Minggu, Juli 12, 2026
spot_img
BerandaInternasionalBanjir Hantam China, Ratusan Ular Lepas dari Peternakan

Banjir Hantam China, Ratusan Ular Lepas dari Peternakan

Energi Juang News, Jakarta- Sekitar 900 ular lepas dari salah satu peternakan reptil, sebagai dampak dari banjir di China. Banjir itu akibat badai dahsyat Topan Maysak yang menerjang wilayah Hengzhou, Guangxi Zhuang, China.

Satu orang wanita dilaporkan meninggal dunia usai digigit ular kobra. Dilansir CNN, Minggu (12/7/2026), seorang wanita dilaporkan meninggal dunia setelah digigit ular yang kemungkinan kobra. Namun media pemerintah melaporkan setidaknya ada beberapa orang lain telah digigit.

Sementara banjir akibat topan tersebut setidaknya telah mengakibatkan 39 orang tewas.

Berdasarkan video viral yang beredar diunggah warga, tampak situasi mengerikan memperlihatkan sejumlah ular berenang di jalan yang terendam banjir. Kepala ular terangkat dengan nyaman di atas air banjir seperti periskop berbisa.

Awalnya, pihak berwenang China meremehkan ancaman tersebut, akan tetapi sekarang mengeluarkan peringatan kepada penduduk desa untuk menjauhi ular-ular yang baru datang. Pihak berwenang telah mengerahkan penangkap ular, meningkatkan persediaan antibisa, dan mempersiapkan petugas rumah sakit untuk potensi peningkatan kasus gigitan ular.

Ular bukanlah satu-satunya hewan yang berkeliaran. Dua zebra, satu lembu bungkuk, tiga kuda poni, dan dua keledai juga di antara hewan lainnya yang melarikan diri ketika kebun binatang di wilayah tersebut terendam banjir.

Sementara itu, Kebun Binatang Guigang yang dimiliki swasta mengeluarkan pemberitahuan darurat pada Rabu malam. Pihak Kebun Binatang memperingatkan masyarakat bahwa beberapa hewan yang melarikan diri, termasuk burung unta, emu, dan rakun dapat menjadi agresif ketika ketakutan, dan meminta warga melaporan penampakan hewan.

Dalam sebuah wawancara dengan media lokal Hongxing News, pemilik kebun binatang Yin Feifei mengatakan bahwa staf mempertaruhkan nyawa mereka sendiri untuk mengunci kandang predator ketika air banjir naik. Tiga singa tenggelam.

Baca juga :  Lagi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump Mengkritisi Netanyahu

“Kami tidak dapat membiarkan predator melarikan diri selama banjir dan menciptakan risiko keselamatan publik tambahan,” katanya.

Menurut media lokal Tiongkok, Shangyou News, lebih dari 16.000 babi juga hanyut terbawa banjir. Alat berat digunakan untuk mengangkat babi dari air banjir seperti mesin capit di mesin arcade, seperti yang terlihat dalam video yang diunggah daring.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments