Energi Juang News, Jakarta – Konsultan dan Perencana Keuangan, Elvi Diana CFP, mengingatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar konsisten menjalankan berbagai langkah reformasi untuk memperkuat integritas pasar modal Indonesia.
Menurut Elvi, konsistensi dalam reformasi merupakan kunci utama agar pasar modal mampu berkontribusi optimal terhadap pembiayaan pembangunan nasional. Ia menegaskan, target kontribusi pasar modal yang ditetapkan OJK sebesar Rp 1.812 triliun dalam beberapa tahun ke depan hanya dapat tercapai jika reformasi dijalankan secara berkelanjutan dan kredibel.
“Reformasi pasar modal tidak boleh setengah hati. Konsistensi adalah faktor penentu agar kepercayaan investor tetap terjaga dan target kontribusi pembiayaan nasional bisa terrealisasi,” ujar Elvi dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).
Seperti diketahui, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa berdasarkan proyeksi Kementerian PPN/Bappenas, kebutuhan investasi nasional pada periode 2025 hingga 2029 diperkirakan mencapai Rp 47.573 triliun. Dalam konteks tersebut, OJK menargetkan pasar modal dapat menyumbang Rp 1.812 triliun.
Elvi menekankan bahwa untuk mencapai target tersebut, OJK perlu memperkuat implementasi sejumlah langkah reformasi yang telah dirancang. Beberapa di antaranya meliputi peningkatan batas minimum free float perusahaan tercatat, penyempurnaan transparansi informasi bagi investor, serta penguatan keterbukaan kepemilikan saham.
Selain itu, Elvi juga menyoroti pentingnya memperkuat mekanisme peringatan dini (early warning system), khususnya melalui pengumuman high shareholding concentration, guna mencegah praktik yang berpotensi merugikan investor dan merusak integritas pasar.
Lebih lanjut, Elvi mengingatkan bahwa konsistensi reformasi akan diuji dalam waktu dekat, seiring agenda evaluasi indeks global oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Mei 2026.
“Evaluasi MSCI akan menjadi cerminan bagaimana kualitas dan kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global. Konsistensi reformasi oleh OJK akan sangat menentukan posisi Indonesia dalam klasifikasi pasar global tersebut,” kata Elvi.
Ia menegaskan, momentum evaluasi ini harus dimanfaatkan OJK untuk menunjukkan komitmen kuat dalam membangun pasar modal yang transparan, akuntabel, dan berdaya saing internasional.
Redaksi Energi Juang News



