Energi Juang News,Jakarta-Alih-alih penjambret tertangkap setelah aksi kejar-kejaran sengit, nyatanya NAR justru tamat oleh seorang polisi nyamar jadi pengamen
Berawal dari aksi penjambretan HP yang menyasar pengemudi mobil di tengah kemacetan lalu lintas di Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, viral di media sosial.
Kendati korban belum membuat laporan, tapi polisi langsung bergerak memeriksa TKP dan memantau CCTV disekitar lokasi. Tak berselang lama polisi berhasil mengidentifikasi pelaku, yang ternyata dua pelaku itu sebagai NAR dan satu temannya.
Tersangka NAR ini tergolong kriminal yang kontradiktif. Biarpun gaya mentereng sendirian naik motor sport hitam, HP hasil jambretannya ternyata dijual ke penadah dengan harga “damai” sebesar Rp4 juta saja.
Ketika anggota Opsnal Reskrim Polsek Metro Gambir berbekal sebuah gitar dan modal suara yang (mungkin) pas-pasan, berinisiatif melakukan penyamaran sebagai pengamen jalanan.
Tersangka NAR yang sedang bersantai di dalam rumahnya terenyuh mendengarkan petikan gitar di luar rumah.
Tersangka mengira ada pengamen yang butuh recehan, NAR dengan polosnya membuka pintu rumah.
Begitu pintu terbuka dari dalam, secepat kilat polisi melakukan penyergapan , dan tersangka NAR langsung diciduk tanpa sempat melakukan pledoi, “nanti ajah” kata petugas.
Sementara NAR sudah resmi “pindah tidur” ke balik jeruji besi, sang penadah HP saat ini dipastikan sedang tidak bisa tidur nyenyak H2C (Harap Harap Cemas) kalau ada pengamen datang.
Agar kejadian tersebut tak terulang, polisi mengimbau warga untuk tidak membuka kaca terlalu lebar saat terjebak macet untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan.
Redaksi Energi Juang News




