Energi Juang News, Gresik- Kisah kakek hidung belang karena minum obat kuat demi melayani PSK, berakhir wassalam. Ceritanya pagi itu, sekitar pukul 09.40, warga lokalisasi di Desa Banyu urip Gresik dikagetkan suara teriakan dan jeritan perempuan tak lain Sumi,35 seorang PSK di kompleks tersebut. Kehebohan pagi itu membuat para lelaki hidung belang dikomplek itu terbangun, meski badan pegel pegel semalaman juga asik manjain sentolop.
Setelah penghuni kompleks itu berdatangan Sumi pun ditanya warga, ia menjerit karena kaget saat asik berkencan dengan Bandot, 64, ternyata tamunya itu terjatuh dan tak sadarkan diri diatas perut Sumi. Sebelum kejadian Sumi sudah memperingatkan soal efek obat kuat itu, tapi Bendot bersikukuh dan bilang,” Obat pahit iki marakke mari sayaang, mosok kowe sing manis marakke mati?”.
Melihat Bandot dalam kondisi lemas diatas kasur tanpa baju, ia segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Tapi Bendot keburu wassalam saat perjalanan menuju RS, ya tentu saja nyawa Bandot melayang.
“Hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Polisi. Tapi menurut saksi mata, meski tak ditemukan tanda kekerasan, sentolop Bendot masih mengeras, ediiaaan.
Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian di TKP, ada dua bungkus obat kuat bekas minum diatas meja kamar. Indikasi kuat kalau Bendot yang sudah berumur lanjut memaksa fisiknya melayani hawa nafsu bejatnya. Diusia in jury time bukannya menggunakan sisa tenaganya nyari pahala ke Masjid, malah maksain berbuat dosa ke lokalisasi.
Ada dugaan, agar kuat fisiknya saat berhubungan dengan PSK hingga lima ronde, Bandot mengonsumsi obat kuat tersebut secara berlebihan. Baru nggeber sentolop dua ronde sudah kolaps. Kalau boleh meminjam istilah,
“Pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan otopsi,” ujar polisi, mungkin keluarga malu kiprah Bendot berakhir di lokalisasi itu.
Redaksi Energi Juang News



