Energi Juang News,Kalteng- Relawan Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting menyerah dan kirim surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto untuk water bombing darurat.
Mereka angkat tangan mengingat kondisi Karhutla yang kian tak terkendali karena penanganan dengan alat seadanya.
Ditambah Pemerintah juga lamban merenspon seperti ibaratnya gerakan anggun kukang, hal ini memicu desakan kuat dari masyarakat dan aktivis lingkungan.
Harapan mereka agar pemerintah segera mengambil langkah nyata dan masif sebelum seluruh kawasan Tanjung Puting habis terbakar.
Sementara di garda terdepan, tim relawan dan pelaku wisata setempat sudah kewalahan bertaruh nyawa menghadapi amukan api demi menyelamatkan kawasan konservasi tersebut.
Namun, perjuangan mereka menghadapi kendala besar karena hanya mengandalkan peralatan pemadaman yang sangat terbatas dan ala kadarnya untuk menjinakkan api di lahan gambut yang tebal.
Sementara kondisi di lapangan semakin diperparah oleh lambatnya respons dan bantuan dari pemerintah seolah menunggu kiriman water bombing langsung ke langit.
Api kini bebas melesat tanpa hambatan karena helikopter water bombing nya masih sibuk mengantre tanda tangan birokrasi dan menunggu jadwal rapat koordinasi pembentukan panitia penyiraman.
Redaksi Energi Juang News




