Energi Juang News, Jakarta –Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai Senin, 7 September 2026 hingga pemberitahuan berikutnya. Himbauan ini disampaikan dalam akun resmi Pemprov DKI Jakarta, Minggu sore (6/9/2026).
PJJ berlaku bagi sekolah PAUD, SKB/PKBM, SLB, SD, SMP, SMA, SMK Negeri dan Swasta yang berada di Jakarta. Ini adalah langkah antisipatif dalam melindungi anak-anak dari paparan abu vulkanik. Kesehatan anak menjadi prioritas kami, karena mereka termasuk ke dalam golongan rentan.
Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terus menjadi perhatian pemerintah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebaran debu erupsi Gunung Anak Krakatau bergerak hingga ketinggian 20.000 kaki ke arah timur serta ketinggian 50.000 kaki ke arah barat.
Pada ketinggian hingga 20.000 kaki bergerak ke arah timur laut hingga selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya. Sementara pada ketinggian hingga 50.000 kaki, abu bergerak ke arah barat daya hingga barat laut mencakup Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia.
Intensitas abu di Jakarta sebenarnya diperkirakan tipis namun kondisi tersebut bisa berubah mengikuti arah dan kecepatan angin. Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah mengimbau warga Jakarta untuk mengenakan masker dan mengurangi aktifitas di luar ruangan sebagai antisipai dampak buruk abu vulkanik Anak Krakatau.




