Energi Juang News, Jakarta –Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperbarui informasi terkait dampak erupsi dan dinamika sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK). Hingga Senin (7/9.2025) pagi, BMKG memonitor sebaran abu vulkanik berdampak langsung pada penutupan sementara operasional delapan bandar udara (bandara) di Pulau Jawa dan Sumatra.
Melalui akun resmi media sosial @infoBMKG hari Senin (7/9.2026), delapan bandara terdampak penutupan operasional sementara:
- Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang)
- Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta)
- Bandara Radin Inten II (Lampung)
- Bandara Husein Sastranegara (Bandung)
- Bandara Budiarto (Curug)
- Bandara Pondok Cabe (Tangerang Selatan)
- Bandara Muhammad Taufiq Kiemas (Pesisir Barat, Lampung)
- Bandara Atungbusu (Sumatra Selatan)
Namun Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengimbau masyarakat tidak perlu panik. Langkah penutupan sementara delapan bandara ini merupakan bentuk mitigasi proaktif dan respons cepat otoritas penerbangan demi menjamin keselamatan perjalanan kita bersama.




