Kamis, Mei 7, 2026
spot_img
BerandaRemang SenjaMisteri Hantu Pedagang Bakso: Kampung Tak Kasat Mata

Misteri Hantu Pedagang Bakso: Kampung Tak Kasat Mata

Energi Juang News,Jakarta-Bagi sebagian orang, malam adalah waktu beristirahat. Tapi bagi mereka yang menggantungkan hidup dari jalanan, malam adalah kesempatan. Seperti Barun, seorang perantau yang mencoba bertahan hidup dengan mendorong gerobak bakso dari satu tempat ke tempat lain.

Barun, seorang penjual bakso keliling di Jakarta, tak pernah ia bayangkan bahwa di balik langkah kakinya mendorong gerobak, ia akan memasuki wilayah yang tak kasat mata, sebuah kampung yang isinya bukan manusia.

Barun, seorang perantau dari Padang, terkena PHK dari tempat kerjanya. Ia sempat putus asa, tapi memilih bangkit dengan membuka usaha bakso keliling. “Saya pikir, selama halal, saya jalanin aja,” ujar Barun.

Pada suatu sore, Barun memutuskan menjajal rute baru. Ia masuk ke sebuah komplek di Jakarta Timur yang belum pernah ia lewati sebelumnya. Komplek itu tampak normal: anak-anak bermain bola, ibu-ibu duduk di teras.

“Saya mikir, wah rame juga nih, cocok buat jualan,” katanya. Ia pun mulai menjajakan dagangannya, dan sambutan warga cukup hangat.

Namun menjelang tengah malam, saat ia hendak pulang melewati jalan kavlingan kosong di pinggir komplek, gerobaknya terasa berat. Ia memeriksa ban, tapi semuanya normal.

Tiba-tiba, ia mendengar suara daun berdesir. Saat menengadah, Barun melihat sesosok perempuan berpakaian putih duduk di atas pohon.

“Mukanya ancur banget, rambutnya panjang, matanya melotot,” ungkap Barun.

Panik, ia tinggalkan gerobaknya dan berlari ke pos ronda untuk meminta bantuan. Seorang bapak yang tadi membeli bakso menemaninya kembali.

Anehnya, saat bersama bapak itu, gerobaknya kembali ringan. Seolah tak pernah terjadi apa-apa.

Beberapa hari kemudian, Barun kembali ke komplek tersebut karena dagangannya cukup laku di sana.

Baca juga :  Wewe Gombel Penculik Anak yang Bergentayangan di Waktu Maghrib

Di salah satu malam, seorang anak kecil memanggilnya untuk membeli bakso.

“Bentar ya bang, saya ambil duit dulu,” ucap anak itu lalu masuk ke rumahnya. Barun menunggu lebih dari 10 menit, hingga akhirnya bapak dari pos ronda lewat dan bertanya kenapa ia berdiri diam.

“Saya nunggu anak kecil yang beli bakso,” jawab Barun. Namun sang bapak kaget dan berkata, “Mas, itu rumah kosong. Udah lama gak ada orangnya.”

Ketika Barun menoleh, barulah ia sadar rumah itu terlihat kotor dan tak terurus. Rumput liar tumbuh tinggi di halaman. Sebelumnya, rumah itu tampak bersih di matanya. Ada apa sebenarnya?

Tak berhenti di situ. Beberapa malam setelahnya, Barun bermimpi melihat seorang ibu dan dua anaknya di rumah tersebut. Mereka tampak bahagia.

“Anehnya, dalam mimpi suasananya adem, hangat, bukan menyeramkan,” tutur Barun.

Yang lebih mengejutkan lagi, suatu malam ia kembali ke komplek itu. Seorang ibu-ibu datang membawa mangkuk kosong, hendak membeli bakso.

Tapi saat Barun hendak menyajikan, perempuan itu menghilang.

“Saya langsung merinding. Karena saya sadar… itu ibu-ibu yang saya lihat di mimpi,” katanya.

Tak lama setelah itu, temannya kesurupan di kontrakan mereka. Sosok yang merasukinya berkata, “Tolong bersihkan tempat itu… rumah yang pernah kamu mimpiin.”

Bersama warga dan tetangga, Barun akhirnya menemui satpam dan ketua RT setempat, lalu menceritakan semua kejadian.

Satpam pun membuka suara. Ia membenarkan bahwa rumah itu pernah dihuni oleh seorang ibu dan dua anaknya yang meninggal di dalam rumah, namun terlambat ditemukan hingga membusuk.

Sejak itu, rumah tersebut dibiarkan kosong dan tanpa doa.

Setelah warga mengadakan doa bersama, suasana di sana perlahan kembali normal. Rumah dibersihkan dan tak ada gangguan lagi.

Baca juga :  Kisah Mistis di Balik Jembatan Asem Buntung: Lokasi Angker di Ponorogo

Tapi Barun memutuskan untuk tidak berjualan ke sana lagi.

“Kampung lebih aman. Ramai, hangat, dan gak sunyi seperti komplek,” katanya.

Cerita Barun adalah kisah tentang lebih dari sekadar dagangan. Ini adalah kisah tentang keteguhan, keberanian, dan pertarungan antara dunia nyata dan dunia tak kasat mata.

Misteri hantu pedagang bakso bukan hanya tentang ketakutan. Ini adalah cerita tentang kehidupan yang bersinggungan dengan sesuatu yang belum selesai.

Redaksi Energi Juang News

Moh Khobir Riyadi
Moh Khobir Riyadihttps://energijuangnews.com/
Sosok pria penulis artikel pada kanal Remang Senja (Horror), Ojo Lali dan Not & Musik. Memberikan tulisan semenarik mungkin untuk kalian para pembaca.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments