Selasa, Maret 3, 2026
spot_img
BerandaInternasionalMengapa Papua Nugini Nekat Tolak Palestina dan Pilih Bela Israel?

Mengapa Papua Nugini Nekat Tolak Palestina dan Pilih Bela Israel?

Energi Juang News, Port Moresby– Papua Nugini kembali menjadi sorotan setelah menolak Deklarasi New York Majelis Umum PBB yang mengusung penyelesaian damai konflik Palestina. Dari 142 negara yang mendukung solusi dua negara, hanya 10 yang menolak, dan 12 lainnya memilih abstain.

Negara yang menolak antara lain Amerika Serikat, Israel, Hungaria, Argentina, Paraguay, Nauru, Mikronesia, Palau, Papua Nugini, dan Tonga. Sementara itu, negara seperti Albania, Kamerun, Ekuador, dan Republik Ceko memutuskan abstain.

Deklarasi ini diinisiasi oleh Prancis dan Arab Saudi. Isinya mencakup peta jalan perdamaian, gencatan senjata permanen di Gaza, pembebasan sandera, hingga penarikan pasukan Israel dari wilayah Palestina.

Selain itu, deklarasi merekomendasikan misi PBB untuk melindungi warga sipil, memperkuat aparat Palestina, dan memastikan keamanan kedua belah pihak. Namun, sikap Papua Nugini justru berlawanan.

Ian Wilson, pakar politik internasional dari Universitas Murdoch, menilai negara-negara Pasifik seperti Papua Nugini mendukung Israel karena alasan religius. Mereka melihat Israel sebagai “tanah suci” sesuai keyakinan Kristen Evangelis yang cukup dominan di wilayah itu.

Menurut Ian, dukungan ini sudah memengaruhi kebijakan pemerintah. Mendukung Israel dianggap setara dengan menjaga tanah suci.

Selain faktor agama, ada pula faktor geopolitik. Papua Nugini dan negara Pasifik berada dalam pengaruh kuat Amerika Serikat, sekutu utama Israel.

Guru Besar FIB UI, Yon Machmudi, mengatakan negara-negara Pasifik selalu mengikuti langkah Washington. Mereka juga memiliki hubungan ekonomi yang erat dengan Israel sehingga cenderung menghindari kebijakan yang merugikan Tel Aviv.

Pengamat internasional Teuku Rezasyah dari Universitas Padjajaran menambahkan, negara-negara Pasifik menerima bantuan besar dari AS, Inggris, dan Australia. Bantuan tersebut mencakup ekonomi, pendidikan, hingga tata kelola pemerintahan.

Rezasyah menyebut AS juga menjaga agar negara Pasifik tidak jatuh dalam pengaruh China, yang gencar menawarkan paket ekonomi menarik.

Jika ditelusuri, sikap Papua Nugini konsisten. Pada September 2024, mereka menolak resolusi PBB terkait pendudukan Israel. Bahkan pada Mei 2024, mereka menolak dorongan agar Palestina dipertimbangkan menjadi anggota penuh PBB.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments