QEnergi Juang News, Jakarta – Harga emas batangan Logam Mulia Antam ambruk hingga Rp 177.000 per gram, menjadi Rp 2.310.000 per gram pada Rabu (22/10/2025). Penurunan tajam ini mengikuti anjloknya harga emas dunia setelah mencetak rekor US$ 4.380 per troy ounce.
Pelemahan terjadi akibat penguatan Dolar AS dan aksi ambil untung (profit taking) oleh pelaku pasar global. Indeks Dolar AS (DXY) kini menyentuh 98,84, tertinggi dalam sepekan. Kuatnya dolar membuat harga emas global tertekan.
Selain itu, menurunnya permintaan fisik dan optimisme baru hubungan dagang AS–Tiongkok membuat investor beralih dari aset aman ke aset berisiko.
Analis Dupoin Andy Nugraha menyebut tren emas masih bearish, dengan peluang turun ke level psikologis US$ 4.000 per troy ounce. Namun, koreksi teknikal bisa muncul bila harga gagal menembus level itu.
Harga emas dalam negeri ikut tertekan karena mengacu pada pasar global dan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Andy menilai ketidakpastian global masih tinggi akibat retorika politik dan kebijakan ekonomi AS yang berubah-ubah. Meski melemah, prospek jangka menengah emas dinilai tetap positif.
Faktor seperti kebijakan moneter longgar, ketegangan geopolitik, dan risiko fiskal AS akan tetap menopang daya tarik emas sebagai aset lindung nilai utama hingga akhir tahun.
Redaksi Energi Juang News



