyi lirih. Firman tergerak oleh rasa penasaran. Ia mendekat ke jendela… mengintip dari balik tirai.

Dua sosok berdiri di sana. Seorang nenek tua gosong, kulitnya terkelupas seperti habis terbakar. Di sampingnya, sosok perempuan berambut panjang yang sama—masih dengan lidah menjuntai. Mereka menatap lurus ke arah jendela tempat Firman mengintip.

Seketika, Firman mundur ketakutan. Ketukan mulai terdengar di pintu.
Tok… tok… tok…
Firman membeku. Ia teringat peringatan pamannya. Tapi dia sudah melanggar. Dari bawah pintu terlihat bayangan kaki hangus. Suara napas berat menyusul dari luar jendela.

Firman meringkuk. Semua suara mendadak berhenti.

Beberapa menit berlalu. Ia coba mengintip lagi. Kosong.

Firman menarik selimut. Tapi saat hampir terlelap, terdengar suara mencicit dari bawah ranjang.
“Man… buka pintunya… garamnya belum dikasih, Nak…”

Pagi harinya, Pak Pardi menemukan kamar Firman kosong. Jendela terbuka. Di bawah ranjang—sebungkus garam yang belum sempat ditaruh di luar.

Dan sejak hari itu, Firman tak pernah ditemukan. Hanya si Nenek dan cucunya yang mungkin tahu… ke mana ia dibawa.

Baca juga :  Kutukan Pantai Padang Galak: Hilangnya Wana Gede dan Teror Dewi Laut Haus Darah

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments