Sabtu, September 26, 2026
spot_img
BerandaBerita NasionalGuruh Soekarnoputra, Kain Ihram dan Batik yang Sudah Dipersiapkan

Guruh Soekarnoputra, Kain Ihram dan Batik yang Sudah Dipersiapkan

Energi Juang News, Jakarta – Putra bungsu Bung Karno wafat. Saya tanya beberapa adik-adik gen Z, ternyata banyak yang belum kenal Guruh Soekarnoputra. Jangankan beliau, generasi sekarang ditanya siapa Habibie dan Gusdur saja banyak yang geleng kepala dan membalas senyum.

PR kita sebagai bangsa, ternyata lebih banyak dari yang dibayangkan. Bung Karno pernah mengingatkan, “Jas Merah!”, jangan sekali-kali melupakan sejarah.

Guruh, bungsu Sang Proklamator adalah seniman, budayawan, koreografer, dan komponis. Di kalangan seniman, ia dikenal maestro seni pertunjukan di Indonesia.

Guruh pernah berperan sebagai Sunan Muria dalam film Walisongo. Selain dunia seni, ia adalah politisi senior sejak PDI belum Perjuangan. Pernah menjadi anggota DPR RI di era Orde Baru, hingga tahun 2024. Namun begitu, kiprahnya di dunia seni, lebih menonjol. Lagu-lagunya menjadi kenangan kolektif bangsa; Kala Sang Surya Tenggelam, Melati Suci, Zamrud Khatulistiwa, Lenggang Puspita, Mahadaya Cinta, Galih dan Ratna, dll., adalah karangan Sang Maestro. Mungkin Galih dan Ratna yang sampai ke telinga millenial dan Gen Z.

26 September 2026 pukul 04:16 adik Ibu Megawati Soekarnoputri itu menghembuskan nafas terakhir. Sebelum sakit dan dirawat, Mas Guruh sudah menyiapkan segalanya. Termasuk kain ihram yang ia pakai terakhir untuk umroh dan dua lembar kain batik dari ibundanya, Ibu Fatmawati.

Di bawah bendera merah putih yang menutupi jenazah, kain ihram dan dua lembar batik bersejarah dari mendiang Bu Fatmawati adalah simbol penting, bahwa dalam jasad beliau, terpatri ajaran hidup Bung Karno, tentang menjadi manusia Indonesia seutuhnya. Bangsa yang berketuhanan, ketuhanan yang berkebudayaan. Sebagaimana pidato 1 Juni 1945, di hari lahir Pancasila.

Berketuhanan yang berkebudayaan bukan Tuhan yang berbudaya. Tapi cara mengamalkan iman dengan budi pekerti luhur, saling menghormati, penuh toleransi, tanpa egoisme di tengah bangsa yang majemuk.

Baca juga :  Sabu Cair 2 Ton dan Puluhan Kilogram Narkoba Dimusnahkan BNN

Meski telah pergi, Guruh Soekarnoputra meninggalkan pesan penting, lewat seni di kain yang menutupi jasadnya.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments