Energi Juang News, Jakarta- Pemerintah Indonesia setuju impor produk pertanian AS senilai US$4,5 miliar (Rp75,98 triliun). Langkah ini bagian dari Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang diteken Presiden Prabowo Subianto dan Donald Trump.
Isi Lampiran “Purchase Commitment”
Dokumen ART lampiran keempat judul “Purchase Commitment” atur kewajiban sektor pertanian. Indonesia fasilitasi kontrak impor komoditas AS seperti kapas, tepung, beras, dan jagung.
Rincian poin pertama:
- 163 ribu ton kapas AS per tahun selama 5 tahun.
- 3,5 juta ton kedelai AS per tahun selama 5 tahun.
- 3,8 juta ton tepung kedelai AS per tahun selama 5 tahun.
- 2 juta ton gandum AS per tahun selama 5 tahun.
Baca juga : Mahkamah Agung AS Patahkan Strategi Tarif Trump: Tak Punya Dasar Hukum
Target Impor Tahunan Tambahan
AS tuntut Indonesia tingkatkan impor produknya. Daftarnya mencakup apel, daging sapi, sitrus, jagung, tepung gluten jagung, kapas, etanol, anggur segar, beras, kedelai, kedelai olahan, dan gandum.
| Komoditas | Volume Minimum Per Tahun |
|---|---|
| Apel AS | >26 ribu metrik ton |
| Daging sapi AS | >50 ribu metrik ton |
| Buah sitrus AS | >3 ribu metrik ton |
| Jagung AS | >100 ribu metrik ton |
| Tepung gluten jagung AS | >150 ribu metrik ton |
| Kapas AS (setelah 5 tahun) | >150 ribu metrik ton |
| Etanol AS | >1 ribu metrik ton |
| Anggur segar AS | >5 ribu metrik ton |
| Beras AS | >1 ribu metrik ton |
| Kedelai AS (setelah 5 tahun) | >3,5 juta metrik ton |
| Kedelai olahan AS (setelah 5 tahun) | >200 ribu metrik ton |
| Gandum AS (setelah 5 tahun) | >1,3 juta metrik ton |
Ketentuan Pemaafan Pelanggaran
AS tak anggap Indonesia langgar jika volume impor poin kedua kurang dari target. Syaratnya, Indonesia tak pasang hambatan perdagangan yang batasi impor pertanian AS.
Redaksi Energi Juang News



