Energi Juang News, Jakarta– Menjelang Kongres III, Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menegaskan posisi organisasinya sebagai pendukung utama pasangan Prabowo-Gibran. Ia menyebut, tanpa gerakan Projo, pemerintahan ini mungkin tak akan terbentuk.
Menurutnya, dukungan Projo bukan muncul tiba-tiba. Jauh sebelum Pilpres 2024 dimulai, organisasi relawan ini sudah menyatakan komitmen mendukung duet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
“Projo adalah pelopor terbentuknya pemerintahan Prabowo-Gibran. Kami mendukung sejak awal, jauh sebelum masa kampanye dimulai,” ujar Budi Arie, Jumat (31/10/2025).
Ia juga menegaskan bahwa sikap Projo memiliki bukti nyata, baik dalam pemberitaan maupun jejak digital. Karena itu, kata Budi, Projo merasa punya tanggung jawab untuk memastikan pemerintahan berjalan lancar dan berpihak kepada rakyat.
“Kami bukan organisasi musiman. Ada kader kami di pemerintahan, legislatif, bahkan di daerah,” tambahnya.
Budi menegaskan bahwa hubungan Projo dengan pemerintahan Prabowo-Gibran bukan sekadar formalitas politik. “Silakan tanya langsung ke Pak Prabowo atau Pak Gibran, mereka tahu bagaimana solidnya dukungan kami sejak awal,” ucapnya.
Lebih jauh, Budi menegaskan bahwa Projo akan terus mendukung pemerintahan ini, baik dari dalam maupun luar struktur kekuasaan.
“Dukungan kami bersifat konstruktif dan kritis. Kami mendukung, tapi tetap mengawal agar kebijakan berpihak pada rakyat,” jelasnya.
Ia mencontohkan sikap tegas Projo di era Jokowi. Organisasi ini sempat menolak wacana jabatan presiden tiga periode, menolak vaksin Covid-19 berbayar, dan menentang harga tes PCR yang tinggi.
“Itu bukti bahwa kami mendukung pemerintah tanpa kehilangan prinsip. Kalau menyangkut rakyat, kami tidak akan berkompromi,” pungkasnya.
Dengan sikap tegas dan konsisten, Projo menegaskan dirinya bukan hanya pendukung politik, melainkan bagian dari kekuatan moral yang menjaga arah kebijakan tetap pro-rakyat.
Redaksi Energi Juang News



