Sabtu, Mei 30, 2026
spot_img
BerandaPolitikDitemukan, Indikasi Keterlibatan BAIS TNI Dalam Kerusuhan

Ditemukan, Indikasi Keterlibatan BAIS TNI Dalam Kerusuhan

Energi Juang News, Jakarta-Indikasi keterlibatan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dalam demonstrasi yang berujung kerusuhan pada akhir Agustus 2025, ditemukan oleh Koalisi Masyarakat Sipil.

Koalisi pun mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) independen guna mengungkap dugaan tersebut.

“Agar masalah ini bisa diurai secara secara terang benderang,” kata peneliti senior Imparsial, Al Araf, dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 6 September 2025.

Al Araf mengatakan salah satu tugas TGPF adalah menelusuri informasi tentang keterlibatan militer dalam rangkaian peristiwa, yang berujung pada gejolak sosial dan kekerasan. Langkah ini penting untuk menjelaskan latar belakang peristiwa sekaligus bagian dari upaya pemenuhan keadilan bagi korban.

Koalisi menyatakan peristiwa kekerasan dan kerusuhan pada akhir Agustus 2025 memiliki benang merah dengan peristiwa kekerasan di masa lalu, khususnya dari segi pola. Selain Imparsial, koalisi terdiri dari Koalisi Perempuan Indonesia, Walhi, Centra Initiative, De Jure, Rakhsa Initiatives, PBHI, dan Setara Institute. “Oleh karenanya pembentukan TGPF menjadi penting dilakukan,” ujar dia.

Sebelumnya beredar sejumlah video polisi menangkap anggota TNI dan BAIS di tengah demonstrasi di berbagai daerah. Kepala Pusat Penerangan TNI Brigadir Jenderal (Marinir) Freddy Ardianzah membantah narasi yang menyebut anggota BAIS TNI ditangkap Brimob Polri karena menjadi provokator demonstrasi.

Foto penangkapan anggota Bais TNI viral di media sodial. Freddy membenarkan foto tersebut memang anggota Bais TNI berinisial SS dan berpangkat mayor. SS bersama empat rekannya memang ditugaskan memantau demonstrasi di kawasan jalan layang Slipi, Jakarta, 28 Agustus 2025.

“Yang saya sangkal adalah narasinya karena narasi yang disampaikan itu ditangkap Polri. Yang kedua adalah provokator. Itu tidak benar. Oleh karena itu saya sampaikan di sini kronologisnya,” kata Freddy saat konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat, 5 September 2025.

Baca juga :  Rusia Dikabarkan Mau Bangun Pangkalan Militer di Papua, Kemlu RI Membantah

Freddy menuturkan, Mayor SS dan empat rekannya ditugaskan memantau unjuk rasa sebagai bagian deteksi dini dan mencegah segala ancaman selama unjuk rasa. 
Mayor SS bersama empat anggota Bais TNI melaksanakan tugas intelijen untuk memonitor unjuk rasa di sektor jalan layang Slipi, Jakarta, pada 28 Agustus 2025. 

Foto penangkapan anggota Bais TNI viral di media sosial dan beredar di aplikasi perpesanan. Ia sempat dituduh sebagai provokator demonstrasi. 

Salah satu akun yang mengunggahnya adalah @klipera** di platform X. Pemilik akun itu mengunggah foto dan video dugaan keterlibatan intelijen Bais TNI itu pada Ahad dini hari, 31 Agustus 2025.

Kepemilikan kartu izin itu tertulis nama dan pangkat anggota. Dalam kartu itu, tertulis jabatan sebagai Komandan Tim 2 Den IV Satuan Intel Bais TNI. Dari kartu itu tertulis diizinkan menggunakan senjata berjenis pistol dengan kaliber 9 milimeter. Kartu identitas itu dikeluarkan pada 19 Desember 2024 dan berlaku hingga 31 Desember 2025.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments