Energi Juang News, Jakarta- Di balik megahnya pembangunan modern di perumahan Mondoroko, Singosari, tersimpan kisah mencekam yang masih dibicarakan hingga hari ini. Urban legend Mondoroko bukan sekadar cerita kosong yang banyak warga bersaksi mengalami kejadian ganjil yang sulit dijelaskan oleh logika. Aroma bunga melati yang muncul tanpa sebab, suara tangisan lirih dari balik pepohonan, hingga bayangan yang berkelebat di antara kabut malam, menjadi bagian dari rutinitas horor yang menyelimuti kawasan ini.
Kisah-kisah menyeramkan itu berkembang dari mulut ke mulut, semakin kuat dengan waktu. Salah satu yang paling terkenal adalah cerita seorang kusir dokar yang mengaku saat melakukan perjalanan pulang kerumah saat malam dengan dokarnya sambil terkantuk kantuk, tanpa sadar menaiki jalan curam menuju bukit Mondoroko. “Waktu terbangun sadar, saya dan kuda sudah ada di puncak bukit, padahal tidak ada jalan tanah pun ke sana,” ujar Pak Salim. Suasana malam itu berubah menyeramkan, karena ia sendri, dan kuda yang terikat di dokarnya terlihat meringkik gelisah dan ketakutan. Seperti melihat sesuatu sosok yang tak kasat mata. Hingga kemudian ditemukan warga keesokan hari , dan kusir itu kemudian jatuh sakit selama berminggu-minggu. Cerita ini dipercaya sebagai pesan peringatan dari makhluk tak kasat mata yang menjaga kawasan tersebut.
Konon, Mondoroko masih memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah mistis Singosari, terutama dengan keberadaan candi-candi kuno seperti Candi Singosari. Banyak yang percaya bahwa entitas yang gentayangan di area itu adalah penjaga tak kasat mata dari masa kerajaan, marah karena tanahnya dirusak oleh bangunan modern.
Yang paling menakutkan, beberapa warga percaya bahwa ada “jalan gaib” yang muncul pada malam-malam tertentu, terutama saat bulan gelap. Seperti dikisahkan Budi warga lokal yang pernah mengalami kejadian aneh dan mistis. Saat ia perjalanan arah pulang kerumahnya sepulang nonton pertunjukan dangdut di seberang desa. Malam itu ia sendrian pulang, diinggal temannya Rudi yang hendak mengikuti pengajian ulama setempat. Seperti biasa ia melewati jalan setapak terdekat menuju rumah. Namun kali ini ia merasa aneh, jalan yang dilaluinya seolah berputar putar, karena kelelahan malam itu ia istirahat disebuah batang kayu yang nerada di pinggir jalan setapak itu . Namun ketika menoleh ke arah jalan yang sudah ia lewati,
Budi kaget setengah mati dan merinding ketakutan. Melihat kenyataan didepan matanya jalan itu ternyata semak belukar dan tak ada jalan setapak maupun tapak bekas langkah kakinya. Dengan senternya ia meyakinkan apa yang dilihatnya, untuk memastikan. Hasilnya tetap sama, bergetarlah tangan Budi dan tak percaya apa yang telah dialaminya. Bulu kuduknya meremang bercampur takut luar biasa. Dan saat bersamaan ia melihat sosok seperti prsjurit kerajaan masa lalu namun tanpa kepala. Ia sontak berteriak ketakutan dan berusaha lari menjauh dari lokasi itu. Kejadian berputar putar kembali terulang hingga ia ditemukan warga pingsan di pinggir jalan dekat rumahnya dalam kondisi linglung ketakutan.
Rasa takut membuat warga membuat batas-batas tak kasat mata. Ada rumah yang tidak pernah dilewati setelah jam 10 malam. Di setiap perempatan tertentu, warga menaruh sesajen dan bunga, sebagai bentuk penghormatan dan perlindungan. “Kita hidup berdampingan. Jangan sampai mereka marah,” ujar Mbah Rukun, tetua kampung.
Meski Mondoroko kini terlihat modern dan ramai, energi gaib seolah tak pernah pergi. Banyak orang baru yang pindah ke sana, namun hanya bertahan beberapa bulan sebelum pindah tanpa alasan jelas. Suasana yang dingin, udara berat saat malam, dan mimpi buruk yang terus datang menjadi keluhan umum.
Urban legend ini sudah menjadi bagian dari folklore lokal Singosari, memperkuat identitas budaya mistis wilayah tersebut. Meskipun belum terbukti secara ilmiah, kisah-kisah ini tetap menjadi pengingat bahwa tidak semua yang ada di dunia ini bisa dijelaskan dengan logika. Ada dunia lain yang hidup berdampingan, menunggu mereka yang ceroboh untuk melanggar batasnya.
Apakah Anda cukup berani tinggal di Mondoroko… dan tidur nyenyak di tengah keheningan yang mencekam?
Redaksi Energi Juang News



