Energi Juang News, Jakarta— Badan Gizi Nasional (BGN) membuka kesempatan bagi masyarakat atau lembaga yang ingin bergabung sebagai mitra dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Proses pendaftaran hanya bisa dilakukan secara online melalui situs resmi mitra.bgn.go.id, dan tidak tersedia lewat jalur luring atau perantara.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menekankan pentingnya pendaftaran akun terlebih dahulu sebelum mengisi dokumen persyaratan yang dibutuhkan. “Calon mitra bisa mendaftar akun di mitra.bgn.go.id, lalu login dan melengkapi dokumen kelembagaan seperti CV, PT, perorangan, atau yayasan,” ujar Dadan, dikutip dari kanal YouTube resmi BGN, Senin (2/6/2025).
Lebih lanjut, setiap calon mitra juga diwajibkan menentukan lokasi operasional dengan menyertakan titik geospasial. Titik ini akan diverifikasi oleh tim BGN guna memastikan kelayakan wilayah. Titik geospasial itu penting untuk menentukan apakah lokasi tersebut bisa dijadikan area operasional MBG,” tambah Dadan.
BGN juga menetapkan empat kriteria utama yang wajib dipenuhi mitra, terutama berkaitan dengan standar higienitas dan keamanan pangan. Semua pihak harus memenuhi standar operasional BGN agar makanan yang disalurkan aman dikonsumsi.
Mengenai sistem pendanaan, BGN menyalurkan dana melalui skema bantuan pemerintah tanpa menitipkannya ke rekening lembaga. Dana akan dialokasikan ke virtual account milik masing-masing Satuan Pelaksana Pemberi Gizi (SPPG) yang diawasi oleh kepala SPPG dan perwakilan yayasan secara bersama-sama.
“Semua transaksi dan perencanaan belanja dilakukan secara transparan antara kedua pihak. Tujuannya untuk mencegah adanya penyimpangan atau dominasi dari satu sisi,” kata Dadan.
Setiap unit SPPG juga diharuskan mengajukan proposal operasional minimal 10 hari sebelum pencairan dana. Proposal ini mencakup data penerima manfaat, usia, serta estimasi biaya bahan baku, operasional, dan insentif.
Sebagai contoh, untuk anak-anak usia 5 tahun hingga kelas 3 SD, alokasi bahan baku ditetapkan sebesar Rp 8.000 per anak per hari. Sementara untuk kelompok usia di atasnya, nilai pagu mencapai Rp 10.000. Dadan menegaskan bahwa dana yang tidak habis akan digunakan untuk periode layanan berikutnya dan bukan menjadi keuntungan pribadi mitra.
Dengan sistem ini, BGN berharap proses penyaluran makanan bergizi dapat berjalan lebih profesional, efisien, dan bebas dari penyimpangan.
Redaksi Energi Juang News



