Energi Juang News, Jakarta- Kebakaran terjadi di sebuah apartemen kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, dan langsung memicu kepanikan di antara para penghuni. Sejumlah warga bahkan sempat terjebak di lantai atas saat asap tebal memenuhi koridor gedung.
Puluhan Personel Damkar Dikerahkan
Petugas pemadam kebakaran langsung bergerak cepat setelah menerima laporan pada Kamis (30/4/2026) pagi. Sebanyak 22 unit mobil damkar dengan total 110 personel diterjunkan untuk mengatasi kobaran api.
“Total pengerahan 22 unit dan 110 personel,” kata Perwira Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Joko Susilo, dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4).
Laporan pertama diterima pukul 07.31 WIB. Tim langsung berangkat satu menit kemudian dan tiba di lokasi pukul 07.36 WIB. Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 07.40 WIB.
Pesan Darurat dari Lantai Atas
Di tengah situasi genting, seorang penghuni yang terjebak melempar baju berisi pesan dari lantai atas. Tulisan tersebut mengindikasikan adanya bayi di dalam unit.
“C 33 GK IWAN & BAYI BUJAN,” demikian isi tulisan pada baju tersebut.
Petugas kemudian menafsirkan pesan itu sebagai tanda bahwa penghuni berada di lantai 23, kamar 33, bersama seorang bayi.
“Satu dewasa, sama dua anak bayi,” kata petugas posko Damkar Jakarta Barat, Seman, Kamis (30/4).
Tim evakuasi segera bertindak. Penghuni tersebut berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat.
Alarm dan Sprinkler Disebut Tak Berfungsi
Seorang penghuni, Antonius (47), mengungkapkan kekecewaannya terhadap sistem keamanan gedung. Ia menyebut alarm dan sprinkler tidak aktif saat kebakaran terjadi.
“Kami penghuni itu selama terjadi simulasi-simulasi kebakaran… selalu ada alarm ya. Tetapi justru ketika terjadi kebakaran yang sesungguhnya, itu justru alarm maupun sprinkler itu tidak terjadi apa-apa,” ujarnya, Kamis (30/4).
Ia menduga kondisi ini membuat banyak penghuni tidak sadar akan bahaya yang sedang terjadi. Akibatnya, sejumlah warga terjebak asap saat hendak menyelamatkan diri.
Polisi masih menyelidiki apakah sistem alarm benar-benar tidak berfungsi saat kejadian berlangsung.
“Mengenai alarm kebakaran, kami belum dapat memastikan apakah sistem alarm berfungsi saat kejadian,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Twedi Aditya.
Puluhan Warga Dievakuasi, Belasan Dirawat
Sebanyak 89 penghuni berhasil dievakuasi dari gedung. Data tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan terus berjalan.
Sekitar 20 orang harus dilarikan ke rumah sakit akibat sesak napas. Mereka dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan, termasuk RS Royal Taruma, RS Pelni, RS Siloam Kebon Jeruk, dan RS Tarakan.
“Terkait kondisi kesehatan, terdapat beberapa penghuni yang mengalami sesak napas dan telah dirujuk ke rumah sakit,” ujar Twedi.
Sebagian penghuni lain memilih tetap berada di unit lantai atas karena merasa kondisi sudah cukup aman. Lift tidak dapat digunakan, sehingga evakuasi hanya melalui tangga darurat.
Sumber Api Diduga dari Basement
Polisi menduga api berasal dari panel listrik di area basement. Meski api berhasil dipadamkan dengan cepat, asap sudah lebih dulu menyebar ke seluruh gedung hingga lantai atas.
“Kami menerima informasi awal… bahwa sumber api berasal dari panel listrik di basement,” kata Twedi.
Ia menegaskan tidak ada unit hunian yang terbakar langsung. Asap yang mengepul menjadi penyebab utama kepanikan.
Hingga kini, proses evakuasi masih berlangsung mengingat gedung memiliki total 35 lantai.
Redaksi Energi Juang News



