Rabu, Maret 11, 2026
spot_img
BerandaPolitikIni Penyebab Berkecamuknya Perang Menurut Megawati

Ini Penyebab Berkecamuknya Perang Menurut Megawati

Energi Juang News, Abu Dhabi-Dunia mulai kehilangan kesadaran akan persatuan sebagai sesama penghuni bumi, adalah penyebab terus berkecamuknya perang. Demikian dinyatakan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Hal itu disampaikan putri Bung Karno itu usai mengikuti seluruh rangkaian agenda Zayed Award for Human Fraternity 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Kamis malam waktu setempat.

Megawati: Dunia Lupa bahwa Kita Hidup di Satu Bumi

“Nah, mengenai kembali kepada Zayed Award Human Fraternity ini, dari semua pembicaraan yang saya dengar, memang mereka berkeinginan bahwa mereka semua merasakan bahwa bagaimana dunia ini sepertinya akan mulai melupakan sebetulnya kehidupan kita itu satu, satu bumi,” ujar Megawati.

Ia menekankan bahwa di era modern ini, peperangan seharusnya sudah tidak lagi menjadi pilihan.

Maka, ia mendorong perdamaian berkelanjutan yang juga melibatkan peran aktif perempuan.
“Dan seharusnya mestinya sudah selesai, tidak ada perang. Yang ada harusnya diteruskan dengan perdamaian. Dan itu tentunya juga masuk ke dalam peran wanita,” tegasnya.

Baca juga : Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia, Megawati Berdampingan dengan Ramos Horta

Pancasila Dipromosikan sebagai Nilai Universal Human Fraternity

Dalam forum global tersebut, dia juga kembali memperkenalkan Pancasila sebagai konsep yang relevan untuk diadopsi dunia.

Merujuk pada pidatonya di Majelis Persaudaraan Manusia yang diadakan Zayed, ia meyakinkan para tokoh dunia bahwa nilai-nilai Pancasila, khususnya kemanusiaan, bersifat universal dan sejalan dengan semangat Human Fraternity (Persaudaraan Manusia).
“Begitu juga kalau masalah kemanusiaan, seperti yang saya katakan ketika hari pertama dengan Pancasila itu, sebenarnya kalau mau, saya bilang kepada mereka-mereka bahwa itu sebetulnya bisa menjadi sesuatu yang universal,” kata Megawati.

Ia memaparkan bagaimana sila-sila dalam Pancasila dapat diadaptasi untuk menjawab tantangan global.
“Ketuhanan Yang Maha Esa bisa diadopsi dari kemanusiaan dan yang lainnya, terutama tentunya di dalam masalah diskusi yang masalah kemanusiaan karena Human Fraternity itu, ya saya bilang bisa memakai yang namanya peri kemanusiaan. Sehingga dengan demikian bisa selaras,” tuturnya.

Soroti Kepemimpinan Perempuan dan Payung Hukum bagi Perempuan-Anak

Selain isu perdamaian dan ideologi, kehadiran dia sebagai tokoh perempuan senior politik juga menarik perhatian peserta konferensi Zayed Award 2026. Di mana, banyak pihak yang penasaran dengan konsistensi dia memimpin partai politik besar hingga saat ini.

“Makanya saya banyak sekali ditanya, bagaimana kok bisa menjadi sampai hari ini saya masih menduduki sebagai Ketua Umum partai, juga masih aktif. Saya mengatakan, ya itu tergantung kepada kaum perempuannya sendiri,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap kemajuan hukum di Indonesia.
Ia menceritakan respons terkejut sekaligus kagum dari para delegasi internasional ketika mengetahui Indonesia memiliki payung hukum yang kuat bagi perempuan dan anak.

“Dan tapi saya merasa bangga bahwa kita sudah punya undang-undang untuk perempuan dan perlindungan perempuan dan anak. Mereka kaget sekali bahwa kok bisa sampai terjadi adanya perundangan seperti itu,” ujar dia.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments