Energi Juang News, Washington DC- Pemerintah Amerika Serikat kembali memperkuat investasi di sektor riset dan teknologi sebagai bagian dari strategi mempercepat inovasi nasional. Langkah ini juga ditujukan untuk meningkatkan daya saing negara melalui kolaborasi lintas lembaga dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.
Genesis Mission AI menjadi salah satu inisiatif utama yang kini diperluas cakupannya dengan dukungan anggaran baru dari pemerintah federal.
Trump Tambah Pendanaan Genesis Mission AI
Gedung Putih mengumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengalokasikan dana sebesar US$5 miliar atau sekitar Rp81 triliun (kurs Rp16.200 per dolar AS) untuk memperluas pelaksanaan Genesis Mission AI.
Program tersebut pertama kali diluncurkan melalui perintah eksekutif Presiden Trump pada November 2025. Awalnya, Genesis Mission berada di bawah koordinasi Department of Energy (DOE). Kini, program itu berkembang menjadi inisiatif lintas pemerintah yang melibatkan lebih dari 15 lembaga federal.
Asisten Presiden sekaligus Direktur Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih, Michael Kratsios, mengatakan Amerika Serikat ingin melanjutkan tradisi pencapaian ilmiah melalui kolaborasi antarlembaga yang didukung teknologi AI.
“Pencapaian ilmiah terbesar Amerika lahir dari mobilisasi nasional yang disertai pembangunan institusi baru. Genesis Mission menjadi babak berikutnya dalam tradisi tersebut ketika kami memanfaatkan kecerdasan buatan untuk penemuan ilmiah dalam skala yang tidak dapat ditandingi negara lain,” ujar Kratsios, dikutip dari situs resmi Gedung Putih, Kamis (23/7/2026).
Pernyataan itu disampaikan dalam Genesis Mission Summit 2026 yang berlangsung pada Selasa (22/7/2026) waktu Amerika Serikat.
Selain mengumumkan tambahan pendanaan, pemerintah AS juga memperkenalkan National Science and Technology Challenges, sebuah program tantangan nasional yang memanfaatkan AI untuk menjawab berbagai persoalan strategis.
AI Dimanfaatkan untuk Percepatan Riset
Melalui Genesis Mission AI, berbagai lembaga federal akan menyediakan hibah penelitian, akses pendanaan, kumpulan data ilmiah, hingga fasilitas riset yang terhubung dalam American Science and Security Platform.
Platform digital yang dikembangkan DOE itu dirancang untuk mengintegrasikan data ilmiah, komputasi berkinerja tinggi, serta teknologi AI ke dalam satu ekosistem penelitian. Pemerintah berharap infrastruktur tersebut mampu mempercepat inovasi di sektor kesehatan, energi, manufaktur, infrastruktur, dan ketahanan pangan.
Di bidang kesehatan, salah satu fokusnya ialah mengidentifikasi penyebab penyakit kronis dengan menggabungkan data kesehatan nasional, pemantauan bahan kimia, riset biologi, dan kemampuan superkomputer milik DOE.
Program lain menargetkan percepatan pengembangan terapi kanker anak. AI akan digunakan untuk menganalisis ratusan subtipe kanker langka sehingga proses penemuan terapi dapat berlangsung lebih cepat.
Pemerintah AS juga berupaya mempercepat penemuan obat baru melalui integrasi data genomik, molekuler, klinis, serta data kesehatan dunia nyata.
Sementara itu, Department of Veterans Affairs (VA) akan memanfaatkan rekam medis elektronik dan data genom jutaan veteran untuk membangun model AI yang mampu mendeteksi penyakit lebih dini. Dengan pendekatan tersebut, pasien diharapkan memperoleh penanganan sebelum kondisi kesehatannya memburuk.
Target Pertahankan Kepemimpinan AI AS
Melalui perluasan Genesis Mission AI, pemerintahan Donald Trump menargetkan Amerika Serikat tetap menjadi salah satu pemimpin global dalam pengembangan kecerdasan buatan.
Pemerintah berharap program tersebut mempercepat lahirnya berbagai terobosan ilmiah yang berdampak pada peningkatan layanan kesehatan, penguatan ketahanan energi, keamanan nasional, serta daya saing ekonomi Amerika Serikat.
Redaksi Energi Juang News



